Kembali ke Beltung #2


lanjutan dari Part #2

Jumat, 25 Desember 2020, pagi jam 8, setelah sarapan, kami memulai perjalanan ke Replika SD Muhammadiyah, lokasi syuting Film Laskar Pelangi di Desa Gantong, perjalanan saya sebelumnya yang seorang diri, saya mengukur waktu perjalanan ternyata hampir 2 jam lamanya, rasa penasaran pagi ini saya akan kembali melakukan perjalanan yang sama dan apakah memang jarak tempuh yang sebenarnya benar sekitar 2 jam atau sesuai dengan jarak tempuh yang ditunjukkan oleh Google Map sekitar 1 jam 10 menit untuk jarak tempuh sekitar 69KM.

Hari ini cerah sekali, bahkan cenderung panas terik, sebelum mencapai persimpangan ke arah Desa Gantong, kami sempatkan mampir dulu ke bekas galian kaolin yang berubah menjadi Danau Kaolin dengan airnya yang berwarna biru, diseberangnya terdapat bukit galian kaolin yang berwarna putih yang rupanya cukup menarik untuk dijadikan lokasi foto dengan latar belakang foto yang berbeda. 


Setelah itu barulah kami melakukan perjalanan ke Desa Gantong, perjalanan lancar, kondisi jalan mulus dan pemandangan disekeliling kombinasi kebun, bekas galian dan kebun sawit. Dengan kecepatan berkendara yang kurang lebih sama dengan perjalanan sebelumnya, Alhamdulillah kami sudah tiba di Replika SD Muhammadiyah dalam waktu tempuh hampir sama dengan yang ditunjukkan oleh Google Map, rupanya perjalanan yang sebenarnya sesuai dengan panduan.

Kami sempatkan foto-foto saat berada di lokasi, setelah itu berpindah tempat ke Rumah Keong yang ada di seberang SD, dan kemudian melewati Museum Kata Andrea Hirata serta Rumah Fifi yang katanya bekas rumah Ahok. 


Selesai dari Desa Gantong, kami melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Manggar yang merupakan ibukota Kabupaten Belitung Timur, rencananya kami ke Pantai Serdang yang berpasir putih serta aneka perahu nelayan yang beraneka warna.

Sebelum sampai di Pantai Serdang, kami menunaikan shalat jumat terlebih dahulu dan tidak lupa makan siang, sesampai di Pantai Serdang udara lagi sejuk-sejuknya sehingga membuat kami jadi merasa nyaman untuk sekedar rebahan menikmati angin pantai. 


Sekira jam 2 siang kami putuskan untuk kembali ke Kota Tanjung Pandan untuk bersitirahat, namun disebagian perjalanan kami ditemani oleh hujan deras, meski demikian tidak mengurangi kebahagiaan kami.

Malamnya kami melakukan test rapid antigent untuk persiapan kembali ke Jakarta dan sambil menunggu hasil test kami makan malam di salah satu café yang ada disekitar alun-alun kota. 

Sabtu, 26 Desember 2020, adalah hari dimana kami akan melakukan hoping island, atau keliling pulau-pulau disekitar Pulau Belitung, janjiannya kami jam 9 sudah start berangkat, rupanya lokasi start-nya bukan di Pantai Tanjung Tinggi, melainkan di Pantai Tanjung Kelayang, turut serta perjalanan kami, Febri, teman saya yang orang Belitung, sehingga kami menjadi ber-5. 

Hari ini lumayan sejuk, cuaca tidak terlalu terik tapi juga tidak mendung, jadi nyaman sekali, tetapi rupanya bulan-bulan di akhir tahun itu kondisi air laut sedang pasang, sehingga menurut penjelasan nakodal kapalnya, kami tidak bisa singgah di beberapa pulau yang biasanya bisa disinggahi karena air lautnya pasang, tetapi untuk beberapa pulau yang lain tetap bisa dinikmati. 

Foto pertama kami adalah di Batu Garuda, dibilang Batu Garuda karena formasi batu tersebut jika dilihat dari jauh mirip dengan kepala burung garuda, begitu menakjubkannya keindahan alam yang terbentuk ratusan tahun yang lalu. 

Dari situ kami melihat beberapa gugusan batu yang seharusnya bisa kami singgahi tapi kami skip karena air sedang pasang, dan akhirnya kami ke pemberhentian paling favorit yaitu Pulau Lengkuas dengan Mercu Suar-nya yang menjadi icon. 

Kami berfoto-foto disana, kemudian atas bantuan Febri, kami bisa naik ke atas Mercu Suar, dan untuk bisa naik ke atas mercu suar harus bergantian dan tidak bisa ber-lama-lama karena masih banyak yang ingin naik ke atas. 


Setelah berpuas di Pulau Lengkuas, kemudian kami mencoba melihat pemandangan bawah laut disekitar Pulau Lengkuas dan pemandangan gugusan bunga karang aneka bentuk dan warna disertai dengan rombongan aneka ikan yang mudah ditemui jika kita memberi umpan dengan memberi mereka biscuit, menjadi pemandangan yang menarik, sayangnya saya tidak membawa foto underwater sehingga tidak bisa mengabadikan pemandangan bawah lautnya. 

Selepas dari Pulau Lengkuas, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kelayang, rupanya lokasinya tidak jauh dari Tanjung Kelayang tempat kami memulai perjalanan tadi, dan sepertinya Pulau Kelayang ini menjadi semacam rest area sebelum mengakhiri perjalanan hoping island bagi semua peserta.

Meskipun demikian, di Pulau Kelayang ini juga terdapat formasi bebatuan yang besar-besar yang di dalamnya terdapat ruang-ruang yang menarik untuk dijadikan lokasi foto, dan kami pun tentunya juga melakukan sessi foto-foto di pulau ini. 

Dan akhirnya perjalanan berakhir, kami kembali ke Kota Tanjung Karang untuk beristirahat.

Malamnya kami sempatkan membeli oleh-oleh dan makan malam di café pusat kota sambil bertukar foto atau menikmati malam terakhir di Belitung.

Minggu, 27 Desember 2020, sesuai kesepakatan saat masih di Jakarta, pagi hari sebelum kami balik pulang ke Jakarta, kami sempatan untuk berlari di seputar Kota Tanjung Pandan, tadinya pengen 10K tetapi rupanya sebagian dari kami ada yang kelelahan dan akhirnya hanya berlari sejauh 5KM saja.

Saat berlari kami berjumpa dengan pelari senior yang hits di Jakarta, Kang Erry Permana dan sempatkan kami berfoto di seputar alun-alun kota, Satam Square. 

Selesai berlari, kami sarapan di Kong Djie Coffee, salahsatu tempat ngopi yang terkenal di sana, jumat pagi kemarin kami rencana hendak sarapan ditempat ini tetapi rupanya sudah full tempat duduknya, sepertinya kami datang kesiangan, padahal saat itu baru pukul 8 pagi, tetapi sudah ramai sekali.

Selesai semuanya, kami kembali ke hotel, bersih-bersih, beberes packing dan memastikan tidak ada yang tertinggal, jam 10:30 kami sudah dijemput taxi untuk ke bandara, dan tepat pukul 13:15 pesawat kami take off untuk terbang ke Jakarta dan tiba di Jakarta dengan selamat. Alhamdulillah. 

Demikian perjalanan kami dan (terutama) saya, kembali ke Belitung.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2