Selasa, 04 Oktober 2016

Mengambil Lisensi Diving



Akhirnya saya punya lisensi Diving, ceritanya begini ....


Bermula dari keseringan trip bekpeker ke berbagai tempat yang bertemakan laut, salah satu aktifitasnya adalah aktifitas snorkeling, melihat keindahan pemandangan bawah laut yang menawan, sering juga melihat film dokumenter bertemakan explorasi alam bawah laut yang sangat indah, menimbulkan keinginan untuk bisa beraktifitas di bawah laut yang lebih dari sekedar snorkeling.
Seiring waktu berjalan sempat terlupakan sampai akhirnya pekerjaan membawa saya bertugas ke Tobelo, sebuah kota kecil yang di Halmahera yang ternyata memiliki banyak pesona keindahan lautnya. Setelah sempat menikmati keindahan pulau dan pantainya dengan snorkeling, akhirnya datang juga kesempatan untuk mendapatkan lisensi diving.
Bermula dari pembicaraan tentang keinginan bisa diving ke salah satu teman dan ternyata gayung bersambut, saya direkomendasikan ke seorang instruktur diving yang berlisensi international. Singkat cerita, saya dipertemukan dengan Pak Firman Bachtiar sang instruktur tersebut. Dia menjelaskan tentang apa2 yang harus dipersiapkan untuk pelaksaanaan diving yang salah satunya harus mempunyai lisensi yang dipercaya.
Setelah ada kesepakatan diantara kami, kebetulan ada 3 orang lagi teman kantor yang berminat, disepakati proses untuk mendapatkan lisensi diving dengan cara teori dan praktek, dimana teori diberikan di hari pertama, praktek diberikan pada hari kedua dan ketiga tentunya juga dengan kesepakatan harga paket yang diberikan.
Karena kami benar2 baru akan mengambil lisensi diving, kami diarahkan untuk mengambil lisensi yang paling awal yaitu lisensi open water diver, dimana kami akan diberi kemampuan menyelam sampai batas kedalaman 18 meter. Sementara dive center yang bertanggung jawab menyelenggarakan kegiatan ini adalah Nasijaha Dive Center Ternate yang berada dibawah naungan Scuba School International (SSI)
Teori sudah diberikan, dijelaskan secara singkat dan detail tentang aktivitas diving, diperkenalkan tentang alat2 yang dipergunakan dan fungsinya masing-masing secara singkat namun jelas.


Hari berikutnya adalah praktek langsung di lapangan, jika kami mengambil lisensi diving di jakarta, sepertinya praktek awal dilakukan di kolam renang, namun karena kota Tobelo tidak mempunyai kolam renang, mau tidak mau prakteknya langsung di laut, tentunya di kedalaman air 2-3 meter.
Sebelum turun ke laut, satu per satu semua peralatan dikeluarkan dan di tempatkan, sekali instruktur memeragakan cara memasang alat, selanjutnya kami diminta untuk melakukan hal yang sama.
 
 
 


Setelah semua alat terpasang di badan, selanjutnya kami perlahan terbenam di laut, di mulai dari di ajarkan bagaimana memasang fin saat melayang di air, lalu membersihkan kaca masker lalu seterusnya proses lain2 yang sudah diajarkan sebelumnya.


Hal-hal yang dilakukan pada saat pertama kali kami sebagai student yang hendak mengambil lisensi, tentunya di ajarkan hal-hal yang kemungkinan besar terjadi atau sering terjadi saat berada di dalam laut, misalnya bagaimana ketika masker kami kemasukan air dan bagaimana mengeluarkan air tanpa harus melepas masker, belajar posisi steady di dalam laut tanpa banyak melakukan pergerakan yang tidak perlu, sesuatu yang sampai sekarang saya belum stabil melakukannya, munkin jika dilakukan di dalam kolam renang tidak terlalu masalah karena tidak ada arus air di bawah, namun ini di dalam laut yang sesungguhnya dengan arus bawah laut yang sesungguhnya, kami benar2 dihadapkan pada kondisi nyata. Tapi menurut penjelasan instruktur, bahwa untuk bisa mendapatkan posisi steady di bawah perlu latihan terus menerus, jadi nggak usah khawatir, suatu saat pasti akan bisa.
( video steady di bawah )
Lalu kami juga diajarkan bagaimana seandainya persediaan gas yang ada di tabung habis lalu kami meminta pertolongan ke orang lain atau memberi pertolongan ke orang lain yang membutuhkan hal yang sama.
( video pernafasan )
Kami diajarkan bagaimana seandainya selang gas terlepas dari mulut kami, bagaimana jika kami hendak membuka rompi pelampung entah untuk membetulkan sesuatu atau yang lainnya.
Hari kedua kami masih melakukan hal yang sama, dengan proses yang sama dari awal, namun ada aktifitas tambahan, kami diajarkan cara bagaimana agar supaya telinga kami tidak sakit saat memasuki kedalaman tertentu, bagaimana jika kami ingin meludah dan lain sebagainya dan lain sebagainya, semuanya diulang beberapakali sampai kami dianggap mampu.
Setelahnya kami diajak bagaimana berjalan di dalam laut, cara menyeimbangkan diri agar tetap melayang dan sebagainya.
( video melayang di air )
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Begitu seterusnya. Setelah semuanya kegiatan selesai, kami masing-masing diberikan review mana2 yang harus ditingkatkan, namun Pak Firman memberi catatan positive tersendiri kepada kami, karena baru kali ini ada student yang dia pegang, mampu berada di bawah laut lebih dari 50 menit dalam satu penyelaman dengan menggunakan satu tabung.
Secara kelesuruhan Pak Firman bilang bahwa kami sudah mampu untuk bisa melakukan penyelaman, hanya tetap diperlukan banyak aktifitas untuk semakin mudah menyesuaikan dan semakin luwes serta menambah jam terbang.
Kami sepakat akan mengadakan kegiatan fun diving secara berkala agar jam terbang penyelaman kami semakin banyak dan kemampuan kami semakin baik sehingga mampu mengambil lisensi ke tingkat yang lebih tinggi.


Demikian pengalaman saya mengambil lisensi diving.

Weekend ke Pasar Lok Baintan di Banjarmasin

Jantung saya berdebar dengan keras tatkala melihat penujuk waktu di tangan sudah menunjukan pukul 17:20 dan saya baru sampai di parkiran...