Rabu, 03 Januari 2018

Trip ke Raja Ampat



Selamat Siang...
Kepada Yth calon penumpang NAM AIR rute TERNATE-MANADO dengan nomor penerbangan IN699 hari ini, Sabtu 23 Desember 2017,
Mengalami keterlambatan/Delay dari jadwal awal jam 18.30 wit di Undurkan ke jam 20.00 wit (dikarenakan alasan operasional)
Untuk itu diharapkan melapor CHECK IN di bandara jam 18.00WIT
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Info lengkap, hubungi kantor perwakilan kami 0921-3122299, 082190660505

terima kasih
Sriwijaya Air Grup

Demikian sms yang saya terima menjelang pukul 3 sore waktu Ternate ketika akan memulai perjalanan menuju Raja Ampat, baiklah, mudah-mudahan tidak delay berkelanjutan, meskipun dengan pemberitahuan delay tersebut, berarti saya gagal menikmati sabtu sore di Kota Manado karena penerbangan ke Sorong dilanjutkan esok paginya, namun kalau difikir saya bisa menghemat pengeluaran, masa menunggu sampai pukul 8 malam saya manfaatkan dengan ngopi2 sambil menikmati wifi di kopi Djarod yang terletak dibelakang stadion.
Namun karena saya sudah terlanjur mengiyakan tawaran teman untuk diantar ke bandara pukul 5 sore, akhirnya mau tidak mau saya ke bandara pukul 5 sore meskipun saya tau pasti di bandara sudah sepi dengan aktivitas, mau bilang jadwal dimundurkan antar ke bandara juga ada rasa sungkan karena sepertinya teman juga punya keperluan lain dengan keluarganya. Jam 5 sore teman sudah datang, Baiklah otw to Bandara Sultan Babullah Ternate ......
Perjalalanan ke bandara tidak terlalu lama, selain karena letaknya tidak terlalu jauh, juga akses menuju ke bandara tidak macet, padahal kami pun berkendara tidak terlalu ngebut, tiba di bandara suasana memang sudah sepi, hanya ada beberapa orang yang sepertinya sisa2 penumpang yang belum terangkut ke kota dari penerbangan terakhir, toko-toko masih ada beberapa yang buka, beberapa kendaraan nampak masih terparkir.
Saya duduk di salah satu kursi menunggu, sambil mendengarkan musik, sambil memperhatikan kesibukan akivitas beberapa orang, saya perhatikan penumpang yang satu tujuan dengan saya satu per satu mulai berdatangan.
Jam 7 sore saya masuk untuk check in, saat itu juga pesawat NAM Air take off menuju Ambon, dan selesai shalat jamak maghrib dan isya, saya menunggu di ruang keberangkatan, jam 7:30 sesuai waktu yang tertera di tiket, seharusnya kami sudah boarding, namun tanda2 keberadaan pesawat NAM Air belum juga nampak, petugas darat perusahaan mulai membagikan kue2 sebagai bentuk permintaan maaf karena keterlambatan penerbangan, jam 8 waktu yang dinantikan, kami juga belum terbang, penumpang mulai gelisah karena menunggu dengan ketidakpastian.
Jam 8:30 pesawat NAM Air dari Ambon sudah mendarat, pesawat itulah yang akan menerbangkan kami ke Manado, namun lagi2 kami belum mendapat kepastian penerbangan, jam 9 lewat, saya dan beberapa penumpang datang ke meja boarding menanyakan kepastian penerbangan, dan diberitahukan bahwa pesawat masih dalam pergantian spare part yang rusak, tidak ada pejabat yang kompeten yang hadir untuk menjelaskan, hanya petugas2 NAM Air yang merupakan pihak ke-tiga, yang bukan merupakan pegawai resmi NAM Air yang tampil menjelaskan.
Setelah sekian lama perdebatan yang tidak mendapat kepastian, sekitar pukul 10 malam, tiba2 ada pengumuman dari seorang bapak yang ternyata seorang kepala bandara yang memberitahukan bahwa pesawat tidak bisa diterbangkan karena kendala teknis, spare part yang diperlukan untuk mengganti bagian yang rusak rupanya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, pihak maskapai tidak menyediakan pesawat alternatif/pengganti dan untuk ketersediaan spare part tsb harus menunggu pesawat Sriwijaya yang akan datang besok pagi dari Jakarta, yang dengan demikian, berarti kami semua bisa terbang besok paginya untuk terbang ke Manado yang jarak tempuhnya hanya sekitar 1 jam kurang lebih, namun ternyata kami harus menunggu sampai lebih dari 12 jam.
Karuan saja seketika kegaduhan, emosi campur aduk terjadi, rasa marah, kesal, sedih, bingung bersatu padu diantara penumpang karena kebetulan sekali waktunya berdekatan dengan perayaan Hari Natal dimana banyak sekali penumpang yang akan terbang hendak pulang menuju kampung halaman masing2 hendak merayakan Natal.
Banyak juga diantara penumpang tersebut yang sudah memesan kendaraan dari bandara menuju kota lain, yang sudah memesan hotel dan keluarga yang sudah berada di bandara menunggu ber-jam2 dengan ketidakpastian penerbangan, banyak juga yang hendak melanjutkan penerbangan lanjutan ke tujuan berikutnya, saya contohnya, saya harus melanjutkan penerbangan ke Sorong besok paginya jam 4:30 dan harus tiba di Sorong jam 7 pagi karena sudah ditunggu oleh pihak agen tour yang saya pesan untuk perjalanan ke Raja Ampat.
Tidak lama setelah pemberitahuan resmi diumumkan bahwa saya tidak bisa terbang malam itu, saya segera memberitahukan ke pihak agen tour kalau saya sangat terlambat tiba di Sorong, dari pihak agen tour memberitahukan bahwa saya masih bisa ikut tour jika saya tiba di Sorong sebelum jam 12, ketidakpastian ini membuat saya semakin bingung apakah saya akan membatalkan ikut trip ini atau tetap ikut tapi dengan waktu yang masih belum pasti.
Sesuai dengan aturan dari kementerian perhubungan,, maskapai yang terlambat memberangkatkan penerbangan lebih dari 3 jam, harus memberi uang kompensasi sebesar Rp 300.000 per penumpang, dan karena saat itu juga malam sudah larut, pihak maskapai juga harus menginapkan semua penumpang sampai besok pagi menjelang penerbangan.
Setelah sampai di penginapan, pukul 02:33 wit saya kembali mendapat sms yang berbunyi sebagai berikut :
Selamat Pagi..
Diinfokan kepada seluruh penumpang cancel flight NAM AIR dengan tujuan TTE-MDC tgl 23 Desember,diberitahukan bahwa penerbangan NAM AIR tujuan TTE-MDC dialihkan ke hari Minggu tgl 24 Desember besok jam 10.00 WIT.
Para penumpang dimohon  mempersiapkan diri untuk penjemputan di hotel masing-masing jam 08.00 WIT.

Terima Kasih dan Mohon Maaf atas ketidaknyamanan ini..
Sriwijaya Air/Nam Air

Pihak maskapai menghubungi saya melalui telepon terkait kepastian penerbangan lanjutan saya ke Sorong, pihak maskapai memberitahukan bahwa penerbangan lanjutan saya ke sorong masih belum ditentukan menunggu kabar dari Jakarta, saya sempat berucap untuk membatalkan seluruh penerbangan saya dari ternate ke sorong dan sebaliknya, dan minta dikembalikan semua uang tiket saya 100%, pihak maskapan bilang akan menyanggupi, lalu telepon ditutup.
Tidak lama kemudian, kembali pihak maskapai menghubungi saya dan menginformasikan bahwa dari kantor pusat Jakarta memastikan bahwa saya akan diterbangkan ke Sorong besok pukul 10 pagi dan tiba di Sorong sekitar jam 12, dengan kepastian itu saya mengurungkan rencana pembatalan tiket penerbangan saya.
Malam itu saya tidak bisa tidur karena lelah fikiran memikirkan keadaan hari ini dan ketidakpastian besok hari.
Besok paginya, semua penumpang kembali berkumpul di bandara, sesuai jadwal di sms yang dikirim seharusnya jam 1o kami sudah terbang ke Manado, namun sampai jam 10 kurang belum juga ada tanda2 semua penumpang disuruh masuk, petugas masih sibuk dengan kegiatan pemberian voucher kompensasi dan penumpang kembali disuruh menunggu, cara mereka bekerja sangat tidak efisien, membuang waktu, karena seharusnya proses pemberian kompenasi penumpang bisa langsung masuk ke pesawat, namun ini tidak demikian.
Dalam proses menunggu itu, keponakan dan teman saya yg akan ikut trip memberitahukan bahwa pesawat Sriwijaya mereka yang terbang dari Jakarta ke Sorong dengan transit di Makasar juga delay 5 jam di makasar, sehingga mereka juga terlambat tiba di Sorong. Saya juga memberitahukan kepada pihak agen tour bahwa  saya akan terlambat sampai di Sorong, namun mendapat jawaban bahwa saya masih ditunggu di Sorong karena rupanya banyak juga rombongan lain yang datang terlambat, lega juga mendapat kabar demikian, namun rasa kesal masih tetap karena pesawat ke manado belum juga diterbangkan.
Jam 11 wit akhirnya kami diterbangkan ke Manado, sampai Manado jam 11 wita, jam 12 wita terbang ke Sorong dan tiba di sana jam 1 wit lewat, saya sudah pasrah akan ditinggal, menjelang pesawat mendarat saya terpaksa mengaktifkan telepon dan mendapat whatsapp ttg kepastian kedatangan saya, seketika itu juga saya kabari bahwa saya sebentar lagi akan mendarat, dan Alhamdulillah mereka masih menunggu.

Segera setelah mendarat di Bandara Sorong, saya berjumpa dengan keponakan dan teman saya dan disegerakan menuju pelabuhan rakyat Sorong untuk naik kapal ferry cepat untuk penyeberangan ke Pulau Waisai dengan perjalanan sekitar 2 jam, sementara sebagian rombongan yang lain sudah ada yg mengikuti tour, sementara kami bertiga dan ada satu lagi satu keluarga dari surabaya berjumlah 6 orang yang juga mengalami hal yang sama dengan saya, pesawatnya delay.



Tiba di Pelabuhan Waisai langsung di sambung dengan private boat milik perusahaan agen tour untuk singgah ke penginapan salah satu rombongan di Raja Ampat Dive Lodge di Pulau Mansuar, masalah datang lagi, ketika turun dari kapal ferry di pelabuhan waisai, rupanya tas koper salah satu penumpang tertukar dengan penumpang yang lain, dan itu diketahui setelah semuanya tiba di penginapan yang berjarak sekitar 1 jam lebih dari pelabuhan.



Mau tidak mau speed kembali ke pelabuhan waisai untuk mencari tas koper yang tertukar, sementara semua peserta dititipkan di dermaga penginapan sambil snorkeling dan menikmati pemandangan sore sampai matahari terbenam.




Air laut yang jernih, terumbu karang beraneka warna dan ikan2 yang berenang dengan gembira menemani kami yang sedang menunggu, ikan2 dengan aneka warna tersebut sangat banyak dan sangat dijaga keberadaannya karena memang kawasan Raja Ampat ini merupakan kawasan konservasi yang terjaga, tidak boleh ada aktivitas memancing secara ilegal.
Akhirnya kami tiba di penginapan homestay di Pulau Arborek, sesuai dengan paket tour yang kami ambil, paket homestay menginap d penginapan tanpa Ac dan kamar berbagi.
Rumahnya mungil, khas Papua yang terbuat dari anyaman daun kelapa, menghadap laut, dan lebih unik lagi kamarnya dibungkus dengan semacam kelambu sehingga memancarkan suasana romantis bagi mereka yang memang mau berduaan, karena pilihan kamarnya seperti itu dan tidak ada pilihan model homestay yang lain, mau nggak mau akhirnya kami tidur di kasur model begitu.



Kebetulan rumah yang kami tempati ada tiga kamar, satu kamar yg lebih luas diisi oleh keluarga dari Swiss dengan dua anaknya, malam itu kami kelelahan, masing2 dari kami sudah memberitahukan bahwa tidurnya akan ngorok, dan benar saja, malam itu suara dengkuran saling bersahut-sahutan, antara capek, gerah dan berisik suara dengkuran, saya lewati malam itu ditemani dengan suara dengkuran. Besok paginya ketika sarapan, temen2 rupanya memang tidak benar2 tidur dengan nyenyak, kami saling berkomentar dan bukan komentar tentang dengkuran masing2, tetapi dengkuran bule yang cowok suara dengkurannya paling juara hahahahaha ......
Setelah semua sudah rapi, rencananya pagi ini kami akan mengunjungi Pulau Piaynemo, Telaga Bintang, Batu Pensil dan Pasir Timbul, namun karena masalah tas koper yang belum kunjung selesai, kami kembali menunggu, efeknya adalah terpaksa beberapa tempat di-skip karena pertimbangan waktu yang sudah mulai terang.






Selama menunggu, lagi2 kami menikmati keindahan alam bawah laut pulau Arborek yang sangat bening dan terang karena pantulan sinar matahari, ingin rasanya snorkeling lagi tapi tertahan karena kami harus ke piaynemo.
Kunjungan kami pertama ke Pulau Piaynemo, gugusan kepulauan yang katanya mirip dengan gugusan pulau yang ada di Kepulauan Wayag yang lokasinya masih 2-3 jam lagi dengan speed, dan itu bukan bagian dari paket tour yang kami ambil, ternyata suasana di atas puncak sudah ramai dengan rombongan yang lain, kami secara teratur bergantian dengan rombongan yang lain untuk dapat mengambil dokumentasi dan menikmati suasana.









Selesai berfoto-foto kami segera turun untuk menuju ke Telaga Bintang, bentuk seperti bintang ini bisa dilihat dengan cara naik ke atas puncak bukit yang jalurnya lebih terjal, dimana kita harus berpegangan pada batu2 kars, daripada saat naik ke puncak Piaynemo yang jalurnya sudah diberi fasilitias tangga naik ke atas.




Selesai dari sana, kami lanjutkan makan siang di penginapan homestay piaynemo, setelah itu bertukar speed dengan rombongan lain, karena diantara rombongan kami ada yang mengambil paket tour 3 hari 2 malam ke Wayag, sementara paket yang saya ambil paket 2 hari 1 malam, kami lanjutkan snorkeling di pulau terdekat kemudian setelah selesai snorkeling, karena hari sudah semakin sore, kami segera kembali ke Sorong menggunakan private boat milik perusahaan, bukan lagi menggunakan kapal ferry cepat seperti kemarin, karena ternyata kapal ferry cepat yg kemarin saya tumpangi saat kedatangan itu dikarenakan kami terlambat dan kami diikutkan utk segera bisa bergabung, perjalanan menggunakan private boat dari Pulau Waisai ke Sorong sekitar 1 jam lebih lambat daripada menggunakan kapal ferry cepat, namun demikian saya lebih menikmati menggunakan private boat karena pemandangan lebih luas untuk dinikmati. Tiba di Pelabuhan Usahamina Sorong sekitar jam 8:30 malam, sudah ditunggu pihak tour untuk diantar ke masing2 penginapan yang kami pesan. 






Malamnya kami ber-4, menginap di Hotel Indah yang sudah dipesankan oleh teman kantor yang dulu pernah bertugas di Tobelo yang sekarang pindah ke Sorong, sebenarnya lokasi hotel berada di pusat kuliner kota Sorong, namun karena saat itu bersamaan dengan suasana Natal dan kebetulan ada edaran himbauan dari pihak Pemda Sorong untuk tidak melakukan aktivitas bisnis selama dua hari Natal, suasana kota menjadi sepi, malam itu kami dijamu makan malam di rumah teman dan esoknya kami diantar mencari souvenir Sorong yang memang karena saat itu toko masih banyak yang tutup jadi agak kesulitan kami mencarinya, Alhamdulillah ada satu toko yang tetap buka, setelahnya kami diantar ke bandara untuk penerbangan tujuan masing2, keponakan saya dan teman tujuan langsung ke Jakarta sementara saya ke Ternate dengan transit di Manado, Alhamdulillah penerbangan kembali kami lancar tanpa ada delay.
Perjalanan ke Raja Ampat berakhir.
Demikian sedikit cerita tentang perjalanan saya ke Raja Ampat.
 

4 komentar:

  1. ... Alhamdulillah ... penyampaian ceritanya sekarang lebih nyaman ,meski terasa ada kesal,marah,lelah, cukup menggambarkan betapa "keindahan ini sungguh harus diperjuangkan" untuk bisa menikmatinya dengan RASA LEGA & BANGGA.
    ������

    BalasHapus
  2. Kasurnya romantis banget... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. banget (buat yang merasa romantis) hehehe

      Hapus

Weekend ke Pasar Lok Baintan di Banjarmasin

Jantung saya berdebar dengan keras tatkala melihat penujuk waktu di tangan sudah menunjukan pukul 17:20 dan saya baru sampai di parkiran...