Selasa, 23 Juli 2019

Solo Traveling Eropa Balkan - Tirana, Albania


Lanjutan dari Kotor, Montenegro ...

Pagi ini saya kembali akan pindah kota, kali ini Kota Tirana, Ibukota Negara Albania, jadwal bus berangkat pukul 8:30 pagi dan jam 8 pagi saya sudah berada di terminal bus, bus sudah menunggu di terminal, perjalanan akan memakan waktu sekitar 5-6 jam tergantung kondisi di perjalanan, singkat kata berangkatlah bus sesuai dengan waktunya.
Seharusnya kemarin Kota Budva juga termasuk dalam itinerary perjalanan di Montenegro, tetapi karena saya fikir menikmati Kota Kotor sudah cukup dan waktu kunjungan di Montenegro juga terbatas, akhirnya  Kota Budva yang berjarak 1,5 jam perjalanan saya skip.

Proses imigrasi sama dengan yang sebelum2nya, dua pos imigrasi saling berhadapan sehingga memudahkan prosesnya, sementara ada satu kejadian yang agak bikin repot, pada saat semua paspor dan identitas penumpang dibagikan dan bus sudah berjalan lumayan jauh, tiba2 ada seorang penumpang menanyakan kartu identitasnya yang belum ditemukan, satu per satu penumpang dikonfirmasi apakah kartu tersebut tercecer di salah satu paspor penumpang atau tertiinggal, setelah dipastikan tidak ada di dalam bus, sang sopir segera memutar balik kembali ke pos imigrasi untuk mencari apakah munkin tertinggal disana, setelah proses pencarian akhirnya kartu tersebut ditemukan di pos imigrasi saat keluar dari Montenegro, bukan di pos imigrasi masuk ke Albania, entah bagaimana bisa proses di imigrasi Albania tidak melakukan pengecekan secara detail identitas penumpang sehingga bisa terlewat begitu saja. Apapun akhirnya keadaan normal kembali dan bus kembali melakukan perjalanan dengan lancer sampai tiba di Kota Tirana Albania.

Sebelum sampai di Tirana, sempat ada kebingungan dimana bus akan berhenti, karena jika membaca beberapa blog traveler dikatakan bahwa bus akan berhenti di agent bus masing2, sementara dari wikitravel yang saya baca juga dijelaskan bahwa terminal bus di Tirana terbagi ke beberapa lokasi, namun dijelaskan bahwa bus jurusan international akan berhenti di terminal bus di Asllan Rusli, sementara saya yang tadinya sudah memesan penginapan di dekat terminal terpaksa saya ganti pindah ke pusat kota dekat dengan agen bus tersebut, karena membaca artikel tentang Kota Tirana yang katanya masih rawan dengan kejahatan membuat saya jadi waspada terhadap segala kejadian di jalan.

Dan ternyata bus berhenti di Terminal Bus International Asllan Rusli, bukan di pusat kota, yang setelah saya cek dengan map offline saya berjarak sekitar 2 KM berjalan kaki atau sekitar 20 menit berjalan kaki, namun karena koper saya sudah semakin berat sepertinya waktu tempuh akan semakin lama, karena akan melewati kawasan pedestrian jalanan kota, untuk menghindari rasa malu karena bunyi gesekan roda koper dengan ubin jalan, saya sengaja memasang headphone saya sambil mendengarkan music dan bersikap santai meskipun kadang ada beberapa orang memperhatikan saya yang entah karena bunyi koper saya atau penampilan saya yang berbeda dengan mereka ….

Penginapan saya di seberang Tirana Interntional Hotel yang terletak di alun-alun Kota Tirana, sebelum sampai penginapan saya sempatkan ke agen bus Metropole yang hendak membawa saya ke Prishtina esok hari dan terkonfirmasi bahwa saya cukup menunggu di depan agent bus ini dan bus akan datang menjemput, hilang sudah kekhawatiran saya ttg ketibaan dan keberangkatan bus di Tirana ini, sebab saya tidak bisa membayangkan jika ternyata esok pagi bus harus berangkat dari terminal bus yang tadi, sementara jam keberangkatan saya pukul 6 pagi, jam segitu matahari belum muncul, saya harus berjalan lagi sejauh 2 KM setidaknya jam 5 pagi yang masih gelap dan udara masih sangat dingin di awal musim semi. Semangat saya kembali naik.

Saya menginap di Dionis Room, kamar yang berada di apartemen, dengan fasilitas yang cukup lengkap dan nyaman untuk beristirahat. Selesai urusan pembayaran dan simpan barang, segera saya sempatkan sisa hari di Tirana dengan berjalan alun-alun dan sekitarnya.


Mata uang Albania adalah Lek, 1 Lek setara dengan Rp. 132.-, dan saya berhasil menukarkan dengan pemilik penginapan karena saat menukarkan di money changer dekat agent bus tadi rupanya tutup.

Pertama sekali saya mencari tempat makan dan ketemu tempat makan ini, harganya murah, lengkap dan banyak serta lezat, pilihan dagingnya ayam, kambing atau pork, upssss ….. harus hati2.




Selesai makan saya berkeliling jauh sampai ke pemukiman, sepanjang jalan berderet toko2, cafe2 dan coffee shop yang teratur rapi, taman2 yang luas dan asri, bangunan2 yang meski terlihat tua namun tetap terawat dengan baik.



Saat membuka map offline, rupanya kawasan Pyramid yang oleh Wikitravel diminta untuk ber-hati2 karena katanya masih agak rawan kriminalitas, melihat situasi disana, saya beranikan diri untuk melihatnya, Pyramid ini sebenarnya bangunan museum dan monument untuk mengenang dictator Albania saat itu Enver Hoxha, selesai dari situ saya menyeberang jalan menuju Alun-alun, di seberangnya terdapat taman yang asri dan banyak orang2 berjalan-jalan atau sekedar duduk2 menikmati sore hari, berjalan lurus lagi saya kawasan kantor pemerintah dengan aristektur bangunan bergaya unik dan warna2 yang menarik.






Dekat situ terdapat bunker yang dulu katanya dibangun untuk melindungi warga dari serangan perang yang terjadi saat itu, bunker tersebut beberapa ada yang difungsikan menjadi semacam museum atau gallery seni rupa, saya tidak masuk ke dalam tapi cukup melihat dan menikmati dari depan saja.



Dan akhirnya saya tiba di Alun-alun kota yang saat itu sedang ada acara gathering club motor HD, di sekitar alun-alun terdapat National Histroy Museum, Bank Museum, Tirana International Hotel dan beberapa bangunan lain dan tidak lupa Patung Skanderberg dan masjid peninggalan Ottoman Mesjid Et’hem Bej, namun sayang sekali masjid sedang dalam proses renovasi sehingga saya tidak bisa melakukan ibadah disana.







Saya nikmati sore sampai menjelang gelap disitu, tidak lupa juga saya kembali makan malam di tempat yang sama dan membeli perbekalan buat sarapan besok hari, selesai sudah perjalana singkat saya di Tirana, kota yang sangat ramah menurut saya, tidak ada kesan suasana criminal ditempa2 yang saya lewati tadi yang menurut petunjuk di wikitravel baiknya saya hindari, karena suasanya begitu nyaman.

Esok pagi saya akan pindah ke Kota Prishtine …..
 

 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Borobudur marathon 2019 - Full Marathon

Ini adalah pengalaman lari Full Marathon kedua saya setelah Jakarta Marathon kemarin. Seperti yang sudah saya jelaskan di tulisan sebelumn...