Senin, 23 Januari 2017

Saat Pertama Bertugas di Kota Tobelo



ini cerita saya saat pertama kali sampai di Kota Tobelo

Akhirnya hari yang dinantikan itu tiba, pengumuman mutasi dalam jabatan eselon IV DJP Tahun 2015, awalnya saya belum “ngeh” jika hari itu adalah hari pengumuman mutasi tsb, saat sedang asyik berselancar di dunia maya, tiba2 teman saya berteriak2 menyalami saya karena nama saya tercantum sebagai Kepala Seksi Waskon Dua *hufttt di KPP Pratama Tobelo ...... Antara kaget dan bingung, saya hanya bisa tersenyum menerima ucapan selamat dari teman2 kantor sore itu.

Tobelo? Dimana itu? Sedikit punya firasat bahwa nama itu berada di kawasan Indonesia Timur dan setelah saya googling, Tobelo berada di Pulau Halmahera ......

Setelah seleksi mengemban amanah diumumkan hasilnya dan saya dinyatakan layak mengemban amanah dalam jabatan eselon 4, sejak saat itu saya sudah mengikhlaskan hati untuk siap ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia, sesuatu yang dulu sangat saya takutkan karena saya sudah sangat nyaman berada di hombase sejak pertama kali bekerja di DJP, sambil menunggu pengumuman mutasi, saya sering merenung dan berfikir kira2 dimana saya akan ditempatkan, saya suka traveling dan hampir seluruh wilayah Indonesia Barat sudah saya jelajahi entah itu keseluruhan ataupun sebagian kecil saja, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Gugusan Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara sudah saya singgahi, namun selalu saja tertahan untuk menjelajahi pulau2 yang ada di Indonesia Timur selain Nusa Tenggara, setiap kali ada tawaran traveling ke Indonesia Timur selalu berfikir ah nanti saja deh jangan2 nanti ditempatkan di Indonesia Timur, nanti kalau memang benar begitu biar saja nanti sekalian barengan tugas, begitu selalu.

Dan ternyata firasat saya menjadi kenyataan hehehehe .....

Singkat cerita setelah semua urusan di Jakarta sudah selesai, Minggu pukul 02:00 WIB dini hari, tanggal 28 Juni 2015 dengan pesawat Batik Air saya, bersama dengan Mas Triyono, teman yang ditugaskan di tempat yang sama, terbang ke Tobelo dengan transit di Manado untuk ganti pesawat yang lebih kecil, Wings Air jenis ATR ke Tobelo. Lama perjalanan total dari Jakarta ke Tobelo kurang lebih 5 jam dengan melewati dua zona waktu, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur, perbedaan waktu antara Jakarta dengan Tobelo adalah 2 jam.

Berturut-turut adalah foto : Tas yang akan saya bawa bertugas ke Tobelo, Pesawat Wings Air jenis ATR yang akan membawa saya ke Tobelo dari Manado.

 


Tiba di Bandara Kuabang Kao sekitar pukul 09:00 pagi WIT, bandara terdekat dari Kota Tobelo, namun demikian jarak tempuh dari Bandara Kao ke Kota Tobelo sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Sudah menunggu Mas Ferry, fungsional pemeriksa di KPP Pratama Tobelo yang sebelumnya pernah bertugas satu kantor dengan Mas Tri sewaktu di Jakarta yang akan menjemput saya dan Mas Tri ke Kota Tobelo.

Bandara Kuabang Kao ini bandara kecil, hanya bisa dilandasi oleh pesawat kecil jenis ATR ini ( namun katanya akan dilandasi juga oleh pesawat Garuda type Bombardir, namun sampai sekarang cerita ini ditulis belum ada kenyataan, semoga terealisasi secepatnya ). Setiap hari hanya ada satu penerbangan dan ketibaan, yaitu hanya dari dan ke Manado, pesawat pagi tiba pukul 09:00 WIT, lalu segera terbang lagi kembali ke Manado, dan setelahnya tidak ada lagi penerbangan sampai besok hari, begitu seterusnya.

Suasana pengambilan bagasi di Bandara Kao

Perjalanan dari bandara ke Kota Tobelo menempuh jarak kurang lebih 80 Km atau sekitar 1,5 jam perjalanan darat, jalannya sangat berliku, naik turun, belokan tajam dan sebagainya, namun kondisi jalan sangat mulus dengan pemandangan pantai, hutan dan ladang secara bergantian. Saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadhan dan saya juga tetap berpuasa dimana sahur dilakukan saat di pesawat, namun karena kondisi jalan yang demikian, kondisi fisik saya yang saat itu juga sedang bepuasa belum bisa beradaptasi dengan baik, alhasil selama perjalanan kepala saya pusing, mabuk darat, namun tidak bisa memuntahkan isi perut karena memang tidak ada sisa makanan yang dikeluarkan, yang ada rasa pusing dan mual yang amat sangat. Pada akhirnya saya menyerah, sesampai di Kota Tobelo saya membatalkan puasa karena sudah tidak mampu lagi dan itu memang diperbolehkan secara agama membatalkan puasa karena melakukan perjalanan atau sedang sakit.

Sampai di Kota Tobelo arah perjalanan akan melewati Kantor dimana saya akan bertugas nanti, tapi karena ingin bersitirahat, saya akhirnya bermalam di penginapan Zhafira House yang ada di seberang Masjid Jami Tobelo. Setelah menyimpan semua perlekngapan, saya sempatkan makan siang dulu lalu mampir ke kantor untuk melihat-lihat situasi kantor, sempat pula melihat kondisi rumah dinas yang akan saya tempati nanti.

Foto-foto : Mesjid Jami seberang penginapan Zhafira House dan Rumah Dinas di belakang kantor.
 
 

Tobelo hari itu sepi, karena hari itu adalah hari minggu dimana hampir semua toko tutup karena pemiliknya sedang beribadah atau istirahat, setelah berkeliling sebentar saya istirahat sampai sore, sorenya di sebelah penginapan sudah ramai orang membeli makanan untuk berbuka puasa, aneka kue2 khas tobelo banyak disajikan, saya hanya memperhatikan keramaian saja sambil menunggu waktu adzan maghrib tanda berbuka puasa tiba, malamnya saya diajak makan di rumah makan barokah yang ada di samping SPBU Wosia dan minum kopi di Warkop Ujung Pandang.
 

Hari pertama masuk kantor, saya dan Mas Tri sudah datang sebelum jam 07:30 pagi, dengan menggunakan bentor, gabungan antara motor dengan becak, kalau di Medan bentor itu motor dan becak posisinya saling bersebelahan, kalau disini motornya berada di belakang becak (tempat duduk penumpang), tetapi kantor masih sangat sepi sekali hanya ada beberapa orang yang baru masuk atau absen pagi tapi masih pakai kaos atau celana pendek. Tidak ada penyambutan khusus atau sebagainya, kemudian kami ( saya dan Mas Tri ) naik ke ruangan kasubag umum untuk melapor dan diantar ke ruangan Kepala Kantor untuk melapor, namun pagi itu kepala kantor belum nampak batang hidungnya, belakang setelah beberapa hari bertugas baru disadari kalau jam mulai berdatangan pegawai di kantor sekitar jam 8-9 pagi.


 

Setelah jam ngantor usai, kami kembali ke penginapan, sebelumnya kami mencari penginapan lain yang lebih murah atau mencari kontrakan sementara sambil menunggu kejelasan penempatan rumah dinas, jatuh pilihan setelah membandingkan beberapa penginapan yang ada adalah di Wisma Grand Bali yang ada di seberang Puskesmas Tobelo.
 
 
 

Hari2 selanjutnya diisi dengan jalan2 menikmati pemandangan sekitar Tobelo, seperti ke Pelabuhan Tobelo, Pelabuhan Gorua, Pantai Tanjung Pilawang Kawasan Pemda dan sekitarnya.
 
 
 
 
 
 
 
Demikianlah cerita singkat saya saat pertama bertugas di Kota Tobelo.

Borobudur marathon 2019 - Full Marathon

Ini adalah pengalaman lari Full Marathon kedua saya setelah Jakarta Marathon kemarin. Seperti yang sudah saya jelaskan di tulisan sebelumn...