Eksplorasi Nusa Penida - Kelingking Beach

Besok paginya kami sudah bangun dari pagi, sengaja kami tidak bergerak dari pagi karena hari ini hanya satu lokasi saja yang akan dikunjungi, Kelingking Beach Namanya, sebuah lokasi yang ikonik seperti yang ada di media social yang beredar.

Menurut penjelasan teman saya, akses turun ke bawah tebing Kelingking Beach ini sangat terjal dan jauh lebih terjal daripada beberapa pantai yang sudah kami kunjungi kemarin.

Setelah beberes, kami pamitan untuk check out, pemilik penginapan mengucapkan terima kasih sudah menginap disana, dan meluncurlah kami ke Kelingking Beach.


Sampai disana, sudah mulai ramai pengunjung, spot foto yang menjadi lokasi favorit untuk berfoto sudah banyak yang antri, teman saya menyarankan untuk turun lebih ke bawah lagi untuk mendapat pemandangan yang lebih bagus dan spot foto yang lebih menarik dan terhindar dari antrian.

Selama disana, masih diatas tebing, kami sempatkan mengambil beberapa foto dan video, kemudian kamu turun ke bawah.


Seperti penjelasan teman saya, untuk turun ke bawah jalannya sangat terjal, dibeberapa tempat turunnya sangat vertical sehingga lagi2 tidak disarankan untuk mereka yang takut ketinggian, karena untuk turun ke bawah, mau tidak mau kita akan melihat kebawah yang untuk turun ke bawahnya itu tinggi sekali, saya selalu membaca doa, karena track-nya yang sangat menantang.




Alhamdulillah akhirnya kami sampai juga dibawah, hanya ada 2 orang saat itu, berasa private beach, karena pantai yang luas, indah dan terpencil tetapi hanya segelintir orang yang ada disitu.

Tidak lama kemudian barulah beberapa orang dalam kelompok2 yang kecil mulai turun ke bawah, namun kedatangan mereka tidak mengganggu kenyaman kami untuk berfoto atau mengambil video, demikian juga mereka.



Kami habiskan waktu hari itu di Kelingking Beach, karena sore harinya kami akan kembali ke Pulau Bali untuk menginap dan besoknya pulang ke Jakarta.

Untuk naik kembali ke atas, lagi2 penuh dengan tantangan, haus yang mendera karena persediaan air minum yang saya bawa habis, tidak ada yg menjual air minum di bawah, panas yang  menyengat dan adrenalin yang dipacu paksa agar pendakian naik selamat.

Tidak jarang saya beberapakali berhenti saat naik ke atas, karena nafas yang tersengal, dada saya yang terasa sakit sekali, dan ketika melihat aplikasi pembaca detak jantung, ternyata detak jantung sangat tinggi sekali sampai mencapai angka maksimal yang direkomendasikan, karena jika saya paksakan tetap naik, saya khawatir pusing kepala dan tiba2 pingsan, saya sudah pasti akan terjun bebas ke bawah tanpa ada halangan yang mungkin bisa menyebabkan kematian akibat jatuh tersebut, setiap kali dada saya terasa sakit, saya segera stop sampai detak jantung kembali normal, begitu seterusnya sampai tiba d atas.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga saya di atas, segera saya memesan air kelapa segar, minum air mineral dan isotonic karena begitu hausnya saat dibawah.

Setelah itu kami berpacu dengan waktu untuk mengejar jadwal keberangkatan kapal penyeberangan kembali ke Pulau Bali, karena perjalanan yang berliku dan jauh, tepat 15 menit sebelum kapal berangkat, kami sudah tiba di pelabuhan, memarkirkan motor yang kami sewa sesuai kesepakatan, badan masih penuh dengan pasir pantai yang tidak sempat saya bersihkan karena ter-buru2 untuk ke pelabuhan.


Perjalanan eksplorasi di Pulau Nusa Penida berakhir menyenangkan

Untuk diketahui, bagi traveler type backpacer 1-4 orang, better naik motor untuk berkeliling Pulau Nusa Penida, saling berboncengan, lebih murah dan lebih mudah, efeknya adalah kepanasan sepanjang jalan, tetapi jurstru mendapat pengalaman lebih banyak daripada menyewa mobil untuk keliling pulau.

Demikain perjalan saya selama di Pulau Nusa Penida.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari