Langsung ke konten utama

Jalan-jalan ke Palembang

Akhirnya saya kesampaian juga makan pempek langsung dari kotanya, Palembang.

Jadi ceritanya, saya dan teman saya ngobrol2 cerita tentang rencana jalan-jalan masing-masing, dan saya pun menyebutkan beberapa kota yang ingin dan masih ingin saya kunjungi lagi. Kebetulan kami punya beberapa kesamaan dalam melakukan perjalanan.

Ada dua pilihan saat itu, ke Kota Palembang untuk kuliner pempek atau ke Kota Singkawang melihat perayaan Cap Go Meh, namun setelah kami cari-cari informasi, kami tidak mendapat informasi yang pasti tentang perayaan Cap Go Meh apakah diselenggarakan tahun ini atau tidak.

Dan akhirnya disepakati kami akan berkunjung ke kota pempek, Kota Palembang, kami mengambil waktu tiga hari dengan pertimbangan waktu sebanyak itu cukup buat kami eksplorasi Kota Palembang.

Jumat, 21 Januari 2022, dengan menggunakan pesawat Lion Air, pukul 08:00 pagi, dan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badarudiin II di Kota Palembang satu jam kemudian. 

Dari bandara menuju kota sudah tersedia layanan KRL yang melayani jalur dari Bandara sampai DJKA yang akan melewati antara lain setasiun Bumi Sriwijaya dan Jakabaring. 





Saat itu kami menginap di MS Square Hotel di Kawasan Cinde, sehingga kami akan turun di Setasiun Cinde nanti, namun karena hari masih pagi dan belum waktunya untuk check in, kami sengaja menikmati jalur KRL dari ujung ke ujung, dari setasiun Bandara sampai setasiun DJKA yang memakan waktu kurang lebih satu jam. 

Setelah sampai DJKA, kami kembali naik KRL lagi lalu turun di Setasiun Cinde, dan ketika kami tiba di hotel, Alhamdulillah kami sudah boleh check in meskipun belum waktunya, munkin karena pertimbangan tingkat hunian yang tidak terlalu ramai, sehingga kamar sudah siap. Setelah itu kami menunggu kedatangan motor yang kami sewa.

Saat itu, jumat, cuaca tidak menentu, kadang terik, kadang hujan deras, dan saya bermaksud hendak melaksaakan ibadah shalat jumat, rupanya di Kawasan yang saya tinggali bukan Kawasan pemukiman, namun Kawasan perdagangan, sehingga saya sedikit agak kesulitan menemukan masjid untuk shalat jumat.

Beruntungnya kami menginap dipusat kota yang tidak terlalu jauh dari Mesjid Raya Palembang, sehingga saya cukup berjalan kaki meski sedikit agak jauh sekitar hampir 1 KM, namun itu yang terdekat. 

Selesai shalat, kami makan siang dengan mencoba Pempek di Kedai Gemini tidak jauh dari hotel, lalu menikmati jumat sore di icon Mall Palembang, karena hari itu cuaca masih kurang bersahabat, jd tempat yang tepat adalah ngopi sambil menikmati suasana sore dari salahsatu sudut mall. 

Makan malam kembali kami mencoba Pempek dan kawan-kawannya, kali ini kami mencoba Pempek Lala, aneka macam pempek disajikan disana mulai dari harga satuan 1000-an. Jarak lokasi dari Icon Mall sekitar 2KM dan sambil menikmati suasana kota, kami berjalan kaki, Nampak di sepanjang jalan banyak sekali yang menjual jajanan pempek dan kawan2nya. 



Selesai makan pempek, kami lanjutkan dengan makan Duren di Pasar Kuto yang menjadi sentra kuliner duren di Palembang. Setelah itu kami kembali ke hotel. 



Sabtu, 22 Januari 2022, cuaca bersahabat, hari ini kami rencana hendak mengunjungi Rumah Al Quran Raksasa dan Museum Balaputra Dewa. Lokasi kedua tempat itu berjauhan, menggunakan motor sewaan pertama yang kami kunjungi adalah Rumah Al Quran Raksasa, kenapa dinamakan demikian, karena memang ayat2 suci Al Quran dituliskan dan dipahat  dalam bentuk kaligrafi diatas papan-papan berukuran besar dan menjadi tempat menarik untuk berfoto, meskipun saat kami kunjungi masih dalam proses renovasi, tapi saya pribadi yakin lokasi ini akan lebih megah apalagi jika dikelola dengan baik. 




Selesai dari sana, kami berkunjung ke Museum Balaputra Dewa, kami hanya ingin melihat Rumah Limas yang nampak di uang kertas nominal Rp. 10.0000,- cetakan tahun 2010. Sementara diorama Museum tidak terlalu banyak koleksi yang tersedia bahkan terkesan kurang terawat. 





Saat lunch time, kami mencoba Pindang Patin di Rumah Makan Pindang Musi Rawas. 

Sorenya setelah kami bersitirahat di hotel, kami menikmati suasana sore di Kawasan yang menjadi ikonik Kota Palembang, yaitu Jembatan Ampera.

Kami nikmati berlama-lama di sana, berkeliling sampai ke Pasar 16 Ilir Palembang dan bersantai di Kawasan Benteng Kuto Besak yang ramai dengan pasar rakyat. 






Nampak dari sana juga terlihat Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Tugu Ikan Belido. Setelah shalat Maghrib di Mesjid Sultan Mahmud Badaruddin II, kami melanjutkan makan malam di Pempek dan Es Kacang Vico dan belanja oleh-oleh di Pempek Lala untuk kemudian pulang ke hotel dan beristirahat. 



Minggu, 23 Januari 2022 adalah hari terakhir kami di Palembang, motor sewaan sudah dikembalikan dan hari ini memang kami tidak berencana kemana-kemana, cukup bersantai di kamar, saya sarapan di Kedai Kopi 7, sementara teman saya sengaja ingin mencicipi Bakmie Babi Aloi. 

Jam 13:00 kami check out lalu berjalan kaki menuju setasiun KRL Cinde untuk kembali ke Bandara karena penerbangan kami pukul 16:00 menggunakan Superjet.

Demikian perjalanan kami di Kota Palembang.


Komentar

  1. Foto² makanannya bikin laper. Enak² gak kulinernya?...he.he
    #pukpukperutsemogagakndut 🤭

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng