Senin, 22 Juli 2019

Solo Traveling Eropa Balkan - Dubrovnik, Kroasia


Lanjutan dari Sarajevo, Bosnia Herzegovina ...
Jam 10 pagi adalah jadwal bus yang akan membawa saya dari Kota Sarajevo menuju Dubrovnik, saya sudah tiba di Central Bus Station jam 8:30 pagi karena saya fikir tidak ada lagi yang harus saya lakukan di dalam kota. Dari Sebilj saya naik trem nomor 3A dan turun di Central Bus Station, lalu ke bagian loket untuk kembali konfirmasi nomor platform bus yang akan membawa ke Dubrovnik. Tidak lama kemudian seusai jawal, bis tiba dan berangkat on time menuju Kota Dubrovnik, perjalanan akan memakan waktu sekitar 5 jam.

Kota Dubrovnik seperti kawasan otonomi khusus Croatia atau bagaimana, karena secara lokasinya terpisah secara administrative dengan Croatia, dalam artian berada di “dalam”wilayah Bosnia, jadi perjalanan ke Dubrovnik dari Kota Sarajevo, akan melewati 4 kali pos batas Bosnia dan Croatia.
Pertama kali akan bertemu dengan Pos lintas batas Bosnia di Kota Metkovic, dimana disini paspor kita hanya di cek dan dilakukan stempel karena keluar dari Negara Bosnia, lalu berjarak serratus meter sudah ada pos lintas batas Croatia dimana disini paspor di stemple oleh pihak Croatia sebagai penanda masuk, kemudian bus melanjutkan perjalanan.

Sekitar 1 jam perjalanan bus akan kembali bertemu dengan pos lintas batas Croatia-Bosnia dengan kondisi yang sama, namun di Pos Croatia paspor kita hanya di cek kemudian seratus meter kemudian terdapat pos linta Bosnia kembali dilakukan hal yang sama, karena disini kita keluar dari Negara Craotia dan masuk kembali ke Negara Bosnia.
Lalu tidak lama kemudian bus masuk lagi ke Negara Croatia dimana juga terdapat Pos Lintas batas Bosnia-Croatia dengan perlakukan yang sama. Dan proses ini cukup memakan waktu, belum lagi jika ada penumpang yang surat2 dokumennya masih memerlukan penelitian lagi.
Sepanjang jalan sejak masuk ke negara Croatia di pos pertama, perjalanan melewati daerah pinggir laut Adriatik dengan pesona keindahan pemandangan yang luar biasa cantiknya.
Dan akhirnya saya tiba di Central Bus Station Kota Dubrovnik yang nampaknya bersebelahan dengan Pelabuhan Kapal Pesiar yang kapalnya besar2 sekali.

Dari depan station saya naik bus nomor 1 menuju Kota Tua Dubrovnik berhenti di Pile Gate, gerbang kota tua, dari situ saya berjalan kaki menuju penginapan yang berada tidak jauh namun jalannya menanjak landai, cukup merepotkan jika membawa koper ditambah kondisi jalannya yang tidak rata dari batu2 namun sangat rapi dan bersih.

Tidak lama kemudian sampailah saya di penginapan Rooms Garden yang berada di pinggir jalan mepet sekali tidak mempunyai halaman sehingga saya harus meletakkan koper saya di area pejalan kaki yang juga sempit. Ber-kali2 saya pencet bel memberitahu ke pemilik hostel namun tidak ada respon sama sekali, sementara kawasan sekitar sangat sepi tidak ada nampak aktivitas, ada jendela terbuka saya coba longok ke dalam rupanya kamar2 dormitory dan tidak ada orang, cukup lama saya menunggu tanpa ada kabar dan akhirnya saya letakkan koper saya persis d depan pintu dan saya menunggu di seberang jalan sambil berharap ada tamu atau pemilik penginapan membuka pintu.

Dan tidak lama kemudian datanglah salah satu penghuni penginapan dan segera saya ikut masuk ke dalam, saya bertanya dimana resepsionist dan diberitahu bahwa saya harus ke lantai dua, saya ikuti petunjuk dan diatas saya menemukan informasi bahwa saya harus menghubungi pemilik penginapan, Drako namanya melalui nomor whatsapp dan disediakan login password wifi utk bisa terkoneksi. Saya coba menghubungi nomor tersebut namun tidak aja juga jawaban dari seberang, saya kirim chat whatsapp pun belum terbaca sama sekali, karena cukup lelah saya menunggu diatas duduk di kursi2 seperti taman, beberapa lama kemudian muncul seorang kakek dan saya langsung menanyakan pemilik penginapan, dengan Bahasa inggris terbatas sang kakek memberitahu pemilik penginapan yang rupanya sedang tidur di salahsatu kamar.
Akhirnya saya diantar ke kamar yang tersedia, Drako sangat ramah dan setelah itu semuanya berjalan dengan baik.
Karena hari masih siang dan cukup waktu hari itu buat saya jalan2, saya nikmati siang sampai sore dengan berjalan keliling Kota Tua Dubrovnik yang saya tangkap dari kesan pertama merupakan kawasan kota tua yang sangat mewah dengan astistekur dan kualitas bangunan yang megah dan indah, dominan dari batu dan marmer menambah kesan anggun dan gagah benteng kota tua Dubrovnik.







Saya amati harga2 di Dubrovnik sangat mahal, sebagai contoh satu botol air mineral ukuran standard harga dalam rupiah sektar 20 ribu, sementara di negara2 yg sblmnya sudah saya kunjungi harga air mineral masih dalam batas wajar sekitar 0.3-0.4 euro atau sekitar Rp 6.000.-, belum lagi harga makanan dan souvenir yang ditawarkan harganya sangat mahal. Meski demikian saya tetap harus makan dan minum menjaga kesehatan, menikmati keindahan Dubrovnik.
Esok harinya sebelum saya pindah kota dan negara, sekali lagi saya nikmati suasana di Kota Tua Dubrovnik, aristek bangunan dan suasananya yang tidak saya sangka sangat meriah, yang tadinya saya berfikir kota yang jauh dari keramaian malah justru sangat ramai dengan turis, dan yang tidak saya ketahui sebelumnya jika kota tua ini dijadikan lokasi syuting serial The Game of Throne yang sangat terkenal dan bahkan banyak pihak tour menawarkan paket perjalanan wisata a la GOT ini, selain itu juga souvenir disana banyak menjual pernak Pernik serial tersebut, karena saya blm pernah menonton satu seri pun, jadi saya tidak terlalu paham dengan alur ceritanya tetapi mungkin ini yang menjadi salah satu daya tarik Kota Tua Dubrvnik sehingga menjadi ramai sekali.












Dan sayapun kembali ke penginapan untuk bersiap menuju Centar Bus menuju Kota Kotor, Montenegro ….
 

 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Weekend ke Pasar Lok Baintan di Banjarmasin

Jantung saya berdebar dengan keras tatkala melihat penujuk waktu di tangan sudah menunjukan pukul 17:20 dan saya baru sampai di parkiran...