Pengalaman Berlari Di Masa Pandemi #1

Tahun ini adalah tahun yang dilewati begitu saja tanpa banyak kenangan yang berkesan, padahal tahun ini angkanya juga cantik, 2020, buat bikin moment yang mengenangkan sebenarnya juga baik, tetapi karena tahun ini tahun pandemic covid-19, membuat semua kegiatan yang berpeluang menciptakan moment yang terbaik seperti menjadi hambar. termasuk aktivitas saya selama 2020 ini. 



Saya mulai darimana yah?

Saya akan coba ceritakan secara berurutan dari bulan ke bulan dan untuk menjaga pembaca tidak bosan dengan tulisan saya, saya akan membagi cerita ini ke dalam dua tulisan.

Januari

Saya bercerita dari bulan Januari 2020, di tahun ini covid belum “masuk” secara “resmi” di Indonesia, kegiatan masih bisa dikatakan normal, beberapa agenda kegiatan bisa saya wujudkan atau ikuti, untuk event lari, ada Superball Run yang diadakan di Kantor Walikota Jakarta Selatan, event lari yang mengambil jalur lari di flyover yang melintas di sepanjang jalan Pangeran Antasari, tetapi karena saya mengambil jarak 10K, jadi tidak dari ujung ke ujung jalur larinya, hanya dipertengahan jalur sudah memutar arah untuk menuju jalur selanjutnya. Kegiatan olahraga dan aktivitas outdoor lainnya masih bisa dilakukan seperti biasa, tanpa ada hambatan. 

Februari

Memasuki bulan Februari, tidak ada event lari yang saya ikuti, tapi saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk sekali lagi berkunjung ke Kalimantan Timur, Kota Balikpapan dan Samarinda, sejak saya pindah kembali ke homebase Jakarta, rasa ingin kembali ke Balikpapan masih sangat kuat, saya mencari-cari alasan bagaimana agar bisa kembali ke kota tersebut, alhamdulillah ada undangan dari staff kantor yang menikah di Samarinda sehingga ada alasan untuk kesana sehingga niat saya kesampaian. 


Di bulan ini juga saya akhirnya menyempatkan diri ikut reuni SMA yang selama ini belum pernah saya hadiri, sekalian mengunjungi kampus sekolah saya bersama teman sekolah saat itu. 

Maret

Di Bulan Maret, covid-19 sudah semakin kuat, sudah mulai khawatir akan segera masuk ke Indonesia, melihat berita di berbagai media, berita tentang covid-19 ini sangat mengkhawatirkan, rencana saya traveling ke India pada akhirnya terpaksa saya batalkan karena kondisi sudah tidak memungkinkan, beberapa penerbangan sudah memberitahukan secara resmi pembatalan berbagai destinasi dan beberapa negara sudah memberlakukan lockdown, menutup diri dari warga negara asing yang akan masuk, termasuk negara destinasi saya, India. 

Setelah mendapat kepastian perjalanan saya batal, kemudian saya berfikir bagaimana mengisi hari libur yang ada saat itu dengan aktivitas, mulailah saya mencari informasi tentang event lari yang saat itu ada beberapa pilihan seperti Pocari Sweat Solo 10KM dan Mandiri Djojga Marathon 21KM, dua event lari yang saya skip karena waktu itu bentrok dengan jadwal traveling saya. Cari-cari informasi akhirnya dapat juga dua slot lari tersebut, pembayaran berhasil dilakukan, pencarian penginapan disekitar lokasi lari dan tiket perjalanan pun sudah saya booking. 

Covid-19 makin mengkhawatirkan, menjelang D-day, rupanya ada kabar bahwa di Kota Solo sudah ada beberapa warganya yang terpapar virus covid-19, saya masih berharap agar acara tetap terlaksana, untuk Kota Jakarta sudah mulai diberlakukan pembatasan berkerumun, dan tidak lama kemudian larangan berkumpul sudah mulai diberlakukan, tapi saya berharap ini belum terjadi di Kota Solo.

Namun rupanya virus covid-19 makin sulit dikendalikan dan dampaknya Kota Solo juga masuk dalam wilayah yang dimana dilarang adanya kerumunan dalam jumlah besar, efeknya Kota Yogyakarta yang bersebelahan pun memberlakukan hal yang sama, dengan demikian pupus sudah event lari Pocari Sweat Solo dan Mandiri Jogja Marathon diselenggarakan sesuai waktunya, sementara Pocari Solo membatalkan secara resmi acaranya, Mandiri Jogja masih menunggu kondisi membaik, meskipun pada akhirnya Mandiri Jogja dimundurkan waktunya ke tahun 2021. 



Masih di bulan Maret sebenarnya saya juga sudah mendaftar event lari trail pertama saya di Kawasan Gunung Papandayan, Papandayan Trail Run, namun saya batalkan event tersebut dan rupanya event tersebut juga dimundurkan ke tahun berikutnya. 

Meskipun event lari membatalkan penyelenggaraannya, namun aktivitas lari rutin tiap jumat sore dan minggu pagi tetap saya lakukan, meskipun dalam jarak tempuh yang tidak jauh, hanya untuk menjaga agar semangat berlari tetap terjaga disamping memang sudah menjadi olahraga yang menyenangkan. 

Di bulan Maret proses renovasi rumah saya, yang dimulai dari Februari, sudah semakin menampakkan hasilnya setelah sekian tahun rumah saya tinggalkan karena harus bekerja di luar Jawa. 


Di bulan Maret, Indosewatcamp masih menyelenggarakan kegiatan freeletics bersama, dimana saya mengikuti kegiatan mereka yang di Gandaria City setiap selasa malam, rupanya di bulan ini adalah aktivitas terakhir sebelum diberlakukan larangan melakukan aktivitas berkerumun mulai diberlakukan yang entah sampai kapan dibuka kembali.

April

Di Bulan April, kantor memberlakukan system bekerja dari rumah (WFH) selama 3 minggu dan rupanya terus berlanjut sampai setelah Idul Fitri.

Di bulan April sebenarnya ada event lari Jco Run lari 10KM di daerah BSD di awal bulan April, namun kembali diumumkan akan dimundurkan ke tahun berikutnya. 


Bulan April tahun ini sudah masuk bulan Ramadhan, selama bulan suci Ramadhan, saya tidak melakukan aktivitas lari karena selama berpuasa saya tidak mau memaksakan diri, meskipun sebenarnya sebelum covid menyerang, saya sudah merencakanan untuk ikut event Bintaro Night Run yang biasanya diadakan saat Bulan Ramadhan, namun akhirnya tidak jadi diselenggarakan, praktis tidak ada aktivitas lari yang saya lakukan selama bulan April.

Di Bulan April ini, Alhamdulillah rumah saya sudah siap ditempati dan mulai bulan ini juga saya mulai bertempat tinggal di rumah saya sendiri. 


Mei

Bulan Mei adalah bulan kemenangan, Hari Raya Idul Fitri, sudah bisa bisa melakukan aktivitas, rumah juga masih perlu banyak penyempurnaan yg lebih detail, tetapi over all sudah sangat menyenangkan untuk ditinggali.

Aktivitas lari minggu pagi juga sudah kembali dilakukan, kadang di Kawasan GBK, SCBD, CFD Sudirman atau di Kawasan Bintaro Emerlad dan bahkan di sekitar rumah. 



Juni

Memasuki Bulan Juni, juga demikian, masih dengan aktivitas lari pagi mingguan, ada event lari virtual Marathon Relay 10KM yang diadakan oleh sebuah komunitas lari international, juga event lari virtual Journey to Zero 5KM, bulan Juni masih disibukkan dengan kegiatan menata rumah, menata taman kecil di depan rumah dengan beberapa jenis tanaman hias. 



Lanjut di tulisan berikutnya ….


Komentar

  1. 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  2. Seperti buku diary berlari tanpa batas, tapi masih penasaran ama lanjutan ceritanya di tahun depan. Ntar kalo butuh editor buat editing buku perjalanan tanpa batas kabari saya ya👍👍👍

    BalasHapus
  3. Seperti buku diary berlari tanpa batas, tapi masih penasaran ama lanjutan ceritanya di tahun depan. Ntar kalo butuh editor buat editing buku perjalanan tanpa batas kabari saya ya👍👍👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park