Langsung ke konten utama

Aku dan Corona di Tahun 2020

 ..........

Sejak pandemic covid-19 melanda seluruh dunia, membuat semua rencana menjadi berantakan, siapapun, tidak terkecuali saya, rencana-rencana kegiatan yang sudah saya susun sejak awal tahun sampai akhir tahun yang padat dengan aneka kegiatan, semuanya harus dibatalkan atau direncanakan kembali.

Seperti contoh, event lari, selama tahun 2020 ini saya sudah mendaftar ke beberapa event lari yang akan diselenggarakan sepanjang tahun ini, tahun 2020 ini seharusnya menjadi moment buat saya bisa menyelesaikan target finish kategori Full Marathon (FM) di beberapa event lari yang saya anggap penting untuk dijadikan target menyelesaikan target finish Full marathon, sebut saja Pocari Bandung Marathon dan Bali Marathon, kedua event ini yang ingin saya targetkan mendapat medali finisher kategori FM karena sebelumnya saya sudah mendapatkan medali Finisher FM di event Jakarta Marathon dan Borobudur Marathon, saya tuliskan list event lari yang saya sudah registrasi dan akan saya lariin serta list event lari yang belum buka pendaftaran namun saya akan ikutan sebagai berikut :

Januari – Superball Run di Kantor Walikota Jakarta Selatan, masih aman dari virus covid-19, berjalan lancar.

Februari – tidak ada event lari yang diikuti
Maret – Jogja Marathon – Half Marathon
April – Jco Run – 10K
Mei – Puasa dan Lebaran
Juni – Bogor Half Marathon – Half Marathon
Juli – Milo 10K, Pocari Sweat Marathon – Full Marathon
Agustus – Bali Marathon – Full Marathon
September – BNI UI Half Marathon
Oktober – Jakarta Marathon – Full Marathon
Nopember – Borobudur Marathon – Half Marathon
Desember – Pertamina Eco Run 10K, Surabaya Marathon – Full Marathon 
Dan masih ada beberapa event lari lain yang ingin saya lariin 

Semuanya ambyar, awalnya ada event lari yang di reschedule, namun sampai dengan waktu yang sudah ditentukan ternyata harus batal atau auto terdaftar untuk event lari tahun depan, ada lagi yang memang harus dibatalkan, uangnya dikembalikan.

Meskipun saat ini event lari tidak ada dan banyak orang yang suka berlari beralih ke sepeda efek dari tidak adanya event lari, yang bisa saya lakukan saat ini adalah tetap berlari meskipun hanya jarak-jarak pendek seperti 5-15KM per minggu nya, untuk menjaga kebugaran dan mempertahankan semangat berlari, selain itu juga saya mengikuti beberapa event virtual run sebagai bagian dari menjaga semangat berlari 

semoga tahun depan pandemic sudah berakhir, sudah ketemu vaksin pembunuh virus Corona sehingga event lari bisa diselenggarakan lagi.

Demikian juga dengan rencana perjalanan saya, tahun 2020 ini saya hanya menargetkan minimal hanya satu negara yang belum dan ingin saya kunjungi, India, semua sudah disiapkan dengan baik, tiket penerbangan, voucher hotel, transport domestic, serta itinerary perjalanan, sudah dibuat semua, namun apa daya, semua harus dibatalkan karena pandemic sudah mulai melanda seluruh dunia, lockdown, pembatasan kunjungan ke luar daerah, bahkan sampai ke luar negeri pun sempat dan sudah dilakukan,

Sampai tulisan ini dibuat, beberapa negara masih melakukan lockdown, masih melakukan pemberlakukan larangan atau pembatasan aktivitas keluar masuk orang dari dan ke luar negeri

Di dalam negeri sendiri pun, himbauan untuk tidak bepergian jika tidak terlalu penting, selalu dikumandangkan, di sosialisasikan, dari yang sangat ketat sekali sampai ada kelonggaran dengan beberapa aturan yang harus dipatuhi, seperti misalnya, melakukan pemberitahuan ke unit kerja jika hendak pergi keluar dalam area lebih dari 75 KM dari wilayah, melakukan rapid test sekembali dari melakukan perjalanan luar kota sebelum kembali bekerja di kantor, semuanya demi menjaga keselamatan kita semua, hastag #dirumaja #pakaimasker #cucitangan #jagajarak #phisicaldistancing #socialdistancing sering terlihat dan terbaca dimana-mana.

Efek dari adanya pandemic corona ini, merubah beberapa kebiasaan menjadi sebuah kebiasaan baru yang disebut dengan New Normal, dimana semua orang harus menjaga jarak, selalu menggunakan masker dimanapun bila bertemu dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan antiseptic, cara bekerja pun juga berubah, efek dari adanya pandemic ini, aktivitas bekerja yang selama ini lebih banyak dilakukan di kantor, mulai diperkenalkan metode bekerja dari rumah ( work from home ) istilah asingnya.

Efek dari pembatasan kegiatan berkerumun, membuat banyak tempat yang biasanya menjadi tempat berkumpul ditutup sementara, entah itu pusat keramaian seperti mall, bioskop, café, restaurant sampai pusat kegiatan olahraga seperti kegiatan Hari Bebas Berkendara ( car free day ), tempat fitness dan berbagai tempat lain yang terpaksa harus dihentikan operasionalnya sampai menunggu kondisi membaik, efek dari ini, kondisi ekonomi menjadi buruk, banyak perusahaan terpaksa memberhentikan karyawannya karena terhentinya kegiatan ekonomi mereka.

Efek yang langsung saya rasakan adalah kebiasaan baru, bekerja dari rumah, kebiasaan baru bekerja, melakukan meeting secara online dengan teman2 kantor atau koordinasi dengan unit kantor lain secara online melalui aplikasi meeting online Zoom, kegiatan olahraga saya yang sebelumnya rutin saya lakukan sementara terhenti seperti gym dan workout mengikuti komunitas olahraga di sebuah mall perbelanjaan, hanya olahraga berlari yang masih bisa saya lakukan dan itu pun dengan kondisi harus menjaga jarak dengan orang lain.

Sisi lain dari kegiatan yang lebih banyak di rumah, adalah, kebetulan saya baru selesai merenovasi rumah, mulai kembali mengisi rumah dengan perabotan rumah, mulai menata rumah, Alhamdulillah dengan banyaknya waktu yang disediakan di rumah membuat saya bisa lebih cepat menata rumah dan menikmati rumah dengan lebih nyaman.

Selain itu juga saya belajar menata taman, menanam tanaman hias agar rumah saya terlihat hijau segar dan teduh.

Efek dari pandemic ini, membuat orang lebih banyak di rumah, sekolah ditutup, masih takut atau khawatir keluar rumah apalagi ke tempat berkumpul banyak orang, karena khawatir terpapar virus covid-19, membuat tempat keramaian atau berkumpul menjadi sepi, jalanan lebih lengan dari biasanya, enak juga buat jalan2 berkendara di jalan yang biasanya macet, yang penting tetap memperhatikan protocol kesehatan.

Saat tulisan ini dibuat, Jakarta masih dalam kondisi zona merah (red zone) kondisi dimana orang yg terpapar virus covid paling banyak dan merata ke seluruh tempat di Jakarta, utk Indonesia, Jakarta dan Surabaya adalah dua kota yang paling banyak terpapar penduduknya

Mudah2an setelah ini, pandemic corona segera berangsur menghilang, vaksin pembunuh virus segera ditemukan sehingga tidak lagi menjadi kehawatiran orang banyak akan terpapar virus tersebut tanpa ada obat penyembuh yg lebih efektif selain isolasi diri

Indonesia dan Dunia kembali beraktivitas normal sedia kala

Amin Ya Robbal Alamin …….

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng