Langsung ke konten utama

Japan Trip - Iwakuni, Kintay-Ko Bridge dan Miyajima Island

.... lanjutan dari Hiroshima

Semua setasiun tempat awal keberangkatan, setasiun transit ganti kereta dan setasiun tujuan akhir, nama dan jenis kereta serta tarif dan jam keberangkatanya, sudah tertera dengan jelas yang gue cetak dari website hyperdia.com serta jadi panduan perjalanan gue.


Keesokan harinya, gue melakukan perjalanan menuju Kintai-Kyo Bridge di Kota Iwakuni, sekitar 1 jam dari Hiroshima dengan JR Line dari station Hiroshima.


Kintay-Kyo Bridge ini sebuah jembatan penghubung yang dibuat semuanya dari kayu tanpa menggunakan paku, dengan desain yang sangat cantik sehingga sangat menyenangkan untuk dapat berjalan diatas jembatan tersebut, untuk dapat menikmati keindahan pemandangan dari atas jembatan, kita dipungut bayaran, tapi tanpa harus melewati jembatannya pun buat gue udah cukup untuk menikmati indahnya kawasan sekitar Kintay-Kyo Bridge ini, diatas bukit kita bisa melihat ada sebuah castle yang berdiri menghadap ke bukit, dibawah jembatan yang saat itu kebetulan sedang kering, mengalir air yang jernih.

Untuk menuju ke Kintay-Kyo Bridge, dari Hiroshima kita naik kereta turun di Kintay-Kyo, lalu dari sana kita naik bus lagi untuk menuju jembatan tersebut, karena memang tidak berada persis dekat dengan station kereta.






Selesai dari Kintay-Kyo gue melanjutkan perjalanan ke Miyajima Island untuk melihat Itfukushima Shrine dan Otori Gate yang ada ditengah laut, yang jaraknya lebih dekat ke Hiroshima, menggunakan jalur kereta yang sama dengan ketika menuju Kintay-Kyo, tapi turun di Miyajimaguchi menggunakan JR Line lalu sambung dengan Ferry yang masih tercover dng JR Pass untuk penyeberangan kurang lebih 15 menit.





Menariknya di pulau Miyajima ini, terdapat sebuah castle yang pintu gerbangnya berada di tengah laut, namanya Itfukushima Shrine dengan pintu gerbangnya Otori Gate, sehingga menjadi sebuah pemandangan yang menakjubkan, apabila kondisi air laut sedang surut, pintu gerbang tersebut bisa kita dekati. Di pulau tersebut selain castle dengan gerbangnya juga terdapat museum dan beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi, buat gue, menikmati keindahan disekitar Itfukushima Shrine dengan Otori Gate-nya yang menjadi icon sudah lebih dari cukup, selebihnya adalah menikmati suasana pulau yang asri dan nyaman.





Selesai dari dua tempat tersebut, gw balik ke Hiroshima, balik sebentar ke hotel buat istirahat, sorenya gw jalan lagi ke Hiroshima Memorial Park sambil menikmati sunset, karena pemandangan dan suasana d sana sangat nyaman sekali, banyak orang dan turis yang sengaja berlama lama duduk-duduk atau berjalan jalan menikmati suasana sore yang nyaman. 



Setelah puas berkeliling taman, gak lupa sempetin makan okonomiyaki atau pizza-nya orang Jepang, gw balik lagi ke hostel dan kembali berjalan kaki menikmati suasana kota Hiroshima yang ramai namun tertib, nyaman, aman dan gw merasa gw betah tinggal d kota ini *ngarepbanget*







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng