Langsung ke konten utama

Gunung Kencana, Puncak, Cisarua


“…… lalu kita pasang hammock, masak mie rebus pakai telur dan secangkir teh hangat sambil melihat pemandangan kebun teh di depan mata”.

Begitu kira-kira sepenggal ucapan yang menarik perhatian saya sehingga keinginan yang hanya sekedar angan-angan menjadi terwujud.

Minggu, 20 Februari 2022, saya bersama teman trekking ke Gunung Kencana yang berada di tengah perkebunan teh Puncak, Cisarua, Bogor dalam cuaca yang cerah dan hati yang bahagia. 

Sebelum trekking kesana, saya dan teman saya sudah merencakanan apa saja yang diperlukan untuk dibawa, apakah kita camping atau hanya sekedar trekking saja, dan juga sedikit banyak diceritakan situasi dan kondisi jalan disana. Dari situ disepakati apa-apa yang perlu disiapkan.

Saya sengaja memilih hari minggu dengan alasan jika saya trekking hari sabtu pagi, jumat malam saya sudah harus berada di kawasan puncak atau dekat-dekat daerah sana di jumat malam, sementara jumat itu saya masih kerja, pulang sampai rumah maghrib, rasanya lelah sekali jika saya memaksakan diri. beruntung sekali di hari senin lusanya, saya mendapat giliran WFH, sehingga cukup buat saya istirahat tidak harus buru-buru datang ke kantor.

Sesuai kesepakatan dan anjuran, saya menginap di dekat2 lokasi agar memudahkan perjalanan menuju Gunung Kencana, dan saya memilih penginapan di sekitar Cisarua dengan pertimbangan tidak terlalu jauh dan masih berada di kawasan yang ramai, namun airnya tetap dingin sekali buat mandi.

Sabtu, 19 Februari 2022, saya sudah dipenginapan dan saya sudah berkabar dengan teman saya, lalu kemudian saya dengan menggunakan motor berboncengan berkendara melewati Kawasan Puncak, Kawasan yang sudah belasan tahun tidak pernah saya lewati karena terkenal dengan macetnya jika weekend tiba, selain itu sudah ada alternative jalur jika hendak menuju ke Bandung.

Setelah melewati Puncak, saya terus menuju ke Cibodas, saya minta ditunjukkan lokasi yang akan dituju jika hendak trekking ke Kawasan Nasional Gunung Gede Pangrango, setelah sampai, teman saya menawarkan apakah mau sekalian ke Cianjur atau kita shalat dan bermalam mingguan di Puncak, mengingat keterbatasan waktu akhirya diputuskan bermalam minggu di Puncak sambil menikmati secangkir bajigur dan hawa dingin Kawasan Puncak di Mesjid At Taawun. 


Setelah dirasa cukup, kami turun ke bawah, tidak lupa makan malam biar tidur lebih nyenyak dan berharap besok pagi cuaca cerah.

Minggu subuh, 20 Februari 2022, saya lihat ke jendela, cuaca seperti masih gelap, kata temen saya kayaknya mendung, tadi pas saya ambil air wudhu masih terdengar rintik seperti air hujan, setelah selesai shalat subuh lanjut berdoa agar cuaca cerah.

Sambil menunggu perkembangan cuaca, saya terus melihat ke langit diluar, berharap ada semburat warna terang penanda cuaca cerah namun kok sampai jam segini langit masih rada gelap.

Sambil tetap berdoa, kami bersiap sambil membereskan semua perlengkapan sekalian check out karena diperkirakan sampai penginapan lagi sudah waktunya check out, tidak lupa ijin ke pemilik penginapan untuk menitip motor teman saya dan beberapa barang yang dirasa tidak perlu dibawa naik ke atas.

Bismillahirrohmanirrohim, kami berangkat, menembus dinginnya udara pagi itu melewati kawasan puncak yang masih berkabut dan kami berkendara dengan menggunakan celana pendek yang semakin terasa dinginnya pagi itu.

Sampai di gerbang masuk Kawasan Gunung Kencana, langit berangsur cerah dan Alhamduillah cuaca pagi itu sangat cerah tapi tetap sejuk.

Motor mulai memasuki jalur, kondisi jalan bebatuan dan licin karena kemarin dan semalam turun hujan sehingga masih menyisakan basah, saya coba untuk bisa mengendarai dan mengendalikan laju motor saya, tapi lama kelamaan saya mulai ragu akan kemampuan saya melewati kondisi jalan seperti itu.


Kondisi jalan yang naik turun ditambah bebatuan licin, bikin kurang nyaman dan akhirnya saya minta tolong teman saya untuk mengendarai motor saya dan saya dibonceng, sesekali saya turun karena melihat kondisi jalan khawatir selip ban dan jatuh.

Cukup lama kami melewati kondisi jalan seperti itu sampai akhirnya kami melewati Telaga Cisaat dan kemudian terus lagi untuk sampai di sebuah desa untuk parkir kendaraan motor disana, salah satu petunjuknya adalah Bangunan SD. 

Setelah menitipkan motor, mengikuti panduan teman, saya mulai menelusuri jalur ke arah Puncak Gunung Kencana yang berada di tengah perebunan teh di Puncak.

Suasana yang teduh, sejuk, tenang, damai, hijau dan bersih serta langit yang cerah membuat perjalanan sangat menyenangkan, sepanjang kami berjalan nampak dari kejauhan Gunung Gede dan Pangrango disebelah kiri dan Gunung Salak di sebelah kanan berdiri gagah dengan garis yang tegas tanpa terhalang kabut sedikitpun.






Suara kicau burung, aliran air yang turun secara deras dengan warnanya yang jernih menambah nikmat perjalanan pagi ini.

Sesekali kami berpapasan dengan kendaraan yang hendak menuju desa berikutnya, atau beberapa orang yang hendak camping di Gunung Kencana dan atau mereka yang melakukan olahraga downhill.

Foto-foto dengan panorama dan latar belakang perkebunan teh serta Gunung Gede Pangrango serta Salak tidak lupa dibuat untuk dokumentasi. 



Dan saya sudah sampai di gerbang masuk ke Puncak Gunung Kencana, namun karena harus membayar tiket masuk lagi, saya dan teman mengurungkan niat untuk masuk lebih kedalam, cukup dengan mengambil foto di tangga yang katanya terkenal, tangga sambalado, dikatakan demikian karena jalurnya yang naik terus keatas dengan berpijak pada tangga kayu yang dibuat khusus. 




Dan itulah tujuan akhir saya di Gunung Kencana, berdasarkan catatan di aplikasi lari, menujukkan jarak 3,8 KM dari start awal di Gedung SD tempat kami menitip motor, yang berarti sekitar 8 KM pulang pergi.

Setelah sampai di Gedung SD, saya rehat sebentar, membeli beberapa keperluan buat masak di Telaga Saat. Tetapi sekali lagi kami berdua tidak masuk ke Telaga Saat karena perlu tiket masuk lagi, saya dan teman cukup dari pinggir jalan dimana ada sedikit tanah lapang yang bisa kami gunakan untuk istirahat sambil memasak indomie rebus telur.

Sambil makan indomie rebus dan teh hangat, sambil menikmati aktivitas pengunjung di Telaga Saat, telaganya tidak terlalu luas tapi memang sangat nyaman untuk bersantai buat keluarga, hanya memang kendalanya adalah jalur menuju kesini yang sangat menantang. 


Selesai sudah perjalanan saya di Gunung Kencana yang berada di Kawasan perkebunan teh Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Selanjutnya saya dan teman kembali ke penginapan awal untuk mengambil motor dan barang yang ditinggal, karena sudah lewat dari waktu check out, seperti biasa kami bersih-bersih badan di toilet masjid di Megamendung, sekalian shalat duhur dan makan siang di Sinar Alam Sunda.

Hari sudah semakin sore dan saya pun berpisah dengan teman saya, saya kembali ke Pamulang melewati jalur Megamendung, Gunung Geulis dan Sumarecon Bogor dan muncul di Jambu Dua, sementara teman saya langsung pulang ke Caringin.

Saya sempat menepi untuk shalat ashar dan ngopi disekitar taman corat coret karena kebetulan sempat turun hujan gerimis dan Alhamdulillah saya tiba dirumah tepat adzan maghrib berkumandang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng