Langsung ke konten utama

Japan Trip - Gunung Fuji

Selama dua kali ke Jepang, dua kali juga gue membuat itinerary ke Gunung Fuji, untuk melihat pemandangan Gunung Fuji yang terkenal, namun kenyataannya dua kali kesempatan, dua kali juga gue gagal melihat puncak Gunung Fuji, kira2 begini ceritanya.

Semua setasiun tempat awal keberangkatan, setasiun transit ganti kereta dan setasiun tujuan akhir, nama dan jenis kereta serta jam keberangkatanya, sudah tertera dengan jelas yang gue cetak dari website hyperdia.com serta jadi panduan perjalanan gue.


Waktu kunjungan gue yang pertama, gue pergi sendirian, waktu itu hotel gue ada di sekitar Ueno station, Pagi hari setelah sarapan, perjalanan ke Kawaguchi Lake dan Gunung Fuji, perjalanan memakan waktu lebih lama karena memang lokasinya jauh dari Tokyo, namun sayang saat itu puncak Gunung Fuji sedang tertutup awan dan kebetulan Tokyo dan sekitarnya memang sedang berawan.


Sesampai di Kawaguchi station, kita mempunyai dua pilihan paket tour keliling Gunung Fuji, Red Tour dan Green Tour, dimana Red Tour jalurnya lebih singkat dan tentunya lebih murah daripada Green Tour, krn gw gak banyak waktu akhirnya gw ambil yang Red Tour, sesuai dengan penjelasan bapak yang gw temui waktu di Kyoto. 



Sebenernya pemandangan sepanjang jalan akan sangat menakjubkan apabila cuaca cerah, namun karena hari itu berawan, Gunung Fuji tertutup awan sebagian sehingga tidak Nampak bagian puncaknya. Banyak spot2 menarik untuk mengambil foto buat kenang2an.

View dari stasiun Kawaguchiko


Gue pantengin terus tuh gunung berharap awannya akan pindah dan nggak nutupin puncaknya, namun kenyataan berkata lain, puncak gunung Fuji tetap tertutup awan, dan krn gue fikir gak bakalan ada perubahan, akhirnya gue putuskan untuk balik aja ke Tokyo.







Perjalanan ke Gunung Fuji sangat melelahkan karena seharian, balik hotel, sore sampai malam jalan di sekitar wilayah Ueno, balik hotel.

Sementara perjalanan kali kedua gue ke Gunung Fuji, waktu itu gue menginap di penginapan dekat Uguisudani JR station, kali ini dengan beberapa teman yang ikut barengan pergi dan kira2 begini ceritanya :

Pagi hari setelah sarapan, rencananya kami akan melihat gunung Fuji, jalur kereta untuk menuju kesana sudah ditentukan, lama perjalanan sekitar 3 jam, sistem perkereta-apian di Tokyo sangat rumit, kita harus jeli dan memastikan kereta yang kita naiki adalah benar, jadi ketika sudah sampai Tokyo station, seharusnya kami mengambil jalur kereta menuju Takao, namun karena lupa memastikan kereta yang kita naiki, setelah setengah perjalanan (sekitar 1 jam) kami menyadari bahwa kereta yang kami tumpangi bukan kereta yang menuju tujuan yang kami maksud, itu di sadari setelah seharusnya durasi perjalanan kami sudah sampai d tujuan, namun ini belum nampak tanda2 station yang kami tuju, akhirnya kami turun di station berikutnya, lalu kembali balik ke Tokyo dengan kereta di jalur seberangnya.


Setelah memperhitungkan waktu perjalanan dan kondisi cuaca yang pada saat itu masih dalam proses peralihan dari winter ke spring, dan menurut cerita dari temen yang sehari sebelumnya menjelaskan bahwa mereka gagal melihat puncak gunung fuji karena masih tertutup awan, kami memutuskan untuk membatalkan perjalanan ke Fuji dan akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Asakusa untuk melihat kawasan kota tua Asakusa dengan Shensoji Temple dan Gate Kaminarimon sebagai icon-nya. 

Gak lupa kami membeli oleh2 di sepanjang jalan Nakamishe dan mencoba menikmati Ramen halal di salah satu rumah makan yang direkomendasikan, setelah puas, kami balik ke hotel untuk beristirahat.

Meskipun dua kali kunjungan tetap nggak berhasil melihat puncak Gunung Fuji, gue tetap senang karena gue menikmati perjalanan gue.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng