Jelajah Iran - Tehran ( part 1 )

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kaki ini menapak di negara Iran, sebuah negara yang sejak dulu ingin saya kunjungi karena terkagum dengan orang2nya saat saya menjejak tanah suci di Arab Saudi.

Selama bepergian di negeri para Mullah ini ada beberapa kota yang sempat saya kunjungi antara lain Tehran, Yazd, Esfahan dan Shiraz masing2 dengan keindahan dan sejarahnya sendiri-sendiri.

Perjalanan selama di Iran mengambil masa sekitar 8 hari efektif dari total sekitar 10 hari perjalanan saya, saya akan ceritakan perjalanan saya di tiap kota sesuai dengan apa yang saya rasakan dan nikmati saat berada disana.

Perjalanan saya ke Iran menggunakan penerbangan Emirates, dengan transit di Dubai, akan saya ceritakan sedikit perjalanan saya saat transit di Dubai nanti, dengan menggunakan jenis pesawat Airbus A300-800 dan Boeing 777-800, dua jenis pesawat terbang yang besar sekali dengan service penerbangan bintang 5 terbaik di dunia, Alhamdulillah saat itu saya mendapat tiket penerbangan promo yang kalau dihitung saya dapat diskon hampir 50% dari harga tiket normal.

Jalur penerbangan saya adalah Jakarta ke Kuala Lumpur dengan Malaysia Airlines, lalu Kuala Lumpur ke Tehran dengan Emirates transit beberapa jam di Dubai, lama perjalanan Jakarta ke Kuala Lumpur sekitar 2 jam, Kuala Lumpur ke Dubai sekitar 6,5 jam, lalu Dubai ke Tehran sekitar 2 jam penerbangan.




Penerbangan dari Kuala Lumpur jam 19:20, sampai di Dubai pukul 22:10, transit sekitar 5 jam lalu lanjut penerbangan ke Tehran, tiba di Imam Khomeini International Airport Tehran sekitar pukul 5 pagi waktu setempat.

Sesampai di Airport, saya bergegas menuju konter Visa On Arrival, berdasarkan penjelasan yang saya baca di beberapa blog traveler, Visa untuk Indonesia bisa dilakukan melalui Kedutaan Iran di Jakarta dan biaya Visa sekitar 20 USD, namun kita juga bisa mengajukan VOA saat kedatangan namun dengan biaya visa lebih mahal, sekitar 58 USD. Karena pertimbangan waktu yang tidak cukup untuk apply visa di Kedutaan Besar Iran di Jakarta, akhirnya saya mengambil VOA saat tiba di Iran.

Saat kedatangan hari masih pagi, traveller yang mengajukan visa kebetulan masih sedikit, segera saya menuju loket dan menanyakan proses pembayaran, petugas menyuruh saya untuk membayar semacam asuransi kesehatan, setelah membayar asuransi kesehatan, lalu saya kembali ke loket tersebut dan petugas memberikan semacam kertas yang menuliskan besaran visa yang harus saya bayar, lalu saya menuju konter bank yang ada disebelahnya, selanjutnya kembali ke loket tersebut dan saya diminta untuk menunggu.


Karena saat itu belum banyak traveller yang datang, hanya ada beberapa turis dari China yang kadang menyebalkan dengan sikapnya yang suka menyerobot, saya fikir proses tidak akan terlalu lama, saya sabar menunggu, semakin siang penumpang pesawat banyak yang mulai berdatangan dan mengajukan proses visa, antrian semakin banyak dan saya tidak menyangka proses permohonan visa bisa selama ini, total saya hitung sekitar 2 jam saya menunggu untuk sebuah proses pengajuan Visa On Arrival, waktu yang sangat lama dibanding proses VOA yang saya lalui dibanding dengan negara lain yang pernah saya kunjungi yang hanya membutuhkan proses yang tidak lebih dari setengah jam.

Akhirnya Visa saya terima, namun ketika hendak menuju imigrasi desk, petugas memberitahukan bahwa untuk beberapa penerbangan dengan menggunakan beberapa perusahaan penerbangan harus melalui pintu imigrasi yang ada diseberang gedung, proses yang agak merepotkan menurut saya, namun Alhamdulillah pintu imigrasi penerbangan Emirates hanya ada di seberang loket Visa On Arrival, petugas langsung stempel paspor saya yang menandakan saya diperbolehkan masuk ke Negara Iran.

WELCOME TO IRAN .....

Setelah proses imigrasi selesai, pengambilan bagasi, sesuai petunjuk yang ada di beberapa blog traveler, kita sebaiknya segera menukarkan uang yang kita bawa dengan mata uang lokal, Riyal Iran, 1 Riyal Iran pada saat itu sekitar Rp 0,45,-, saat itu saya menukarkan uang USD yang saya bawa, langsung saya menuju ke konter bank yang ada dekat pengambilan bagasi, namun petugas bilang mereka tidak menerima layanan penukaran uang, setelah itu saya melewati jalur kedatangan, ada beberapa konter bank lagi yang saya datangi dan lagi-lagi mereka tidak melayani penukaran mata uang asing, buat apa keberadaan mereka disana yah?

Saya membaca tempat penukaran uang ada di lantai atas, bangunan airport Tehran ini hanya ada dua lantai, lantai dasar dan lantai satu, loket penukaran uang ada di lantai satu, segera saya beranjak naik ke atas, ternyata disana banyak sekali kerumunan orang Iran, didominasi perempuan dengan ciri khas pakaian warna hitam yang lebar, sedikit agak sungkan saya harus melewati rombongan mereka yang tidak nampak satu pun turis saya perhatikan disana, celingak celinguk tidak juga nampak konter penukaran uang, lalu saya turun kembali ke lantai dasar, celingak celinguk lagi memastikan bahwa ada penukaran uang di bawah, dan ternyata memang nggak ada, tanya petugas disana juga bilang loketnya ada diatas, akhirnya terpaksa saya naik kembali ke lantai atas dan melewati rombongan orang Iran yang hendak terbang, saya kelilingi lagi diatas, rupanya ada satu konter kecil loket penukaran uang, agak terhalang karena di loket tersebut juga dikerumuni oleh perempuan-perempuan Iran yang berjilbab hitam lebar yang sedang melakukan penukaran uang, saya agak kikuk dengan beberapa lelaki dengan niatan yang sama akhirnya sedikit memaksakan diri untuk menyodok ke depan agar kebagian penukaran uang, kalau tidak begitu, akan terus diserobot oleh mereka.

Semula saya hendak menukarkan uang sebanyak 200 USD, namun katanya hanya boleh maksimal sebanyak 100 USD, yaudah saya tukar deh, petugasnya juga perempuan dengan tergesa memberikan tukaran uang 100 USD saya dengan segepok uang Riyal Iran, saya tidak sempat lagi menghitung di depan loket karena begitu sibuknya orang-orang yang juga hendak menukarkan uang, tanpa diberikan bukti tanda terima penukaran, segera saya ambil uang tersebut lalu mencari ruang yang agak sepi untuk sekedar istirahat dan menghitung uang Iran yang saya terima.

Karena kondisi juga masih lelah setelah berjam-jam terbang, berjam-jam menunggu antrian visa dan proses penukaran uang, cukup mempengaruhi konsentrasi, sambil menyantap sarapan yang belum sempat saya makan, saya menghitung uang Iran yang saya terima, seharusnya menurut perhitungan dengan uang 100 USD, saya akan menerima sebanyak 3.500.000 riyal Iran, dengan 1 USD senilai 35.000 Riyal Iran, namun saya menghitung hanya menerima sebanyak 1.750.000 riyal Iran, lemas sekali saya saat itu menghadapi kenyataan bahwa uang yang saya terima itu nilainya sangat rendah dari seharusnya, saya hitung sampai tiga kali dan ternyata nilainya tetap sama. Mau komplain juga nggak munkin karena saya sudah diluar loket penukaran, kondisi juga terburu-buru sehingga saya tidak juga awas atas masalah ini, rasa letih semakin letih karena masalah uang ini.

Sambil istirahat, sambil menghitung uang, mengingat2 pengeluaran yang harus saya keluarkan, bayangan selisih uang yang sangat besar yang “hilang”, dan macam-macam fikiran berkecamuk. Saya paksakan juga melangkah, bagaimanapun juga perjalanan baru akan dimulai, jangan dirusak oleh keadaan ini, harus disadari setiap keadaan ini bisa terjadi kepada setiap traveller, bahkan ada yang lebih buruk, namun perjalanan tetap harus dinikmati, begitu bathin-ku saling berkomunikasi saat itu.

Segera saya menuju taksi yang ada diparkiran bandara, saya menanyakan berapa harga taksi ke hotel, sambil menunjukan peta lokasi hotel di tengah kota, si sopir menyebutkan angka 700.000 riyal sambil menunjuk ke papan informasi yang menjelaskan tarif resmi taksi bandara ke beberapa tujuan, karena tarifnya resmi dan memang tidak ada pilihan lain selain taksi, akhirnya saya setuju dan bapak sopir yang ramah mengantar saya ke lokasi hotel saya di Seven Hostel Tehran dengan tarif 15 USD per malam untuk kamar type dormitory.

Sampai di hostel masih terlalu pagi untuk check in, dan saya masih belum bisa masuk ke kamar, saya terpaksa ke dapur dulu untuk sarapan sambil melepas istirahat dan rasa letih. Setelah selesai saya turun kembali ke lobby untuk menanyakan kamar, namun petugasnya berbeda dan saya mengkonfirmasi ulang permintaan saya, namun petugasnya masih belum membolehkan dengan alasan kamarnya masih penuh. Tetapi karena saya ingin sekali bersih-bersih setelah seharian tidak mandi dan gosok gigi, saya meminta untuk bisa mandi dan bersih2, akhirnya petugas membolehkan menggunakan kamar mandi dan dikasih pinjam handuk, namun tetap tidak boleh menggunakan tempat tidur, huffttttt.
Kamar dormitory di hostel ini, satu kamar isi 4 bed, dengan modek bunk bed, kamar mandi ada di dalam tiap kamar, bukan model hostel2 lain yang sempat saya menginap dimana kamar mandi bersama berada di luar kamar sehingga tamu yang menginap bisa bebas menggunakan kamar mandi mana saja.

Setelah segar dan bersih setelah mandi, perasaan sedikit lebih tenang, fikiran lebih enak, dan saya berfikir saatnya memulai perjalanan, namun fikiran kesedihan akan kesalahan hitung uang masih membayangi, ahhh sudahlah, saya paksakan untuk enjoy.

Lokasi hostel saya memang agak nanggung, nggak terlalu dekat dan nggak terlalu jauh dari beberapa lokasi tujuan wisata, namun karena di Tehran agak susah menemukan penginapan yang murah dan kalaupun ada lokasinya tidak lebih baik dari Seven Hostel.

Sekedar informasi, para traveler dari luar negeri agak kesulitan untuk menemukan lokasi penginapan di setiap kota di Iran, karena munkin karena efek dari embargo barat sehingga akses informasi agak terbatas, tidak akan kita temukan lokasi penginapan di setiap aplikasi atau website hotel informasi tentang penginapan macam traveloka, agoda, booking.com dan semacamnya jika kita ingin mencari hotel di Iran, untuk dapat mengetahui akses hotel, mereka membuat semacam group hotel, salahsatunya seven hostel group, atau kita menemukan sendiri penginapan di Iran melalui website masing-masing hotel dengan informasi yang juga kurang terlalu informatif.

Destinasi pertama saya ke Goestan Palace, tentang cerita bagaimana sejarah Goestan Palace tidak banyak yang bisa saya ceritakan, namun saya bisa melihat betapa indah arsitektur eskterior dan interior dalam bangunan Istana ini, untuk dapat menikmati tiap ruangan yang ada didalam istana ini, setiap pengunjung dikenakan biaya berbeda, dan juga dibedakan tiket masuk bagi warga lokal dan turis luar negeri, aneh juga sih, bahkan kalau jika kita beli semua tiket masuk tiap ruangan untuk dapat melihat semua yang ada di dalam istana, jatuhnya cukup mahal, dan akhirnya saya putuskan hanya membeli tiket masuk dan tiket masuk ruang utama di dalam, selebihnya saya tidak ingin masuk.

Sepanjang jalan dari hotel ke Golestan Palace, saya menikmati bersihnya pedestrian yang diciptakan buat pejalan kaki, aman dan nyaman, sehingga kaki melangkah juga tidak terlalu capek, namun karena hari ini hari pertama tiba, ber-jam2 terbang dan perbedaan waktu yang sangat jauh, kurangnya istirahat membuat tubuh saya benar2 letih, saat berada di dalam istana, hampir saja saya terjatuh karena saya memaksakan diri untuk tetap berjalan, dan akhirnya saya nggak kuat juga, begitu keluar dari bangunan istana segera saya mencari bangku2 dan segera saya tertidur pulas di bangku tersebut tanpa menyadari dengan keadaan sekitar, tubuh saya benar2 letih, mungkin ada sekitar 30 menit-an saya tertidur di bangku tersebut.





Setelah badan dirasa cukup segar, saya segera kembali ke penginapan untuk benar-benar istirahat, akhirnya kamar sudah tersedia dan segera saya meneruskan tidur pulas sampai sore, letih sangat.

Terbangun dari tidur, saya lihat jam dan ternyata sudah malam, menyadari bahwa sebentar lagi saya harus bergegas ke stasiun bis untuk melanjutkan perjalanan malam ke kota berikutnya, sambil mengembalikan kondisi tubuh, kembali saya teringat akan “kesalahan” menghitung jumlah uang saat penukaran, saya masih penasaran apakah hitungan saya yang salah atau memang petugasnya yang benar-benar tidak memberikan jumlah uang yang sebenarnya, saya hitung lembar demi lembar, saya perhatikan nilai nominal tiap mata uang Riyal Iran, mata saya tertumbuk pada dua lembar uang kertas yang ketika saya perhatikan sekali lagi saya sedikit tidak percaya, apakah benar angka yang saya lihat atau ini masih karena terbawa suasana ngantuk, saya perhatikan lagi dan ternyata angkanya benar, uang yang selama ini saya anggap nilainya hanya 100 Riyal Iran, ternyata bernilai 1.000.000 Riyal Iran.

Karena semua tulisan dalam uang kertas tersebut benar-benar dalam aksara Persia, yang terlihat hanya angka 100, saya tidak memperhatikan aksara Persia lainnya, dan ternyata diujung kiri atas tertulis nilai 1.000.000,- ( lihat foto mata uang ).
 Seketika itu juga energy saya seperti terpompa naik 1000 kali lipat dari sebelumnya, saya yang tadinya sempat berfikir negative dengan wanita petugas penukaran uang akhirnya menyadari ternyata hanya karena saya kurang memperhatikan nilai sebenarnya dan karena kondisi yang capek sehingga kurang fokus, puji syukur Alhamdulillah, dunia seperti terbalik yang tadinya murung, lesu, letih, seketika menjadi ceria dan ceriaaaaaaaaa ...........

Saya bersyukur dan dalam hati meminta maaf kepada petugas wanita tadi karena sudah berfikir negative akibat kekurang fokusan saya.

Karena waktunya sudah tidak lama lagi, segera saya mandi dan membereskan semua tas dan koper, saya check out, lalu berjalan kaki menuju Metro Station Tehran dengan tujuan Jo-Noob Bus Terminal untuk mencari tiket dan melanjutkan perjalanan ke Kota Yazd. Semangat saya kembali pulih dan siap menikmati perjalanan selama di Iran.

Sekedar informasi tentang Metro di Tehran tidak jauh berbeda dengan Metro2 lain yang ada di beberapa kota di negara-negara yang pernah saya kunjungi, jadi tidak ada sesuatu lebih yang bisa saya informasikan.
Sesampai di Jo-Noob Terminal, seperti biasanya sudah banyak calo-calo tiket yang silih berganti datang menawarkan tiket, sebaiknya dihindari membeli dari mereka karena didalam terminal sudah banyak loket tiket bus dengan berbagai tujuan dengan harga resmi. Saya membeli tiket bus malam ke Yazd, keberangkatan jam 11 malam, durasi perjalanan sekitar 8 jam, dengan harga 300.000 Riyal Iran.

Selama perjalanan bus akan berhenti di beberapa tempat semacam rest area. Saat berada di dalam bus, setiap penumpang akan diberikan snack box dan minuman, sama seperti pelayanan bus saat saya di Turki, namun di Iran ini pelayanannya lebih sederhana dan simple, sncak box sudah disiapkan dan siap dibagikan.

Sampai bertemu lagi di Kota Yazd.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari