Langsung ke konten utama

Haw Par Villa, Musem tentang Neraka, di Singapura

Jalan-jalan ke Singaopre itu kebanyakan jalan2 belanja dan melihat bangunan modern, tapi selain wisata tersebut, ada juga wisata horor, gue bilang horor karena emang kita akan melihat kengerian selama d sana.

Tapi nggak horor2 banget sih, hanya ketika kita berada disana, kita bisa meihat apa yang ditampilkan d sana sambil membayangkan jika itu terjadi pada kita saat ini.

Namanya Haw Par Villa Theme Park, taman wisata yan bertema suasana di Neraka, tentunya menurut budaya China dan Buddha, kalo gak salah yah, karena diorama d sana sangat dominan nuansa entis china, penyajiannya menarik. 


Masuknya gratis, nggak perlu bayar, namun demikian jangan menggap tempat ini kotor dan jorok, namun tetap dengan cara Singapura menangani kebersihannya, bersih........

Pintu masuknya aja udah bersuasana neraka, sepanjang jalan akan kita temui banyaknya patung2 atau instalasi yang menggambarkan itu.










Salahsatu bagian yang paling menarik menurut gue adalah Ten Court of Hell, jadi di dalam taman itu berisi diorama tentang bentuk2 penyiksaan orang2 yang melakukan perbuatan dosa, digambarkan mereka di hukum dengan macam2 bentuk hukuman melewati 10 jenis pengadilan, setelah melewati bermacam bentuk hukuman sesuai kesalahannya, di akhir proses pengadilan selanjutnya mereka akan bertemu dengan Wanita Tua, Meng Po, yang memberikan minuman magic tea, sebagai bentuk pengampunan dan untuk melupakan semua peristiwa d masa lalu sebagai proses menuju Samsara, proses Reinkarnasi, yang dipercaya bisa lahir kembali dalam wujud manusia atau binatang,



Pengadilan tingkat pertama







Pengadilan tingkat kedua





Pengadilan tingkat ketiga




Pengadilan tingkat ke-empat




Pengadilan tingkat ke-lima





Pengadilan tingkat ke-enam




Pengadilan tingkat ke-tujuh
 



Pengadilan tingkat ke-delapan




Pengadilan tingkat ke-sembilan




Pengadilan tingkat ke-sepuluh ( maaf gak ada foto dioramanya, lupa #upss )


Samsara





Selain diorama Ten Court of Hell kita juga akan banyak menemukan instalasi luar ruangan dengan macam2 bentuk, ada juga yang lucu2, ada yang ( maaf ) porno (mnrt gue), yang gue gak paham bahasanya karena dominan bahasa mandarin. Untuk menuju kesini naik MRT turun di Haw Par Villa MRT station.









Bolehlah alternative buat yang bosen dengan aktifitas jalan2 di Singapura, mengunjungi tempat ini, karena apa yang di tampilkan d sana, sedikit banyak membantu kita untuk membuat keseimbangan dalam hidup.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari

Cerita tentang berlari, dari dulu sebenarnya saya suka berlari meski hanya sebatas jarak-jarak pendek, dan seringnya tidak secara rutin saya lakukan, saat penugasan di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara, banyak sekali waktu yang saya miliki untuk beraktivitas, saya fikir kenapa tidak saya isi dengan kegiatan berlari, kota yang sepi, cuaca juga lumayan bersih, sebenarnya bersih, tetapi rupanya di Pulau Halmahera terdapat Gunung Dukono yang aktif yang sering mengeluarkan debu tebal ke udara yang mengotori udara di sekitarnya, bahkan jika sedang sangat aktif sampai menjadi hujan debu yang tebal yang menyisakan gumpalan debu yang sangat tebal seperti butiran pasir, jadi ketika udara sedang bersih, minggu sore menjelang maghrib saya selalu mencoba berlari mengelilingi komplek kantor bupati, lumayan meski hanya 2-3 KM, tetapi itu sudah sangat melelahkan buat saya, kadang berganti menjadi setiap minggu pagi setelah shalat subuh, berlari di kawasan Pelabuhan Tobelo yang belum lama diresmikan ol

Singapura - Marina Bay dan Merlion Park

Masih tentang Singapura ... Selain jalan2 di Orchard Road, kita juga bisa berkunjung dan berfoto di Patung Merlion yang ada di kawasan Raffles, patung singa ini menjadi icon singapore dan bahkan sampai sekarang, namun setelah beberapakali kunjungan ke kawasan ini, suasanya sudah banyak berubah, bila kita melihat dengan posisi seperti patung merlion, yang kita lihat hanyalah laut yang luas. Namun sekarang dengan posisi yang sama kita bisa melihat Marina Bay Sand Hotel dan Resort, perubahan yang sangat cepat sudah terjadi d sini.  Background belum ada Marina Bay Sand    setelah ada Mrina Bay Pemandangan pada malam hari Sebelum mencapai foto diatas, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan seperti ini kalau malam hari      Ramai pengunjung yang datang ke sini untuk sekedar berfoto dengan gaya-nya masing2, ada yang datang berombongan, berduaan ataupun selfie sendirian. Kawasannya sangat luas dan nyaman sehingga membuat or

Pengalaman Berlari di Masa Pandemi #2

…. Lanjutan dari tulisan sebelumnya  Juli Bulan Juli, kegiatan tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya, tetapi di Bulan Juli ini saya sempat berkunjung ke Curug Cigamea yang ada di kaki Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun, Gunung Salak.  Seminggu kemudian saya bersama teman-teman lari juga main ke Bandung sekalian merasakan kembali suasana berlari di event lari Pocari Sweat Bandung Marathon yang seharusnya diadakan pada tanggal tersebut, namun karena pandemic akhirnya event tersebut dibatalkan, tetapi diganti dengan event lari Pocari Sweat Virtual Run.  Agustus Bulan Agustus, Alhamdulillah keluarga besar sudah bisa datang ke rumah sekalian selamatan atas rumah yang kembali saya tempati, event berlari masih tetap lari mingguan, kadang ada teman lari yang ngajak lari bareng dengan jarak tempuh yang lebih jauh disamping jarak tempuh rutin tetap dilakukan.  Pocari Sweat Virtual Run 10K juga diselenggarakan di bulan ini dan saya juga sudah menyelesaikan event virtual run ini deng