Senin, 22 Juli 2019

Solo Traveling Eropa Balkan - Kotor, Montenegro


Lanjutan dari Dubrovnik, Kroasia ... 

Siang ini rencana saya akan pindah ke Kota Kotor yang ada di Negara Montenegro, perjalanan menempuh jarak waktu selama dua jam, dan sekarang saya sudah di central bus station Dubrovnik tempat kemarin saya tiba dari Sarajevo.

Singkat cerita bus berangkat sesuai jadwalnya, perjalanan kembali menyusuri pinggir pantai namun sekarang posisinya persis di atas tebing yang langsung menghadap ke laut, pemandangan sangat indah sekali sekaligus ngeri2 sedap, karena antara tepi jalan dan tepi jurang sangat dekat sekali jaraknya, namun  sepertinya tidak ada kendala selama perjalanan, terbukti tidak ada tanda/rambu2 peringatan tentang kecelakanaan atau kewaspadaan di jalan, mungkin karena tingkat keselamatan berkendara yang sangat baik di negara eropa sehingga hal ini tidak terlalu menjadi perhatian, nampak dari ketinggian sesekali saya menatap terakhir kalinya kota tua Dubrovnik dan sekitarnya yang sangat menawan.

Selain menyusuri pantai, perjalanan juga akan melewati terowongan yang sangat panjang sekali, sepertinya lebih dari 2 KM jauhnya karena sangat lama sekali saya berada di dalam terowongan tersebut.

Setengah perjalanan bus akan melewati pos lintas batas, di perbatasan keluar Croatia, kenek bus mengumpulkan paspor dan identitas penumpang lalu diberikan kepada petugas imigrasi dan penumpang menunggu di dalam bus, kemudian dalam jarak serratus meter kemudian bus akan melewati pos imigrasi negara Montenegro, disini semua penumpang harus turun dan menyerahkan sendiri paspor atau identitas kepada petugas imigrasi satu per satu, kemudian penumpang menunggu di tempat lain sampai semua penumpang bus menyelesaikan proses imigrasi lalu semua masuk kembali ke dalam bus melanjutkan perjalanan.

Perjalanan menuju Kota Kotor Montenegro benar2 sangat menakjubkan pemandangannya, tidak habis2nya saya berdecak kagum mengucap Subhanallah melihat kawasan peisir pantai laut adriatik memang sangat bagus dijadikan kawasan resort, selain lautnya yang biru juga tenang perairannya sehingga sepanjang jalan dari sejak Dubrvnik sampai Kota Kotor banyak sekali rumah tepi pantai atau kawasan resort dengan hotel2 yang berdiri di tepi pantai menambah keindahan dan kesan mewah daerah tersebut.

Dan tibalah saya di Kota Kotor yang merupakan kota resort sama seperti Dubrovnik, yang juga mempunyai kawasan Kota Tua yang dikelilingi benteng, dari terminal bus Kotor saya cukup berjalan kaki sekitar 10 menit untuk mencapai kawasan kota tua, dimana kali ini saya menginap di dalam kawasan kota tua Kotor yang saya cek harga penginapannya banyak yang murah bahkan sangat jauh lebih murah daripada Dubrovnik yang sangat mahal sekali, itulah sebabnya saat di Dubrovnik kemarin saya mendapat penginapan yg lumayan murah diluar kota tuanya.

Saya menginap di Kotor Bed and Breakfast Hostel, dengan tarif per malam 10 euro, dormitory isi bed 6 bed type bunk bed, Alhamdulillah bed saya ada di bagian bawah sehingga saya tidak perlu repot2 naik turun bed. Staff hostel sangat ramah menyambut saya dan setiap tamu yang datang menginap, tidak lama proses check in, staff menjelaskan dengan informative semua informasi mengenai Kota Tua Kotor, bahkan saya diberikan tips untuk dapat melihat Kota Kotor dari atas benteng Kotor di atas bukit tanpa harus melewati jalur resmi yang berbayar, tetapi melewati jalur belakang yang pemandangannya tidak kalah jauh indahnya, antara jalur belakang dan jalur resmi pada akhirnya akan bertemu pada titik yang sama di atas benteng Kota Kotor, spot terbaik melihat Kota Kotor keseluruhan dari atas dengan pemandangannya yang sangat indah.

Setelah staff hostel mengantar saya ke kamar saya dan menjelaskan semua fasilitas yang akan saya dapatkan selama menginap disana, yang sangat full fasilitas untuk penginapan sekelas hostel harga 10 euro. 

Di dalam kamar dormitory type campur ini sudah ada dua cewek traveler asal Vietnam dan Braziil yang kami langsung ngobrol satu sama lain bercerita tentang perjalanan yang sudah kami tempuh  masing2, setelah itu saya keluar mencari makan ke supermarket yang tadi saya lewati dari terminal bus, Karena membeli makanan dan minuman di supermarket jauh lebih murah daripada membeli makanan dan minuman yang disediakan di resto atau rumah makan, kebetulan penginapan menyediakan dapur lengkap dengan segala fasilitasnya sehingga saya hanya perlu membeli makanannya, tinggal dimasak sebentar atau dipanaskan, siap santap, sementara utk minuman panas semacam kopi atau teh sudah disediakan gratis termasuk gula-nya, asyik kaaaaan …… sore itu saya beristirahat di penginapan sambil menikmati makanan yang saya buat.



Esok harinya, berdasarkan penjelasan dari staff hostel kemarin, saya mencoba menyusuri jalan, namun ketika hendak memasuki jalurnya seperti ada rasa keraguan karena jalurnya seperti melewati rumah orang lain dan nampak dari jauh seperti ada jalur instalasi listrik yang bikin ragu, akhirnya saya mencoba mengelilingi kawasan lain diluar benteng, ketemu satu mall kecil yang ada supermarket didalamnya, selain itu di depan kawasan ada dermaga kapal pesiar dan sedang bersandar kapal pesiar yang sangat besar sekali yang saya hitung ada 6 lantai tingginya, seperti hotel terapung saja jadinya saya lihat, saya melihat-lihat sambil sesekali mengamati bukit yang akan saya daki.

Nampak dari kejauhan saya perhatikan ada titik2 berwarna yang bergerak seperti naik turun, saya amati lagi dengan seksama dan benarlah itu merupakan jalur pendakian yang dimaksud, nampak memang titik2 tersebut adalah orang2 yang sedang mendaki atau yang sedang turun dari bukit, namun demikian jalur tersebut adalah jalur resmi yang harus membeli tiket seharga 10 euro, sementara saya akan menempuh jalur dakian lewat jalur belakang.

Setelah meyakinkan diri, apalagi setelah mendengar cerita traveler Vietnam dan Brazil kmrn tentang jalur pendakian alternative tersebut, saya beranikan diri mengikuti jalur alternative tersebut, dan kebetulan sekali di belakang saya ada dua traveler yang nampaknya hendak melakukan pendakian jalur yang sama, yaudah saya tambah mantap untuk naik.





Jalur pendakian meski bukan jalur resmi tapi sudah tertata rapi meksipun jalurnya masih beruba batu2an yang diatur rapi namun tetap nyaman untuk dilewati, awalnya terasa sepi dan agak ngeri, apalagi saya bertemu beberakali dengan anjing yang lewat ( gak pede kalo ketemu anjing besar J ), dan akhirnya di tengah perjalanan nampak saya lihat beberapa traveler yang akan naik dan ada juga yang turun, semakin tinggi pendakian semakin indah pemandangan, jalur mendaki sepanjang hampir 2,5 KM tidak terlalu terasa, apalagi saat di perjalanan saya bertemu traveler dari Panama yg juga hendak naik, dan kami mendaki bersama sambil bertukar cerita, dan menariknya ketika dia sudah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia.

Singkatnya kami sudah tiba di titik spot pendakian, dengan pemandangan yang menakjubkan, udara yang bersih, cuaca yang cerah, langit bersih dan dari ketinggian betapa indahnya pemandangan Kota Kotor, tidak bosan2nya menatap sambil duduk2 dari atas ketinggian melihat sekeliling.







Setelah cukup puas diatas, saatnya saya turun, saya agak ragu apakah akan kembali melewati jalur semula atau ikut jalur yang resmi untuk turun ke bawah, temen Panama sudah pamit turun duluan karena ditunggu istrinya dan saya lupa menanyakan apakah akan lewat jalur semula atau jalur resmi. Sambil melihat2 pemandangan, saya coba menuruni jalan dan coba melewati jalur semula, namun tanpa disadari rupanya saya malah masuk ke jalur jalan resmi, saya jadi ragu apakah tetep lanjut turun atau coba cari jalan yang awal, namun saya teringat penjelasan staff hostel jika jalur turunnya bisa pakai jalur resmi karena petugasnya juga gak akan menanyakan tiket masuk tadi, antara ragu dan yakin akhirnya saya tetep turun juga sambil membayangkan seandainya saat dibawah ada pemeriksaan yasudah saya akan bayar atau naik ulang lalu melewati jalur mendaki yg awal. Namun akhirnya saya lega juga karena rupanya seperti penjelasan staff hostel kalau petugas disana tidak akan memperhatikan dan memeriksa semua pengunjung yang turun. Padahal kalau diperhatikan hampir semua penginapan memberikan informasi yang sama tentang jalur pendakian alternative ini, tapi nampaknya pemda sana tidak terlalu menghiraukan jalur ini dan juga spt tidak akan menutup jalur alternative ini bahkan malah spt dibiarkan.






Sisa hari saya nikmati untuk berjalan2 keliling area kota tua yang kondisinya tidak semewah Dubrovnik, lebih sederhana, namun justru lebih menyenangkan, karena selain harga2 lebih murah juga friendly and warm. Kota Kotor kota resort, penduduknya ramah dan sangat menyenangkan selama melakukan perjalanan disini.









Esok pagi saya akan melanjutkan perjalanan ke Kota Tirana, Albania ….
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Weekend ke Pasar Lok Baintan di Banjarmasin

Jantung saya berdebar dengan keras tatkala melihat penujuk waktu di tangan sudah menunjukan pukul 17:20 dan saya baru sampai di parkiran...