Langsung ke konten utama

Toraja - part (3)



... sambungan dari Toraja (2)

Setelah berpuas-puas berkeliling di Londa, perjalanan kami lanjut ke Lemo, dari Londa kembali ke arah jalan raya, lalu belok kiri lagi ke arah Makale, perhatikan papan petunjuk masuk ke tempat wisata Lemo. Di Lemo ini kita juga akan mendapatkan pemakaman di bukit, bedanya, yang di Lemo, bukit yang ada dilubangi untuk bisa menyimpan peti jenazah di dalamnya, aturan main tetap berlaku, yang paling tinggi adalah bangsawan.

Di Lemo juga ada kumpulan patung yang ditempatkan secara berjejer ke samping menghadap ke depan, seolah seperti menyambut kedatangan kami. Penyimpanan di Lemo terlihat lebih rapi, tidak nampak tulang belulang atau tengkorak berserakan, kita seperti melihat dinding penuh dengan pintu rak yang bisa dibuka setiap saat.


Jalan lagi sebentar melewati dinding makam, dibelakang akan tampak pemandangan seperti ini.


Nampak pada saat itu sekumpulan buklet ucapan duka cita yang sepertinya belum lama telah diselenggarakan upacara penyimpanan jenazah di dalam bukit.


Sambil melihat suasana di bukit tersebut, kita juga bisa menikmati panorama keindahan Toraja dengan hamparan sawah dan gugusan bukit yang menawan, terkesan seperti tidak sedang berada di area pemakaman. Hanya sebatas itu saja yang kita bisa lihat di Lemo.
 


Selesai dari Lemo, hari sudah semakin terang, letih, haus, lapar, kepanasan, tubuh meminta istirahat sejenak, dan akhirnya kami sampai juga di pusat kota Makale, segera kami mencari masjid untuk shalat duhur dan makan siang disekitarnya.


Harap waspada, banyak sekali warung yang menyediakan menu non halal, yang paling menonjol adalah menjual bakso babi, yang bertebaran sepanjang jalan Rantepao ke Makale.


Makan, minum, shalat, istirahat, sudah semua, tujuan terakhir kami adalah ke Monumen Yesus Kristus, menurut penjelasan, Monumen ini adalah monumen tertinggi kedua di dunia setelah Patung Yesus yang ada di Polandia, namun kalah terkenal di banding Patung Yesus yang ada di Rio de Janeiro, Brazil, padahal tidak lebih tinggi daripada Patung yang ada di Toraja ini, mudah2an ke depannya keberadaan Monumen ini lebih dikenal dunia luas sehingga menjadi daya tarik wisata mancanegara.


Untuk menuju kesana, harus melalui jalan yang terjal, dalam artian sesungguhnya, karena posisi monumen yang ada di atas bukit tertinggi di Makale, perjalanan harus dilalui dengan cara mendaki, entah dengan menggunakan kendaraan roda empat atau dua atau dengan berjalana kaki, yang terakhir tidak terlalu direkomendasikan.

Setelah melewati jalan yang relatif mulus, mulailah perjalanan yang terjal, kondisi jalan yang masih bentuk pecahan batu yang lumayan besar, bukan kerikil, jalan menanjak, cukup membahayakan bagi pengguna jalan yang belum menguasai medan jalan seperti ini.

Tadinya kami mencoba melewati jalan tersebut dengan motor, namun setengah perjalanan akhirnya kami menyerah karena sangat membahayakan, ancaman roda motor selip itu sangat terbuka, dan kami terpaksa menepikan kendaraan kami di lapangan terbuka terdekat, selebihnya kami lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Nampak pula saat itu kami lihat beberapa kendaraan susah payah untuk bisa melewati kondisi jalan yang terjal tersebut.

Dengan susah payah, butuh tenaga lebih, melewati ratusan anak tangga, akhirnya sampai juga kami di puncak monumen, pemandangan dari atas monumen, akan terlihat seluruh wilayah Makale dan Rantepao yang berhiaskan hamparan sawah dan Tongkonan, rumah adat khas Toraja.
 
 
 
 
 


Karena hari semakin sore, kami segerakan untuk kembali ke Kota Rantepao dengan melewati kondisi jalan yang sama, untungnya, perjalanan pulang adalah jalan menurun sehingga beban perjalanan lebih mudah daripada perjalanan naik sebelumnya.

Sampai di kota Rantepao sekitar jam 5:45, kembali ke penginapan di Wisma Maria-1, dan kamar sudah tersedia, sebelum bersih2, kami sempatkan mampir sebentar di kawasan Rantepao sambil melihat-lihat suasana disana.

Setelah beristirahat, mandi dengan air yang dingin, membuat badan terasa bersih dan segar, jam 8 malam kami sudah check out, karena keberangkatan bis untuk balik ke Makasar adalah jam 20:30.

Tepat jam 20:30 bis membawa kami kembali ke Makasar, dengan perusahaan bus yang sama, type bus yang sama dan juga kelas seat yang sama, sangat nyaman.

Jam 4 pagi kami sudah tiba saja di airport Hasanuddin, sesuai permintaan kami untuk diturunkan di airport, adzan subuh belum berkumandang, segera kami ke masjid terdekat untuk shalat subuh dan bersih2. Hari ini, 12 September 2016 adalah Hari Raya Idul Adha, kami niatkan diri untuk Shalat Ied di sekitar airport, dan Alhamdulillah airport Hasanuddin menyelenggarakan Shalat Iedul Adha, masih banyak waktu buat kami check in, karena penerbangan saya kembali ke Ternate sekitar jam 9:50 pagi.
 


Alhamdulillah perjalanan dimudahkan, pesawat take off tepat waktu, tiba di Ternate sekitar jam 11 siang.

Sebenarnya selain tempat yang sudah kami kunjungi, masih ada beberapa tempat lagi yang bisa dikunjungi, seperti Pasar Bolu yang tiap dua kali seminggu menjual kerbau khas Toraja yang sangat eksentrik, mahal dan magis, kuburan bayi yang nempel di pohon dan negeri di atas awan batutumonga, namun karena keterbatasan waktu, kami terpaksa memilih lokasi yang bisa kami kunjungi.

Demikian perjalanan kami di Toraja.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng