Langsung ke konten utama

Keliling 10 Negara ASEAN ......



Alhamdulillah ......
Itulah kata yang bisa saya ucapkan untuk mengucap rasa syukur atas keberhasilan saya menuntaskan perjalanan keliling negara di kawasan Asean.  Sebuah pencapaian yang saya sendiri takjub atas keberhasilan ini.

Semua negara yang saya kunjungi hampir semuanya saya lakukan seorang diri untuk kali pertamanya, kecuali perjalanan ke Filipina saya pergi bersama teman, selebihnya untuk kunjungan ulangan terkadang saya bersama teman yang mempunyai tujuan yang sama.

Melintasi tahun, banyak ruang, waktu dan kesempatan serta biaya, Rasa lelah, sedih, senang, sendirian, semua dirasakan sendiri, dialami sendiri, dinikmati sendiri, namun rasa kepuasan, rasa kebanggaan atas keberhasilan ini tidak dapat tergantikan oleh apapun.

Tahun pertama saya pergi ke luar negeri adalah tahun 2006, dan negara yang mendapat kesempatan kali pertama saya kunjungi adalah Malaysia, Malaysia termasuk negara yang sering saya kunjungi, dengan Menara Kembar Petronas sebagai icon-nya. karena selain penerbangan banyak tersedia, harga tiket tidak terlalu mahal dan biaya hidup disana juga tidak terlalu mahal serta mempunyai kemiripan budaya dengan negara kita sehingga tidak terlalu sulit buat saya melakukan penyesuaian.
 
 
Selama di sana saya berkunjung ke Kuala Lumpur dan sekitarnya di Negara Bagian Selangor, Genting Highland di Negara Bagian Pahang, Penang di Negara Bagian Penang, Malaka di Negara Bagian Malaka, Kawasan Iskandar di Negara Bagian Johor Bahru dan Pulau Langkawi di Negara Bagian Kedah.

Negara berikutnya adalah Brunei Darusalam, sebenarnya tidak ada niatan khusus berkunjung ke negara ini, karena saya tidak begitu paham dengan kondisi di sana dan juga jiwa petualang saya belum begitu terusik sehingga tidak ada persiapan yang dilakukan.
Saat itu saya ingin menunaikan ibadah umroh ke tanah suci, dan biro travel yang saya ikuti menawarkan pilihan penerbangan dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia atau Royal Brunei, dengan pesawat Saudi tentunya penerbangan langsung ke Arab Saudi, namun dengan Royal Brunei ada kesempatan buat kita untuk berkeliling Kota Bandar Seri Begawan, ibukota Negara Brunei meskipun hanya beberapa jam.

Dengan pertimbangan biaya lebih murah dan kesempatan bisa ke negara lain tanpa harus mengeluarkan biaya lagi, akhirnya saya ambil pilihan penerbangan menggunakan Royal Brunei. Saat melakukan city tour di Kota Bandar Seri Begawan, tidak banyak yang bisa di kunjungi, karena memang hanya sekitar 5-6 jam waktu transit, namun pihak Royal Brunei sudah menyiapkan bus bagi kami peserta umroh untuk berkeliling kota.

Yang saya ingat ada dua tempat yang saya kunjungi, yang pertama Masjid Sultan Hasanal Bolkiah yang katanya kubahnya berlapis emas dan di dalamnya beralas karpet indah yang sangat tebal, dan kenyataannya memang demikian, Masjidnya megah, arsitektur ornamen kombinasi Melayu dan Islam serta karpet yang tebal yang sangat nyaman jika kita beribadah disana.
Tempat yang kedua adalah Royal Regalia Museum, Museum Kesultanan Brunei yang berisi semua koleksi benda sejarah milik Kesultanan Brunei yang masih sangat terawat dengan baik dalam gedung yang berarsitektur Islam.
 
 
Kota Bandar Seri Begawan termasuk kota yang sangat sepi untuk ukuran sebuah Ibukota Negara, namun sangat tertata dengan rapi dan dirawat dengan baik, penduduknya juga tidak banyak, munkin kurang dari 1 juta penduduk, entahlah, mungkin sekarang sudah bertambah, selain itu negara ini termasuk negara paling kaya di dunia karena memiliki kandungan minyak dan gas bumi yang melimpah yang membuat rakyatnya hidup makmur.
 
Selanjutnya secara acak saya sebutkan adalah Singapura, sama dengan Malaysia,, karena faktor banyak kemiripan dengan di Indonesia, namun untuk biaya hidup disana jauh lebih mahal daripada di Malaysia dan negara kita sendiri, dan memang Kota sekaligus Negara ini termasuk top three kota termahal di dunia untuk biaya hidup. Negaranya kecil jadi hampir semua wilayah disana sudah saya kunjungi karena kemudahan akses transportasinya. Icon Singapura adalah Patung Merlion dan Marina Bay Sands.
 
Thaliand tentunya salah satu destinasi favorite traveler, dengan kemudahan akses dan biaya hidup yang murah dan Royal Palace menjadi daya tarik sendiri untuk berkunjung kesana. Selama beberapaklai ke Thailand saya hanya di Kota Bangkok dan sekitarnya dan Ayutthaya, saya tidak terlalu tertarik dengan destinasi wisata yang lain karena memang tidak terlalu jauh berbeda dengan type spot wisata yang ada di negara kita.

Negara-negara berikut ini saya lakukan secara berkelanjutan yang saya lakukan seorang diri, tadinya tidak terfikir akan melakukan perjalanan lebih jauh lagi, namun saat merencanakan perjalanan di Thailand, ketika semua tiket dan akomodasi selama di Bangkok sudah siap, secara iseng saya membuka website penerbangan AirAsia dan menemukan penerbangan dari Bangkok ke Hanoi murah banget, seterusnya entah memang sudah jalannya, semuanya mengalir begitu saja. Rencana perjalanan di Bangkok saya sesuaikan dan jumlah hari cuti saya perbanyak mengikuti lamanya perjalanan yang setelah dilihat lagi akan melintasi 5 Kota di 4 Negara.
 

Setelah dari Thaliand, saya lanjut ke Negara Vietnam, kota yang saya kunjungi Kota HaNoi dengan destinasi wisata Kota Lama HaNoi dan Ha Long Bay serta ke Kota Ho Chi Minh atau Saigon dengan destinasi rujukan One day Tour Chu Chi Tunnel, bekas lokasi perang gerilya Vietkong melawan tentara Amerika yang bersejarah.
 


Dari Vietnam, saya melanjutkan perjalanan darat ke Negara Kamboja, dengan destinasi tujuan Kota Phnom Penh yang terdapat lokasi Ladang Pembunuhan Masal (Genosida) dan Penjara Tuol Sleng yang menjadi saksi sejarah kekejaman Rezim Pol Pot yang sidang pengadilan atas pelaku penjahat perang tersebut masih berlangsung, padahal kejadiannya sudah lama terjadi di tahun 1970-an.
 
 

Selain itu saya ke Siem Reap yang menjadi kota dimana Angkor Wat berdiri megah, namun sayang kartu memori yang menyimpan semua foto dokumentasi Angkor Wat dan sekitarnya rusak, sehingga saya tidak mempunyai satu pun foto yang bisa saya simpan.

Filipina adalah negara di ASEAN berikutnya yang menjadi giliran saya kunjungi, dengan pertimbangan waktu, kunjungan saya batasi hanya di Kota Manila saja, dengan Kota Lama Intramuros dan Rizal Memorial Park sebagai icon-nya.
 


Myanmar akhirnya berhasil juga saya kunjungi setelah hampir masuk dalam list negara yang tidak terlalu ingin saya kunjungi melihat daya tariknya yang tidak terlalu kuat buat saya, saat itu juga saya belum terfikir ingin membuat cerita keliling ASEAN, namun setelah berfikir lama, kenapa tidak sekalian negara tersebut saya datangi, toh meskipun budaya di kawasan Indochina tidak terlalu jauh berbeda namun tetap saja tiap negara mempunyai keunikan tersendiri.
Dan benar saja, di Myanmar, saya bisa melihat Pagoda Swhe Dagon yang besar dan berlapis emas yang terdapat di Kota Yangon serta ke Kota Bagan, kota yang dijuluki negeri seribu Pagoda, karena memang begitu banyaknya pagoda tersebar di penjuru Kota Bagan, entah kenapa Kota Bagan yang unik ini belum masuk dalam daftar warisan budaya dunia.
 


Dan terakhir yang belum lama saya kunjungi adalah Negara Laos, negara yang masih sederhana dari semua aspek namun tetap mempunyai daya tariknya. Kota Veintiane sebagai ibukota negara, bersebelahan langsung dengan negara Thailand di tepi Sungai Mekong dan Kota Luang Prabang yang sudah mendapat pengakuan sebagai kota warisan dunia oleh UNESCO.
 


Demikianlah cerita perjalanan saya berkeliing 10 negara di Kawasan ASEAN, pengalaman hidup yang munkin tidak bisa saya ulangi lagi semuanya, dan sekali lagi saya sangat bersyukur berhasil mengunjunginya.


Komentar

  1. ... cerita perjalanan yang cukup unik dan membuat saya takjub ,berdecak kagum adalah karena ... dijalani seorang diri.
    Sederhana penyampaian kisahnya ... namun yang pasti tidak sesederhana itu prosesnya.
    Selamat mas Andi Mulya, terabadikan lewat tulisan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah,terima kasih atas apresiasinya, Bu Yani :-)

      Hapus
  2. Wuih...kereeen 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng