Langsung ke konten utama

Jalan-jalan ke Kota Samarinda dan Tenggarong (2)

Sore hari kami sudah tiba kembali di Kota Samarinda, lagi2 kuliner Durian yang banyak tersedia, kemudian kami sempatkan makan malam di Big Mall Samarinda yang berada di tepi Sungai Mahakam, setelah kenyang, baru kami beristirahat di penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya.

Minggu pagi kami sudah bersiap, sengaja hari ini kami keluar dari penginapan lebih siang karena ingin beristirahat lebih lama, selain itu tujuan kami hari ini adalah mengunjungi Samarinda Islamic Center sekalian shalat duhur dan ashar dijamak, lalu lanjut ke Desa Budaya Suku Dayak Pampang yang sedikit keluar Kota Samarinda.

Sebelum menuju Islamic Centre kami sempatkan makan siang di Kepiting Borneo yang katanya terkenal di Kota Samarinda.

Islamic Center yang ada di Samarinda ini megah dan indah, sangat nyaman dan menarik untuk dijadikan spot foto.









Setelah berpuas di Islamic Centre, kami sempatkan makan siang kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Pampang. Perjalanan dari Islamic Center ke Desa Budaya Pampang jika dilihat menggunakan google map sekitar 27 KM yang memakan waktu jarak tempuh selama kurang lebih 1 jam.

Sampailah kami di Desa Budaya Pampang, suasana saat itu lengang, ada beberapa pengunjung yang sudah tiba lebih awal, seharusnya jam 2 siang ini ada pertunjukan seni budaya mereka, tetapi entah kenapa siang ini sepi sekali, kami naik ke rumah panggung mereka juga hanya ada segelintir orang dan bukan pengunjung.




Tanya sana-sini rupanya hari ini warga Desa Pampang sedang berkabung karena ada salah satu warganya meninggal dunia dan rencananya sore nanti akan diadakan misa kebaktian, sehingga rangkaian kegiatan minggu ini ditiadakan.






Setelah berfoto-foto sebentar, akhirnya kami memutuskan untuk balik ke Balikpapan karena memang sudah tidak ada lagi yang perlu dinikmati di Kota Samarinda selain suasana kotanya itu sendiri.

Sebenarnya ada satu lagi wisata yang menarik di Kota Samarinda yaitu cruise Mahakam, menyusuri sungai Mahakam yang membelah Kota Samarinda menggunakan kapal wisata, namun karena waktu yang kami miliki tidak mencukupi akhirnya kami putuskan akan kembali suatu hari nanti ke Kota Samarinda.

Perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda menyusuri Taman Hutan Bukit Soeharto, semua kendaraan yang melaju dari dan ke Samarinda sebaiknya singgah dulu di rest area Tahu Sumedang yang ada di 5-60 KM pertama perjalanan dari estimasi sejauh 120 KM.

Demikian cerita perjalanan weekend kami mengunjungi Kota Samarinda dan Kota Tenggarong.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng