Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya 

Juli

Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak. 


Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run. 

Agustus

Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan. 




Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini dengan baik. 


Di akhir bulan Agustus, ada longwiken dan harpitnas, saya sempatkan wisata ke Pulau Bali dan Nusa Penida, cerita lengkapnya sudah saya tulis tersendiri lebih lengkap di blog ini. 

Selama bulan Agustus saya juga menyelesaikan tantangan berlari virtul run yang diadakan oleh Komunitas Persatuan Insinyur Indonesia dengan jarak tempeh 21K yang bisa dilakukan secara bertahap.

September

Bulan September, tempat gym sudah kembali dibuka dengan jam operasional terbatas, akhirnya saya punya alternative aktivitas lain untuk mengusir kejenuhan karena seringnya aktivitas di rumah saja karena pandemic. 

Bulan ini juga saya mendadak ke Bandung sekedar mengisi kejenuhan dan sempatkan berlari disana, di rumah juga tanaman hias indoor saya semakin bagus pertumbuhannya. 

Sempat juga ke Kopi Daong, kedai kopi yang sempat hits yang lokasinya juga berada di kaki Gunung Salak. 

Selain itu di bulan ini saya mengikuti virtual run Milo Run 10K yang biasanya diadakan secara rutin di bulan Juli, namun tahun ini juga terpaksa dibatalkan penyelenggaraannya. 

Oktober

Bulan Oktober, akhirnya niat saya terwujud untuk kembali ke Surabaya, sekalian bertemu dengan teman, saya sempatkan lari untuk event lari virtual Bea Cukai Run 7K yang diadakan oleh Virtuathlon. 


Seharusnya bulan ini saya ke Yogyakarta, tetapi karena satu dan lain hal akhirnya saya putuskan ke Surabaya, di Yogyakarta ada event lari Djogdja 10K virtual run yang juga diadakan event lari secara live disana, tetapi saya lebih memilih berlari secara virtual. 


Di bulan ini juga ada event lari virtual OeangRun dengan jarak tempuh 28K, jarak tempuh terjauh yang saya lariin selama mengikuti event virtual run, tetapi saya bagi dua menjadi 22K kemudian sisanya di minggu berikutnya sekalian saya jalan-jalan ke Belitung. 




event Virtual Run Spectaxcular 5K juga diselenggarakan dan saya ikutan, event lari yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka sosialisasi Pelaporan SPT Tahunan setiap bulan Maret, namun ditunda penyelenggaraanya dan akhirnya berganti menjadi event virtual run. 


Nopember

Memasuki bulan Nopember, ada event lari virtual Port Virtual RunnRide yang diselenggarakan oleh Pelindo dengan jarak tempuh sejauh 28 KM dan saya bagi dua tahap lari, minggu pertama sejauh 21 KM, sisanya minggu berikutnya sekalian saya jalan-jalan ke Bandung lagi. 


Ada event Borobudur Marathon Challenge sejauh 21 KM yang harus dilarikan dalam satu kali berlari dan Alhamdulillah bisa saya lariin dalam satu kali kesempatan di Kawasan BSD. 



 
Kemudian ada event virtual OJK Run 9K yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan, tapi saya lariin sejauh 10K untuk menggenapkan jarak tempuh mingguan saya. 

Di akhir bulan yang saya fikir event lari sudah selesai, rupanya masih ada satu event lari virtual lagi yang saya ikuti, Maybank Marathon Virtual sejauh 21K yang harus dilakukan dalam 2 sessi, dan saya lakukan selama 2 hari berturutan, cukup melelahkan namun menyenangkan. 

Desember

Bulan Desember ini, saat saya menulis blog ini sudah masuk hari ke-15, sudah setengah bulan, sudah ada event lari virtual Standard Chartered Kuala Lumpur Marathon (SCKLM) dengan jarak tempuh 21K yang harus dilarikan dalam satu kali berlari dan alhamdulillah sudah saya selesaikan. 


Masih menunggu event lari virtual tutup tahun yang saya ikuti yaitu Kota Kinabalu Half Marathon secara virtual yang akan saya lariin dalam dua tahap dan rencana akan saya lariin sekalian saat saya jalan-jalan ke Belitung di liburan akhir tahun nanti. 

Demikian cerita saya tentang bagaimana aktivitas lari dan kegiatan lain saya selama tahun 2020 yang diserang oleh pandemic Covid-19 yang membuat semua menjadi berantakan.

Semoga bermanfaat.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park