Turki, Perjalanan Menembus Impian 2013

Perjalanan ke Turki ini gue bilang perjalanan menembus impian, kenapa? Karena perjalanan ke Turki ini adalah perjalanan yang sudah gw inginkan dari dulu, dan Alhamdulillah, terlaksana dengan sangat suksessssssss, begini ceritanya :

Gw tuh suka banget lihat bangunan2 masjid, selain Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, gw juga pengen melihat beberapa bangunan mesjid indah yang lainnya, entah kenapa gw sangat tertarik untuk mengunjungi bangunan2 masjid di Turki, apalagi setelah gw baca beberapa sejarah tentang masjid2 d sana memang Turki sangat sarat akan sejarah Islam. Lalu niat gw ini gw certain ke temen gw yang juga pengen ikutan ke Turki, dan akhirnya disepakati bahwa kami akan berangkat di awal bulan Mei 2013 dengan pertimbangan volume pekerjaan di kantor belum terlalu banyak dan juga cuaca di Turki di bulan tersebut sedang musim semi, cuaca cerah namun dingin, terus siang hari lebih panjang daripada malam hari, jadi waktu untuk jalan2 lebih banyak.

Terus kami cari2 info tiket, dan setelah membandingkan tiket beberapa maskapai penerbangan, akhirnya kami memilih menggunakan Qatar Airways, maskapai bintang 5 terbaik d dunia pada saat itu. Dengan harga tiket yang hmmmm…. Oke lah, akhirnya ditetapkan mulai berangkat tanggal 1 mei sampai dengan 12 Mei 2013.

Selama menunggu keberangkatan, kami cari2 info lebih detail mengenai kota2 yang akan kami kunjungi, berapa lama perjalanan d satu kota dan spot2 wisata yang akan kami kunjungi, selain itu juga kami mulai hunting penginapan dan transportasi antar kota dalam negeri selama d sana

Setelah semuanya beres, sekitar 1,5 bulan menjelang keberangkatan, tiba2 temen gw kasih tau kalau dia membatalkan rencana perjalanan ke Turki dengan alasan duitnya mau dipake buat nambahin beli mobil baru, glekkkk …… gak tau deh mau ngomong apa, tiba2 gw dihadapkan pada kenyataan harus berangkat sendiri ke Negara tujuan yang terjauh yang akan gw tempuh selama ini dan seorang diri. Tapi karena niat gue udah kuat banget mau ke Turki, akhirnya gue semakin meyakinkan diri kalo gue bakal mampu melakukan perjalanan ini sendiri, langsung aja gw mantapkan kota2 yang akan gue kunjungi, penginapan, berapa lama di kota tersebut dsb dsb sampai akhirnya tiba pada hari-H keberangkatan.

Perjalanan selama 12 hari ke Turki adalah sebagai berikut :

Hari ke-1, Rabu, 1 Mei 2013 dini hari: penerbangan dari airport Soetta, Jakarta, dengan menggunakan pesawat Qatar Airlines, pukul 00:10 wib, Rabu, tanggal 1 mei 2013, tiba di Doha, Qatar untuk transit pukul 06:50, lalu lanjut penerbangan berikutnya ke Istanbul pukul 09:30, tiba di Istanbul pukul 12:30 waktu Istanbul ( perbedaan waktu 4 jam antara Indonesia dan Turki dimana waktu di Indonesia 4 jam lebih cepat daripada Turki ).




Sesaat tiba di Havalimani Ataturk Airport Istanbul, sebelum antri di loket imigrasi, gw harus antri untuk membayar Visa On Arrival seharga USD 25, setelah urusan imigrasi selesai, lalu gw menuju penitipan bagasi di airport untuk titip tas ransel 70 liter gw, karena gw rencana mau orientasi wilayah sekitar Masjid Biru dulu sblm lanjut ke Goreme. Habis nitip tas ransel, gw keluar dari airport lalu menuju ke MRT Station untuk perjalanan menuju Otogar MRT Station atau terminal bus Istanbul Bayrampasha untuk membeli tiket bus perjalanan ke Goreme/Nevsehir/Capadocia pukul 22:00. Tiket bus seharga 65 YTL dengan menggunakan Bus Metro, bus dengan fasilitas lengkap seperti pesawat budget.
  


Setelah gw berhasil dapat tiket bus gw mau orientasi wilayah sekitar Blue Mosque dan mau cari tau lokasi penginapan gw selama di Istanbul nanti karena klo berdasarkan peta lokasi penginapan gw agak nyempil, daripada pas sampe Istanbul gw cari2 lagi, mending gw cari sekalian biar gampang. Dari Otogar MRT Station naik kereta ke arah Aksaray di jalur merah, dari Aksaray ganti jalur warna biru untuk naik kereta ke Sultanahmet, kawasan Sultanahmet ini adalah spot turis paling ramai, karena d situ terdapat Blue Mosque dan Haghia Sophia, gimana ceritanya, nanti gw certain pas gw lagi jalan di Istanbul. Jadi gak terlalu jauh dari station Sultanahmet ini, gw ikuti jalan menurut peta yang udah gw cetak, ternyata memang agak nyempil dikit posisinya tetapi sangat startegisssssss, tinggal buka jendela aja udah keliatan tuh Blue Mosque yang hanya beberapa meter jaraknya. Setelah berhasil nemuin lokasi penginapan, gw keliling orientasi wilayah sekitar sampe selesai dan segera langsung kembali menuju airport untuk ambil tas ransel gw lagi lalu lanjut ke otogar untuk menunggu keberangkatan bus malam menuju Goreme.
  


Tepat jam 22:00, Bus berangkat dari Otogar Istanbul, canggihnya, sistem penomoran bus ini seperti pesawat atau kereta api, jadi kita diberi nomor tempat duduk dan bisa memilih sesuai posisi duduk yang diinginkan, kursi tempat duduknya pun sangat nyaman, seperti model kursi pesawat bintang 5 kelas ekonomi, ada sandaran buat kaki setengah selonjor, ada sandaran buat kepala d kiri dan kanan biar klo ngantuk gak sampe miring ke penumpang sebelah, sangat nyaman, selain itu selama perjalanan full entertainment dengan aneka macam pilihan hiburan serta bisa charge hape atau tablet, canggih banget menurut gw, dan yang oke-nya, tiket nya itu gak mahal, harga sesuai dengan service yang diberikan, lama perjalanan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, tepat waktu dan aman dalam perjalanan. Di dalam bus selama perjalanan ada steward/pramusaji yang akan menyajikan snack dan minuman ringan kepada tiap penumpang, lama perjalanan bus sekitar 11 jam, jika kita berangkat jam 22:00, kita akan sampai di Nevsehir sekitar jam 08 pagi, setiap empat jam perjalanan bus akan berhenti di pemberhentian yang sudah ditetapkan, karena ternyata memang aturan standard mengemudi d sana, dari Nevsehir  nanti kita akan d jemput dan d antar menuju desa Goreme, sampai Goreme tepat 9 pagi. Bus yang gue pake dan gw rekomendasi kalo mau melakukan perjalanan selama di Turki adalah Metro Bus, ada websitenya jika ingin membuat estimasi perjalanan antar kota, dan ini sangat membantu gw untuk melakukan rencana perjalanan antar kota gue, karena memang sangat akurat dan d andalkan.




Hari ke-2, Kamis, tanggal 2 Mei 2013 : tiba di Nevsehir sekitar jam 8 pagi, lalu dari Nevsehir otogar, pihak Metro Bus akan menjemput kita dengan bis yang lebih kecil lagi menuju desa Goreme untuk perjalanan sekitar 40 menit. Ketika sudah sampai di Goreme otogar, gw langsung cari penginapan gw di Paradise Cave untuk menginap selama 3 hari 2 malam disana. Makan siang dengan Tavuk donner seharga 5 YTL, makan malam seharga 12 YTL.
  


Gak lama setelah proses check in, gw langsung d anter masuk ke bed gw, tadinya belum d kasih masuk, tapi karena emang masih kosong, akhirnya gw d bolehin masuk duluan sehingga gw bisa pilih bed duluan. Setelah itu gw langsung mulai jalan sesuai skedul yang udah gw siapin, cuaca cerah banget, tapi udaranya masih dingin, karena musim semi, jadi masih kebawa udara dinginnya, meskipun tengah hari gw masih pake pakaian tebel krn dingin.

Lokasi pertama yang gw kunjungi adalah explore ke Goreme Open Air Museum yang berjarak sekitar 1 KM dari hotel, perjalanan tidak terlalu sulit karena perjalanan menuju lokasi sangat mudah dan pemandangan sepanjang jalan sangaaaaaaaaaaat indah sehingga tidak terasa perjalanan begitu singkat, desa Goreme ini terdiri dari gugusan bukit2 yang berasal dari muntahan lahar gunung berapi purba yang meletus ribuan tahun yang lalu, endapan lahar yang mengeras membentuk sedemikian rupa seperti pemandangan bukan di bumi, dan emang seperti yang di tulis di buku2, pemandangannya emang beda banget, bukit2 itu jaman dulunya dipake oleh penduduk untuk dijadikan tempat tinggal, mereka mengukir bukit2 tersebut menjadi gua2 untuk mereka tinggali bertahun-tahun, karena sifatnya memang dari debu vulkanik, jadi tidak susah untuk di gali namun tetap tahan lama bertahan dari goncangan, bekas peninggalan rumah penduduk d gua2 itu kini menjadi obyek wisata dan kawasan Goreme ini masuk dalam warisan sejarah dunia dan dilindungi oleh UNESCO, tiket masuk Goreme Open Air Museum adalah 20 YTL. Di dalam museum terbuka ini, kita akan dikasih lihat rumah2 penduduk dalam gua pada masa itu, lengkap seperti sebuah rumah, ada kamar tidur, dapur, ruang makan dsb, selain itu juga banyak ditemukan gereja dalam gua yang sampai sekarang masih melekat lukisan dindingnya, dan itu sangat dilindungi sehingga turis dilarang untuk mengabadikan ruangan dalam khawatir efek cahaya kamera merusak kualitas lukisan. Museum ini terbentang dalam area yang luas, setelah selesai, gw balik lagi ke arah penginapan dan nggak lupa gw foto2 narsis sepanjang jalan karena view-nya indah bingitssssssssss. Makan siang seharga 5 YTL dan makan malam seharga 14 YTL. Beli souvenir dompet kecil seharga 10 YTL dan Fruit Tea seharga 10 YTL.
















 Hari ke-3, Jumat, tanggal 3 Mei 2013, setelah sarapan, gw melakukan perjalanan ke Uhcisar Castle yang berjarak sekitar 5 KM dari Goreme, Uhcisar Castle ini puncak tertinggi di desa Goreme, dan yang bikin takjub, di puncak tertinggi ini juga penuh dengan gua buatan manusia pada jaman dahulu dan masih terawatt sampe sekarang, view dari atas puncak Uhcisar Castle ini sangat menajkjubkan,seluruh wilayah Goreme dan Urgup keliatan dengan begitu indahnya, dengan menggunakan Dolmus dari Goreme otogar, tarif 2.5 YTL, total pulang pergi jadi 5 YTL, tiket masuk ke Uhcisar Castle seharga 15 YTL, turun dari puncak gw sempetin shalat jumat di mesjid terdekat dan keliling sekitar castle. Puncak Uhcisar Castle yang ada sekarang katanya sudah semakin pendek karena semakin lama batu2 yang ada di castle tersebut semakin menipis karena kondisi alam. Sorenya melakukan short trip ke nevsehir dengan dolmus tiket pulang pergi 5 YTL. Membeli tripod seharga 30 YTL

 Uhcisar Castle dan pemandangan dilihat dari atas














 

Ketika melakukan ibadah shalat pertama kali di Turki, gw langsung terbayang suasana shalat berjamaah di Tanah Suci Mekkah dan Madinah, kenapa begitu, karena wajah2 Turkish yang gw temui, suasana dan tatacara ibadah mereka langsung mengingatkan gw akan suasana shalat di Tanah Suci, gw merasa sangat nyaman banget, ditambah interior masjid yang sangat indah, meskipun hanya sebatas masjid kampong yang kecil, tapi kebersihan dan keindahannya jauh lebih bagus dan lebih bersih daripada beberapa mesjid besar yang gw pernah kunjungi di Jakarta. Selesai shalat di halaman masjid akan ada dermawan yang akan membagikan menu makan siang buat mereka yang beribadah dan itu gratisssss siapa saja boleh mengambilnya, sangat dermawan sekali, menu makan siangnya bukan berupa nasi tapi berupa roti panjang yang seharusnya d belah2, lalu diberi margarine kecil, minuman beraroma serta buah, Alhamdulillah gw kebagian dan bisa hemat uang makan hehehehe.

Ada sedikit beda antara waktu masuk shalat jumat dengan shalat wajib yang rutin, ketika waktu shalat wajib yang rutin masuk, gak lama setelah adzan, shalat sunnah rawatib hanya diberi waktu sebentar, habis itu langsung d sambut dengan iqomah, dan jamaah langsung merapatkan barisan dengan tertib dan rapi, setelah selesai shalat dilakukan wirid dan pembacaan doa juga secara tertib dan bersama-sama, dan yang keren banget, yang menjadi imam shalat itu sudah mempunyai jadwal tersendiri dan diberi ruangan sendiri sebagai imam, diberi pakaian khusus imam, mereka bertugas seharian sebagai imam dan d diberi ruangan khusus untuk imam yang bertugas pada hari itu. Tatacara ibadahnya pun sangat tertib sehingga rasa khusyuk saat shalat lebih terasa.

Kalau shalat jumat, ada penceramah memberikan materi ceramah sambil menunggu waktu shalat jumat masuk, ketika waktu shalat jumat masuk, setelah adzan berkumandang, penceramah tetap melanjutkan ceramah sampai batas waktu yang sudah ditetapkan, setelah itu baru adzan kedua dikumandangan, setelah adzan kedua berkumandang, khatib langsung naik mimbar dan meberikan khutbahnya sampai selesai, begitu seterusnya sampai urutan shalat jumat sempurna d lakukan.

Selesai shalat jumat gw kembali keliling wilayah sekitar, dan gw sempetin ambil foto dengan menggunakan tripod yang selalu setia menemani gw sepanjang perjalanan, sialnya saat gw menggunakan tripod, entah karena apa tiba2 ada bagian tripod gw yang pecah sehingga tidak berfungsi dengan normal, langsung rusak deh mood gw untuk foto2, gw jadi bête gak bisa ambil foto buat diri sendiri, karena kalo ngandelin orang lain pasti hasilnya gak sesuai dengan keinginan kita. Akhirnya yaudah gw balik ke penginapan sambil mikir gimana caranya supaya tripod gw kembali berfungsi, sempet gw akalin dengan kasih lem tapi ternyata tetap tidak berfungsi dengan baik.




Akhirnya gw mikir sendiri gimana bisa beli tripod di sekitar Goreme, gw cari2 sekitar sana gak ada toko yang jual kamera dan peralatannya, terus gw Tanya aja ke Tourist Information, dan dikasih tau kalo  mau beli tripod kudu ke Kecamatan Nevsehir, tanpa pikir panjang gw langsung ke Nevsehir dengan Dolmus, dan sampe Nevsehir langsung gw cari toko kamera yang jual tripod, Alhamdulillah ketemu dengan harga yang wajar, sambil pulang balik ke Goreme, gw nikmati dulu keramahtamahan kecamatan Nevsehir, kota yang ramah penduduknya, masih sangat menjaga budaya berpakaian, dimana-mana orang pake celana panjang dan jaket atau sekedar sweater, yang perempuan juga demikian, mereka menutup kepala mereka minimal dengan kerudung biasa namun tetap modis dan modern, keren banget, gw pengen banget tinggal d sana. Secara gw saat itu karena emang mendadak banget harus cari tripod, gak sempet pake celana panjang, jadi gw pake celana sedengkul dan kaos oblong plus sandal jepit, khas gw kalo traveling, alhasil sepanjang jalan d sana menjadi tatapan mesra mereka, karena wajah gw dan pakaian gw sangat berbeda dengan mereka, ada beberapa yang menyapa ramah ke gw nanyain dari Negara mana, bla  bla bla. Nevsehir bukan kota tujuan turis untuk traveling, tapi gw merasa nyaman ketika d sana.

 Hari ke-4, Sabtu, tanggal 4 Mei 2013, pagi ini setelah shalat subuh, gw sengaja gak tidur lagi, gw sengaja niatin untuk tetap terjaga dan gw lawan udara dingin pagi yang masih dingin banget, tau nggak kenapa? Karena di wilayah Goreme ini , kalau cuaca mendukung, setiap pagi, setiap hari, sepanjang tahun, mulai setelah subuh sampai jam 8-9 pagi, langit Goreme dihiasi dengan ribuan balon udara terbang yang memang ditawarkan menjadi daya tarik wisata disana, karena kita ditawarkan merasakan pengalaman naik balon udara dan melihat pemandangan Goreme dan sekitarnya dari ketinggian di udara, lama penerbangan sekitar 1 jam, namun proses untuk terbangnya bisa lebih dari satu jam. Karena tiketnya yang mahal untuk gw, sekitar Rp 2 juta kalo di rupiahkan, dan gw gak begitu tertarik untuk ngerasainnya, gw ikut merasakan pengalaman persiapan balon udara tersebut mengudara.

Jadi, sore hari sebelumnya gw udah cek lokasi terdekat dari hotel gw dimana lokasi pemberangkatan balon udara, nah terus habis shalat subuh, gak peduli kamar masih gelap dan si bule masih pada ngorok, langsung deh gw keluar, gw bawa kamera dan tripod gw dan gw datengin lokasi balon udara tsb, jadi prosesnya tiap penumpang yang sudah mendaftar, akan d jemput d masing2 hotel oleh masing2 perusahaan, karena operator balon udara ini ternyata banyak banget dan mereka bersaing, setelah itu dikumpulkan d tempat2 yang sudah ditentukan, sambil menunggu, mereka d kasih sarapan, sementara itu gw melihat proses langsung mulai dari balon yang masih dalam bentuk lipatan2 dikeluarkan dari mobil, lalu balon mulai di tiup sampai proses balon siap diterbangkan, selain itu juga gw melihat proses menaikkan penumpang, satu keranjang balon udara ini ternyata bisa memuat sekitar 24-28 orang, dibagi rata kiri dan kanan, satu proses yang gw amati dan masih bertanya2 sampe skrg, penumpang dari asia dan penumpang non-asia itu dipisahkan tempatnya, misalnya yg asia di kiri, non asia d kanan, atau sebaliknya, gw nggak tau kenapa ada pembedaan spt itu, tapi ya sudahlah. Gw abadikan dalam bentuk video proses mulai dari balon siap terbang sampai balon perlahan landing, keren. Dan tentunya gw nggak lupa foto narsis d depan keranjang balon udara sblm terbang, modal nekat minta d fotoin sama petugasnya, untungnya baik, gw d fotoin hehehehehe #cuek.

Proses mulai dari menggelembungkan balon sampai balon siap terbang, itu menjadi pemandangan lain yang menakjubkan, kerennnnnnnnn banget, sumpah, gak lama setelah balon siap terbang, itu bagaikan kupu2, satu per satu balon muncul dari balik bukit, dari balik bebatuan, balik lembah, warna warni seperti hendak terbang lepas bebas ke udara, suatu pengalaman yang indah dan menakjubkan, segera setelah balon2 tersebut mulai mengudara, gw langsung pindah tempat, gw naik ke bukit2 yang tempatnya startegis, gw abadikan setiap momen balon mengudara, dan ternyata gw nggak sendirian, ternyata banyak turis lain yang melakukan hal yang sama dengan gw, mengabadikan momen balok udara beterbangan ke atas langit dengan indah, dan pastinya gw gak lupa pose2 narsis dengan latar belakang balon yang sedang mengudara.






































 Kelar nonton balon terbang, gw balik hotel, mandi, packing, sarapan, gw check out, setelah menyelesaikan proses pembayaran penginapan di Paradise Cave seharga 40 YTL, lalu melanjutkan perjalanan menuju Konya.

Paradise Cave ini penginapan di dalam gua, keren banget, jadi gw pilih kamar type dormitory isi 3 bed, meskipun d dalam gua, jangan d bayangin suasana udara yang pengap dan menyesakkan dada, malah udaranya tetap segar dan bersih, gak perlu AC karena udaranya juga dingin banget, klo udah d kamar enakan langsung selimutan, jadi emang nyaman banget buat tidur. Malam pertama gw tidur sendirian, legaaaaa banget rasanya, karena dua bed lainnya belum diisi tamu, tapi malam berikutnya udah diisi turis bule suami istri, dan kalo tidur itu, emang kebiasaan bule, gelappppppp, gw yang gak biasa gelap jadi gelagapan sendiri, enakakn remang2 kalo tidur, mau ngapa2in jengah, secara lampu ada d dekat bed gw, gw mau nyalain takut ganggu yang lain, gw nggak nyalain juga gak nyaman, tadinya masih mau males2an dulu, akhirnya ikutan merem juga.

Paradise Cave ini nyaman banget buat penginapan, harganya bersahabat, pemiliknya juga sangat ramah, satu hal yg menarik, mereka sangat suka dengan orang2 berwajah Asia, entah kenapa mereka sangat suka sekali dan mencoba untuk berkomunikasi lebih banyak dengan orang asia, dan ini yg gw alami ketika gw di Goreme, pemiliknya mengajak berbincang minta diceritain tentang Indonesia, dia bilang gak banyak orang Indonesia yang melakukan backpacker ke Turki, rata2 mereka mengambil tour katanya, terus dia bercerita dan menjelaskan tentang suasana Goreme, apakah itu bagian dari service mereka atau bukan, yang jelas suasanya kenyamanan yang d bangun oleh mereka berhasil, finally ketika waktu gw mau bayar hotel, gw minta korting dan mereka gak ada komplen langsung kasih gw diskon shg gw gak perlu bayar sesuai tagihan.


Menu sarapan yang disajikan itu adalah menu sarapan paling favorite menurut gw, jadi sarapan orang Turki, bukan nasi tapi roti yang di potong2, lalu toppingnya ada pilihan margarine atau selai, selain itu pilihan buah ada apel, anggur, semangka, buah zaitun dan juga beberapa kue manis khas Turki, minumannya yang paling terkenal selain kopi adalah teh rasa buah, terus pake gula bentuk balok2 kecil, dan itu gue sukaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget, jadi bener2 menyehatkan banget Trukish Breakfast.

 

Perjalanan ke Kota Konya pukul 09:30 dengan menggunakan bus perusahaan Suha dengan tiket bus seharga 35 YTL untuk perjalanan selama 3 jam, tiba di Konya otogar sekitar pukul 1:30, lalu lanjut dengan membeli tiket perjalanan malam ke Pamukkale dengan bus Sokak seharga 40 YTL perjalanan pukul 23:00, segera setelah beli tiket selesai, gw langsung ke bagian titip koper di penitipan loker, biayanya juga murah dan cukup besar ukurannya, karena gw rencana emang hanya one day trip aja selama di Konya, gw hanya membawa tas kecil untuk barang pribadi dan tentunya tripod dan kamera, dari terminal gw jalan dikit untuk naik Dolmus ke pusat kota Konya, gw langsung menuju lokasi tujuan utama yaitu Mevlana Muzesi, dengan tiket 3 YTL, yaitu Museum dan Makam tokoh pendiri aliran Sufi, Jalaludin El Rummi, atau di Indonesia dikenal dengan Jalaluddin Rumi, Museum ini menyimpan semua koleksi sejarah terkait dengan aliran Sufi ini, disana kita diperlihatkan ruang2 kelas murid2 Sufi belajar, peralatan, pakaian, buku2 dan proses bagaimana seseorang bisa mempelajari sufi ini, jadi kek semacam komplek sekolah/madrasah, dan di tengah komplek museum, kita bisa berziarah ke Makam Jalaluddin Rumi beserta Keluarga, Sahabat dan Murid2nya, juga diperlihatkan syair2 Sufi, Kitab Suci Al Quran dengan kaligrafi yang sangat indah, pakaian2 Rumi dan sebagainya. Keluar dari komplek Museum, kita juga bisa menemui masjid bersejarah di sepanjang Mevlana Cadessi.






 Hari itu banyak banget pengunjung yang datang berziarah ke Museum, kek-nya gue salah hari kali yah, atau emang setiap hari rame kek gini, dari pertama kali mau beli tiket masuk, gw udah sesek2an sama pengunjung yang lain yang didominasi pelajar dan orang tua, dan itu semua local, tidak Nampak turis luar, setidaknya dari wajah, yang datang, kecuali gue. Sepertinya Mevlana ini memang jadi tujuan wisata dan ziarah bagi penduduk Turki, entahlah.
















Selepas dari situ, gw berjalan kaki menyusuri Mevlana Cadessi, sepanjang jalan itu ramai dengan toko2 perniagaan dikombinasikan dengan bangunan bersejarah, macam Selimiye Cami, Iplicki Cami dan sebagainya, gw rencana mau ke Aalaydin Tapessi, semacam bukit kecil yang berada di tengak kota Konya yang sangat asri, Cultural Park dan juga Aalaydin Cami. Perjalanan dari Konya otogar menuju Mevlana musezi dkk dengan dolmus tiket pulang pergi seharga 6 YTL. Makan siang seharga 5 YTL, makan malam seharga 5 YTL. Membeli souvenir seharga 15 YTL.







Ada pengalaman lucu namun menyebalkan, jadi ketika gw berjalan kaki menuju Aalaydin Tapessi, gw disapa oleh pemuda Turki dan dengan ramahnya dia nanyaian darimana n mau ngapain aja dengan bahasa inggris, dan gw jawab juga dengan bahasa inggris, lalu dia tersenyum, nggak lama kemudian, dia langsung ngajakin ngobrol pake bahasa Turki sepanjang jalan, nyerocos terus tanpa gw ngerti satu kalimat pun, pusing deh, padahal gue nggak minta ditemenin, gw juga udah kasih isyarat untuk menjauh, sampai tiba di Alaydin Tapessi, gw di ajak naik ke atas bukit, gw d ajak naik ke atap masjid d situ katanya mau kasih lihat pemandangan Konya dari atas, gw d fotoin, namun hasil fotonya jelek banget, nyerocos terus sampe akhirnya gw merasa gw terganggu dengan kehadiran dia, ketika ada moment dia bilang mau ke toilet, gw mengiyakan dan langsung saat itu juga gw cepet2 pergi menjauh, namun sialnyaaaaaaaaaa dia nemuin gw pas lagi mau nyebrang jalan, gw ngeri jadi korban criminal, ternyata dia sebentar doank ke toilet, gw bête, gw cari akal gimana supaya dia gak nempel gw lagi, gw pura2 mau ke warnet mau update status, gw cuekin dia, dia nyerocos terus, gw bilang stop atau menjauh pake bahasa isyarat dia tetep senyum atau apalah, gw minta tolong sama polisi mau bilang biar dia gak ngikutin gw terus, tapi si polisi itu gak bisa bahasa inggris juga, waktu gw mau login ke computer, ternyata keyboard-nya udah d setting pake aksara turki dan gw makin bête karena dia yg bantuin gw nulis krn dia nempel terus dari tadi, sebel banget.

Keluar dari warnet krn gw udah sebel, akhirnya gw tanya sambil pasang muka asem, eh dia bilang sigar … sigar … pake bahasa isyarat juga, hmmmm…. Gw paham deh dia minta balas jasa krn dianggap udah ngajak keliling gw, yaudah langsung gw kasih duit 5 YTL dan bilang pake bahasa isyarat utk menjauhi gw, dan Alhamdulillah dia akhirnya gak ngikutin gw lagi, habis itu gw trauma, ada beberapa bapak2 yg ngajakin ngobrol gw jadi parno, akhirnya gw buru2 kabur dari sekitar situ, gw pindah ke Cultural Park, tempat kumpul keluarga Turkish, dan kembali menjadi tatapan mesra orang2 d sana, karena penampilan gw yang sangat berbeda dengan mereka, gw mah langsung pose aja dilitain gt.

orang aneh itu


Pengalaman unik lainnya adalah, ketika dalam perjalanan bus dari Goreme ke Konya, gw satu deret kursi sama anak muda, mukanya mirip banget sama Rafi Ahmad, tapi cakepan anak muda ini, terus dia mencoba mengajak berkomunikasi dng gw, nanya mau kemana, mau ngapain bla bla bla dengan bahasa inggris yang terbata-bata, dia cerita kalo dia mahasiswa kedokteran di Kayseri, kota asal tokoh Sufi yang humoris dan terkenal, Nasruddin Hoja, dengan kemampuan bahasa inggris yang sangat terbatas tapi dia tetap pengen ngajak ngobrol, menariknya ketika gw bicara atau menanyakan sesuatu ke dia dalam bahas inggris, dia langsung membuka hapenya dan minta d tulis pertanyaan gw ke dalam aplikasi translate, ketika dia paham dia jawab lagi pake aplikasi translate, lucu aja, begitu terus ketika ada kosakata yang dia nggak paham, dia akan buka aplikasi translate kemudian dia jawab, jadi nyambung, tasakur ederim translate application J


 Setelah capek keliling Konya, karena gw hanya one day trip, akhirnya gw memutuskan untuk balik aja ke terminal bus Konya, karena memang terminal bus-nya sangat nyaman, karena jam keberangkatan bus gw jam 11 malam menuju Pamukkale, mendingan gw istirahat aja disana. Setelah shalat maghrib gw sengaja istirahat di dalam musholla terminal, meskipun hanya musholla terminal, tetap terjaga kebersihannya, tetap saja ada jadwal imam musholla yang dilaksanakan dengan tertib, terlihat dari pakaian imam-nya, setelah rangkaian ibadah selesai, sambil menunggu shalat isya, gw sandaran di dinding, gak lama kemudian masuk anak muda shalat maghrib, selesai shalat maghrib dia wiridan lalu tadarus Al Quran, sepertinya dia sedang mencoba menghafal beberapa surat pendek dalam Juz Amma, sambil dengerin dia baca, lama kelamaan gak sadar gw ngikutin juga bacaan dia, dan dia ngeh, gw jadi gak enak hati, selesai dia tadarusan, dia nyamperin gw dengan senyuman, dan menyapa gw, setelah berkenalan, ternyata dia pemuda dari Negara Kosovo yang sedang belajar Al Quran, namanya Endrit Arifi, sepertinya dia ingin menjadi penghafal sekalian hafidz Al Quran, sangat bersahabat dan dia senang sekali bertemu dengan orang dari Negara lain dan berbeda kultur, dia bercerita bahwa Konya ini menjadi rujukan orang2 untuk melanjutkan pendidikan agama, setelah ngobrol2 sebentar dia pamit karena harus segera kembali ke asrama karena sudah hampir lewat jam aktvitas di luar asrama.

 



Akhirnya bus yang d tunggu sudah datang, segera gw ambil titipan tas d loker penitipan, gw langsung duduk manis, gak lama kemudian, bus berjalan dan gw tidur di perjalanan sampai Pamukkale.

Hari ke-5, Minggu, tanggal 5 Mei 2013, perjalanan dengan bus selama 7 jam menuju Pamukkale, akhirnya tiba di tujuan, namun bus hanya berhenti di Denizli pukul 5 pagi, istirahat sebentar di Denizli otogar, shalat subuh, bersih2 d musholla terminal, sarapan seharga 5 YTL, setelah hari mulai terang, segera gw ke loket untuk membeli tiket perjalanan ke Selcuk dengan bus perusahaan Pamukkale seharga 40 YTL perjalanan selama 3 jam, koper kembali gw titip di loker penitipan, gw rencana one day trip juga di Pamukkale, setelah itu lanjut menuju Pamukkale dengan dolmus seharga 7 YTL untuk pulang pergi, sampai di Pamukkale, tidak ada bus yang langsung ke Pamukkale, semuanya harus berhenti di Denizli, Karena Pamukkale hanyalah sebuah desa, di wilayah Pamukkale gw ke kawasan Pamukkale Heritage, Hierapolis, Travertine dengan tiket seharga 20 YTL, makan siang seharga 15 YTL.

suasana terminal Denizli, dekat Pamukkale



Jadi di kawasan Pamukkale World Heritage ini terdapat bekas pemukiman penduduk pada masa kerjanaan Romawi dulu, hal ini dapat dilihat dari banyaknya sisa bangunan peninggalan pada masa itu dalam bentang area yang sangat luas, sehingga kawasan tersebut dijadikan kawasan yang dilindungi oleh UNESCO, di dalam kawasan itu gw mulai perjalanan dengan jalan kaki melewati kawasan kuburan orang jaman dulu, yang dikubur dalam peti batu yang dinamakan sarkofagus, aneka macam bentuk sarkofagus bisa d temukan d sana, lalu jalan semakin jauh mulai deh menemukan lokasi pemukiman, bekas gedung pertemuan, tempat pemandian dll dll dalam arean yang panjang, sampai akhirnya gw naik ke atas bukit untuk melihat Coloseum, sebuah bangunan dengan tempat duduk setengah lingkaran yang ada di atas bukit lalu d bawahnya menjadi semacam tempat pertunjukkan orang Romawi jaman dulu, sepanjang World Heritage sampe Coloseum gw banyak foto2 selfie pake tripod sampe puas, gak lama setelah di Coloseum gw turun bukit menuju lokasi yang jadi andalan wisata mereka, Travertine, yaitu kawasan berbentuk lereng, dimana sepanjang lereng dari atas ke bawah berlapis belerang warna sangat putih sehingga orang2 menyebutkan cotton castle, entah kenapa d sebut demikian, munkin karena warnyanya yang putih, sepanjang lereng tersebut terbentuk secara alam kolam-kolam air hangat yang mengandung belerang, sehingga banyak sekali orang2 yang berendam di kolam2 tersebut, gw sempet foto2 pake tripod, eh ditegur karena katanya kalo foto gak boleh pake tripod, entah apa alasannya, untungnya gw udah banyak foto2 d situ, jadinya gw gak perlu minta foto sama orang lain, cuaca saat itu cerah, anginnya dingin, namun matahari terang banget, sehingga meskipun udara dingin, kulilt kita tanpa terasa menghitam karena terbakar matahari, tapi oke lah, eksotis jadinya.





















Seharian gw di Pamukkale, setelah itu gw balik lagi ke Denizli dengan rute yang sama, sebenarnya bisa aja gw menginap di Pamukkale, tapi setelah di pertimbangkan, kek nya cukup gw ke Pamukkale tanpa harus menginap. Sampe Denizli gw ke musholla untuk istirahat, bersih2 sambil menunggu keberangkatan gw ke Selcuk.


Tiba di Selcuk otogar pukul 20:00, baru menjelang maghrib, jadi masih terang, gw langsung disambut sama calo2 hotel menawarkan penginapan, karena gw udah booking via online, gw langsung menuju Paris Hotel yang terletak dibelakang terminal sesuai arahan peta, untuk menginap selama 2 malam, setelah menyelesaikan proses check in, lalu menuju ke otogar untuk membeli tiket bus ke Istanbul seharga 58 YTL, makan malam Tavuk Donner seharga 5 YTL.






Selcuk ini, menurut tulisan yang pernah gw baca pernah menjadi kawasan yang ramai bagi turis untuk menginap, karena dekatnya dengan lokasi Ephesus, namun setelah Kusadasi, kawasan resort makin ramai, turis lebih memilih untuk menginap di Kusadasi daripada Selcuk, jadi di Selcuk banyak penginapan yang kosong dan banyak cafe2 yang sudah tidak terlalu ramai, termasuk penginapan di Paris Hotel ini, lokasinya sangat dekat dengan otogar, namun sepi. Gw booking kamar type twin bed dengan harga kamar dormitory.






Hari ke-6, Senin, tanggal 6 Mei 2013, melakukan perjalanan ke situs Ephesus dengan dolmus pulang pergi seharga 6 YTL, tiket masuk Ephesus seharga 20 YTL, makan siang dengan Tavuk Donner seharga 5 YTL, membeli souvenir seharga 15 YTL, mengunjungi Isa Bey Mosque, St John Curch dan reruntuhan Temple of Artemis. Makan malam seharga  8 YTL.

Setelah selesai sarapan, gw segera ke otogar Selcuk untuk naik Dolmus ke arah situs sejarah Efesus, situs sejarah efesus ini mirip dengan Pamukkale World Heritage, namun di Efesus jauh lebih lengkap dan utuh bangunan-bangunnya, bahkan munkin di Efesus ini pemukiman kaum ningratnya, terlihat dari bangunan2 yang lebih terawatt dan ukiran2 di dinding2 bangunan, setelah melewati gerbang masuk, kita akan menemukan Coloseum namun dalam ukuran yang lebih kecil, setelah itu kita akan masuk ke kompleks pemukiman seperti pasar, gedung pertemuan, gedung perpustakaan, kawasan pemukiman dan beberapa lokasi lainnya memanjang, lantai jalanan yang masih utuh menempel sejak dulu mengesankan kalau kompleks pemukiman ini memang sangat tertata dan terawatt dengan baik.









tempat boker para ningrat jaman dulu, tinggal duduk, nyemplung aja







dekat lokasi Efesus juga ada Gereja Bunda Maria dan Grotto of the seven sleepers, Goa tempat bersembunyinya 7 pemuda yang kurang lebih katanya tinggal bertahun-tahun kemudian dan ketika keluar dari gua, keadaan sudah berubah total dan katanya tertulis dalam salah satu kitab suci. Tapi gw nggak ke tempat itu karena pertimbangan waktu juga mau mengejar ke tempat yang lain.

Selesai dari kawasan Efesus, gw balik lagi ke hotel, makan siang, shalat, istirahat sebentar, sorenya habis ashar gw jalan lagi tapi di sekitar Selcuk otogar, karena dekat2 situ terdapat Temple of Artemis, katanya dulu tempat itu menjadi tujuan orang yang ingin mendapatkan kesuburan, di dalam Temple tersebut terdapat patung Dewi Artemis yang dipercaya jika berdoa kepadanya akan diberikan kesuburan bagi mereka yang ingin mendapatkan keturunan, temple of Artemis ini secara rekosntruksi sangat megah bangunannya, namun kenyataan di lapangan, tinggal sebuah lapangan luas seukuran lapangan bola, dan di tengahnya masih terdapat sisa pondasi serta satu tiang penanda bahwa disitu pernah berdiri Temple of Artemis. Kemana sisa bangunan Temple of Artemis ini? Menurut catatan sejarah tertulis bahwa batu2 yang dulu dipakai untuk membangun temple, diambil dan digunakan untuk membangun Isa Bey Mosque dan St John Basilica yang dibangun masing2 pada masanya dan kedua bangunan tersebut masih berdiri kokoh sampai sekarang. Untuk masuk ke dalam masjid tidak dipungut bayaran, namun untuk ke dalam Gereja dipungut bayaran.

hamami - pemandian Turkis jaman dulu, sdh tidak berfungsi lagi


tugu penanda pernah berdiri Temple of Artemis








Benteng Selcuk, tidak boleh dimasuki kecuali oleh Militer


bekas benteng penanda batas kota Selcuk jaman dulu yang masih tersisa


Di seberang otogar terdapat Selcuk Museum yang berisi benda2 bersejarah dari Efesus dan sekitarnya, yang menjadi primadona adalah Patung Dewi Artemis, namun saying saat gw kesana masih dalam proses renovasi sehingga belum bisa dibuka untuk umum, akhirnya malam itu gw habiskan waktu dengan jalan2 seputar keramaian Selcuk.

Hari ke-7, Selasa, tanggal 7 Mei 2013, melakukan perjalanan ke kawasan resort pantai Kusadasi, dengan dolmus tariff pulang pergi seharga 10 YTL, makan siang seharga 6 YTL, makan sore 6 YTL dan makan malam seharga 5 YTL, membeli souvenir seharga 5 YTL, earphone seharga 15 YTL, malamnya melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Istanbul.

Setelah sarapan, gw masih leyeh2 karena hari ini check out, gw memanfaatkan waktu untuk santai d kamar, sekitar jam 11-an gw chek out, titip tas d lobby hotel, terus sang pemilik hotel minta tolong gw isi testimony tentang hotel ini di sebuah situs travel, karena gw juga kasihan lihat kondisi hotel yang sepi, gw kasih testimony yang baik2 aja deh tanpa dilebihkan dan dikurangkan, setelah itu gw rencana mau jalan2 seharian ke kawasan resort pantai Kusadasi.

Seperti yang gw bilang, Kusadasi ini menjadi destinasi baru bagi turis untuk berkunjung, sangat kontras dengan suasana Selcuk yang sepi namun damai, apalagi Kusadasi menawarkan suasana pinggir laut dengan pemandangan yang menyenangkan, banyak toko2 berjualan d sana bahkan sampai ramainya, suasana jadi terkesan sumpek, namun demikian tetap terjaga keindahan dan kebersihannya. Turis bule sangat suka bermain dan menginap d sini karena memang tempatnya oke banget. di pasar orang banyak menjual barang dagangan termsuk souvenir dan barang2 branded KW juga dijajakan, banyak juga tingkah polah penjual yang sok akrab dan sebagainya untuk menarik perhatian turis. Karena menjadi pusat turis berkumpul, otomatis barang yang dijajakan menjadi mahal, untungnya gw gak tertarik membeli barang d sana, hanya membeli beberapa souvenir untuk dibawa pulang ke rumah. Keliling sampe bosen dan seterusnya gw balik lagi ke Selcuk sambil menunggu keberangkatan bus selanjutnya ke Istanbul.













Hari ke-8, Rabu, tanggal 8 Mei 2013, tiba pagi hari di Istanbul otogar pukul 7 pagi, lalu lanjut menuju hotel dengan train metro, setelah menyelesaikan proses administrasi di hotel, ke Basilica Cistern, Blue Mosque, Grand Bazzar, Haghia Sophia, lalu melanjutkan keliling kawasan sultanahmet, makan siang seharga 10 YTL, makan malam 10 YTL.

Bus tiba di Bayrampasha Otogar Istanbul jam 7 pagi sesuai jadwal, dari sana gw langsung menuju ke hotel dengan cara dari Otogar MRT station jalur warna merah, menuju Airport, namun gw turun di Zeytinbunru Station, dari sana ganti jalur biru yang ke arah Kabatas, namun gw turun di Sultanahmet LRT station. Dari Sultanahmet LRT station gw jalan ke arah Blue Mosque terus mengikuti jalan ke arah penginapan gue di Istanbul di Yakamoz Guesthouse untuk menginap selama 4 hari 3 malam.

Setelah selesai proses check in, gw langsung dapet kamar dormitory isi 6 bed, habis bersih2 gw langsung melakukan perjalanan pertama gue ke Basilica Cistern, namanya keren sih tapi ini adalah bendungan untuk menampung air dalam ukuran yang sangat luas, penjelasan tur guide yang gw curi dengar katanya seluas 3 kali lapangan bola, dengan ketinggian sekitar gedung berlantai 3 dan itu berada di bawah tanah. Bangunan ini dibuat untuk menjaga ketersediaan air di wilayah itu pada masanya. Hebatnya system pengaturan udara di dalamnya sangat baik, membuat orang yang masuk ke dalamnya tidak merasakan sumpek atau sesak nafas. D dalam ruangan bendungan ini dilengkapi dengan banyak tiang sedemikian rupa menjadi seperti tidak d dalam kolam penampungan air tapi seperti di dalam sebuah bangunan dengan banyak tiang, yang menyadarkan kita itu sebuah kolam adalah sekeliling masih ada air yang sengaja dibiarkan. Satu tempat favorite yang banyak d kunjungi orang ke Basilica Sistern ini adalah ada salahsatu tiang yang pondasi di bawahnya diletakkan patung kepala medusa sebanyak dua buah, dalam posisi terbalik, terus terang gw nggak paham mengenai sejarah medusa ini, jadi ya gw ikut-ikutan orang aja datang kesana, ambil foto, selesai, selebihnya gw lebih mengamati keseluruhan ruangan di dalam tanah ini.















Keluar dari Basilica Sistern gw lebih seneng mengamati aktifitas orang di sekitar kawasan Sultanahmet yang menjadi titik pusat semua tujuan wisata ke Turki. Gw belum bisa masuk ke dalam Haghia Sophia karena antrian yang mau masuk masih sangat panjang, akhirnya gw jalan aja ke Grand Bazzar Market, Pasar Traditional terbesar dan terluas di dunia, yang menjajakan aneka macam barang, Grand Bazzar ini berada dalam sebuah bangunan yang dibuat sejak jaman kesultanan Ottoman masih berkuasa, jadi usianya sudah ribuan tahun, dah hebatnya, kondisi bangunan masih utuh, arsitektur di dalamnya juga sangat indah dan tetap bersih meskipun penuh sesak dengan banyak orang. Saking luasnya kita bisa mungkin akan tersesat jika tidak memperhatikan darimana kita masuk, karena model penataan barang dan lorong2 yang ada d dalam pasar tersebut boleh dibilang sama, apalagi barang dagangan yang dijual sangat menarik, meskipun kita hanya sekedar melihat-lihat, kita sudah dibuai dengan kenikmatan dan keindahan tersendiri yang bisa membuat kita lupa arah jalan kita sebelumnya. banyak juga mereka penjual yang keberatan kiosnya d foto, karena bagi para turis keindahan barang dagangan mereka sangat menarik untuk diabadikan, Karena menjadi salahsatu tujuan utama turis dari seluruh dunia, menjadikan harga barang di sini menjadi sedikit lebih mahal dibanding kita membeli diluar area Grand Bazzar.












okasi Grand Bazzar ini tidak terlalu jauh dari Blue Mosque, kalau mau naik LRT, turun di Beyazit atau Cemberlitas station, sekedai informasi, ketiga wilayah ini merupakan area terbuka yang sangat padat dengan lalulintas orang, jadi dengan berjalan kakipun tidak terasa akan sampai kita di Grand Bazzar dari kawasan Sultanahmet, karena selain Grand Bazzar, masih banyak lagi lokasi wisata sejarah disekitar wilayah tersebut.

Selepas dari Grand Bazzar, gw balik ke Sultanahmet, mau ke Mesjid Biru/Blue Mosque untuk shalat dhuhur, sekalian menikmati keindahan ruang dalam masjid dengan arsitektur dan interior yang sangat indah, karena ini adalah masjid yang masih berfungsi sebagai tempat ibadah, ada batas turis boleh memasuki ruang dalam masjid, keculi mereka yang ingin menunaikan ibadah, boleh masuk sampai ke ruang yang lebih dalam masjid. Selepas itu gw cari makan siang dan balik sebentar ke hotel untuk istirahat karena emang belum istirahat banyak, rencana menjelang ashar baru mulai jalan lagi.













Blue Mosque ini d bangun untuk menandingi bangunan Haghia Sophia yang sudah berdiri, dibuat dengan ukuran yang hampir sama besarnya, saling berhadapan, diantara dua bangunan indah ini terdapat taman-taman yang tertata dengan baik sehingga menambah keindahan pemandangan disekitar wilayah tersebut. Dinamakan Blue Mosque karena atap yang menaungi mesjid ini berwarna biru, sementara lukisan kaligrafi didalam ruangan didominasi warna merah.

Setelah shalat ashar di Blue Mosque, gw masuk ke Haghia Sophia, bangunan ini adalah sebuah Gereja Kristen Ortodok yang dibangun tahun 513 Masehi, lalu sejarah ketika Kesultanan Ottoman berkuasa, bangunan ini kemudian diubah peruntukkanya menjadi sebuah Mesjid, dan ketika Kaum Nasionalis Mustafa Kemal Attaturk berkuasa, Haghia Sophia diubah menjadi sebuah museum. Hal yang menakjubkan ketika masuk ke dalam bangunan, interior di dalamnya tidak ada yang diubah samasekali, kecuali untuk keperluan renovasi atau restorasi bagian yang rusak, jadi kita akan melihat lukisan2 malaikat, Bunda Maria, Bayi Yesus dan Yesus Kristus berdampingan, bersisian dengan kaligrafi Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW beserta nama-nama para sahabat, utuh tanpa ada yang diganti atau dihapus, kalaupun ada bagian dalam diubah, itu adanya penambahan mimbar untuk keperluan ibadah, di altar depan, juga minaret di tiap sisi bangunan, kita akan melihat altar untuk ibadah gereja saat itu dan juga mimbar untuk khatib ketika berkhutbah atau ruangan imam ketika memimpin shalat berjamaah. Semuanya terjaga dengan baik. Selain itu di ruangan atas kita juga masih bisa melihat lukisan-lukisan yang sayangnya sebagian rusak karena dimakan zaman sehingga memerlukan perbaikan dan restorasi/rekonstruksi ke bentuk semula, ruangan interior di dalamnya sangat detail dan indah. Kita akan menyaksikan pintu2 gerbang yang masih utuh sejak pertama kali dibuat dan tetap berfungsi sampai sekarang. Pencahayaan yang sangat bagus membuat suasana ruang dalam menjadi sangat kondusif.




antrian masuk Hagia Sophia yang panjang































Sisaa hari gw isi dengan menikmati keindahan sore hari suasana disekitar kawasan Sultanahmet sampai menjelang shalat maghrib, dan sebelum shalat isya, gw makan malam, segera gue balik ke hotel karena sesaat setelah maghrib, cuaca berubah drastic yang tadinya cerah langsung ke gelap dengan udara yang dingin dan angin yang kencang, yang tidak terbiasa akan menggigil kedinginan.

Penginapan gw ini udah terisi full 6 bed dengan 6 orang dari negara2 berbeda, rame tapi tetap nyaman buat istirahat.

Hari ke-9, Kamis, tanggal 9 Mei 2013, melakukan kunjungan ke Arcehological Museum dengan tiket seharga 15 YTL, Topkai Palace tiket seharga 25 YTL, makan siang seharga 10 YTL, membeli souvenir seharga 40 YTL, makan malam seharga 10 YTL. Keliiling Grand Bazzar. Beyazid Mosque dan Suleyman Cami

Pagi hari setelah selesai sarapan, gw rencana mau ke Archeological Museum, pernah menjadi Museum terbaik se-Eropa, dari hotel gw berjalan kaki mengikuti jalur train, gak terlalu jauh, tapi lumayan juga kalo mau jalan, kalo mau naik train, turun di Gulhane LRT Station, satu station setelah Sultanahmet, karena udara musim semi itu menyegarkan, gw sengaja berjalan kaki, toh juga nggak dikejar waktu dan lebih menyenangkan, di dalam museum ini kita akan melihat artefak, benda2 sejarah mulai dari zaman pra sejarah kek Mesopotamia, apalah apalah yg gue lupa tapi pernah gw baca di buku sejarah waktu SMP, sampai sarkofagus, tempat jenazah Alexander Yang Agung, diletakkan, mummy manusia ribuan tahun yang masih lengkap semua organ tubuhnya dan macam2 benda bersejarah lainnya, nggak salah kalau disebut Museum terbaik se-Eropa, karena, meskipun gw belum melihat museum2 di Eropa, tapi koleksi di Museum ini sangat lengkap dan ditampilkan secara kronoligis menurut urutan sejarah manusia.















sarkofagus Alexander The Great






miniatur Temple of Artemis yang ada di Selcuk



Selepas dari situ gw ke gedung sebelahnya, yaitu Istana Topkapi, tempat Raja2 Ottoman bertempat tinggal, di dalam Istana ini kita diperlihatkan ruangan demi ruangan berikut koleksi benda2 dan pakaian2 yang dikenakan Sultan dan para permaisurinya dan keluarganya. Selain itu kita juga akan melihat talang air yang diletakkan di atas Ka’bah untuk aliran air turun ke bawah yang ada di atas Ka’bah ketika turun hujan, talang2 air ini terdiri dari beberapa buah yang terbuat dari emas dan berasal dari beberapa generasi Kesultanan Ottoman, selain itu kita juga akan melihat Tongkat Nabi Musa Alaihisalam, Pedang Rasulullah dan para Sahabat, termasuk Pedang Ali, keponakan Rasulullah SAW, Kitab Suci Al Quran, beberapa pakaian Aisyah dan sahabat, dan yang paling dinanti kita akan melihat helai rambut Rasulullah SAW, dan juga beberapa benda bersejarah lainnya.

Semua benda2 koleksi yang dipamerkan tidak boleh di dokumentasikan, gw melihat dua orang turis yang mencuri kesempatan memfoto beberapa benda dan ketahuan cepat sekali, karena cctv ada di-mana2, oleh si petugas kamera mereka d periksa dan diminta untuk di hapus satu per satu koleksi foto tersebut dan setelah itu si turis di usir keluar.

Tak lupa juga ada satu ruangan khusus pribadi sultan dengan para istri2nya, namanya Harrem, untuk masuk kesitu harus bayar lagi dan gue malas untuk melihatnya karena ya nggak tertarik aja.









Selesai dari kedua tempat itu, gw balik sebentar ke hotel karena gw salah kostum, hari yang tadinya gw fikir cerah malah mendung dan cenderung gerimis, terpaksa gw ambil sweater gw d hotel buat menghilangkan rasa dingin udara musim semi d sana.

Setelah itu gw balik lagi ke area Grand Bazzar, tapi gw melewati sisi samping Grand Bazzar, yang menurut gw lebih semrawut karena gw perhatiin kek-nya ini kios2 sementara bentukan baru dan barang-barang yang dijual adalah pakaian2 produk China.




Tapi bukan itu tujuan gw ke Grand Bazzar, tujuan sebenernya adalah gw mau ke Suleyman Cami, yang lokasinya berada di area belakang Grand Bazzar, nggak dibelakang persis tapi jalannya ke arah belakang Grand Bazzar. Suleyman Cami ini mesjid dengan ukuran yang besar dan dengan interior indah di dalamnya, Suleyman Cami ini lokasinya berdekatan dengan Istanbul Unviersiti, jadi kalo elu salah belok, malah masuk ke kampus bukan ke mesjid Suleyman ini.

gerbang kampus Istanbul University











Deket2 situ, deket Grand Bazzar juga ada mesjid besar yang lain, namanya Beyazid Mosque, Masjid ini dibangun pada saat Sultan Beyazid berkuasa, masjid ini lebih deket ke jalan raya jadi keliatan lebih besar, sementara yang Suleyman Cami tadi masuk ke dalam lagi, tapi keduanya sama2 besar dan indah, gw gak bilang bagus, tapi indah, indah menuruit gw lebih tinggi nilainya dari kata bagus, kenapa? karena memang arsitektur dan dekorasi interior di dalamnya sangat indah. Boleh gw simpulkan semua masjid di Turki itu indah, meskipun hanya sekedar mesjid kecil d kampong seperti yang gue cerita waktu di Uhcisar Castle.

Selain masjid2 tersebut, sepanjang jalan dari area Grand Bazzar sampai terus ke Sultanahmet dan Gulhane, banyak sekali sisa-sisa bangunan bersejarah yang masih bisa kita saksikan.

Hari ke-10, Jumat, tanggal 10 Mei 2013, melakukan kunjungan ke wilayah Galata, ke Yeni Cami, Misir Carisi, Galata Tower dan Galata Bridge, tiket masuk Galata Tower seharga 13 YTL, makan siang 5 YTL, makan malam 10 YTL, membeli souvenir seharga 75 YTL

Hari ini sengaja gw jalan keluar hotel lebih lama, karena memang masih pengen istirahat dulu, rencana hari ini setelah sarapan, gw mau ke wilayah sekitar selat Bosphorus, selat yang memisahkan daratan Asia dan Eropa, selatnya tidak terlalu lebar, jadi masing2 benua saling berhadapan, malah seperti tidak melewati dua benua.

Karena hari ini hari Jumat, gw rencana mau shalat Jumat di Yeni Cami, atau Masjid Baru, Cami itu Mesjid, Yeni itu Baru, Yeni Cami, Mesjid Baru, macam mata uang Turki itu Lira, namun karena ada program denominasi, namanya menjadi YTL, Yeni Trukish Lira, Lira Turki Baru, begitu kira2 artinya. Untuk menuju ke daerah sini, dari Sultanahmet Trains Station, naik kereta ke arah Kabatas, tapi kita turun di Eminonu Train Station

Dibilang baru, karena menurut sejarah, masjid ini adalah mesjid yang paling baru dibangun, meskipun baru dibangun, tapi usianya juga udah ratusan tahun, gak sekedar seratus tahun, tapi hampir limar ratus tahun, lama juga sih, dekorasi di dalam masjid ini hampir sama dengan dekorasi yang ada di masjid2 di Turki, yang membedakan hanyalah unsur warna pada kaligrafi Al Quran yang menghiasinya, atau juga pencahayaan juga bermain didalamnya, yang menarik apabila kita hendak shalat di mesjdi di Turki, tempat mengambil air wudhu-nya ada di sisi luar mesjid, dan setelah selesai berwudhu, itu kan basah yah, tetapi para lelaki disana cukup mengeringkan kaki seperlunya dan langsung kembali memakai kaos kaki mereka masing2 kemudian langsung masuk ke dalam masjid, dan senengnya, meskipun kembali memakai kaus kaki dengan kaki masih dalam keadaan basah atau lembab, didalam masjid semua lelaki memakai kaus kaki, dan tidak satu kali pun gw mencium aroma bau kaki, tidak ada bau samasekali, awalnya gue lepas kaus kaki dan gw masukin ke sepatu, tapi lama2 gw merasa seorang diri yang tidak memakai kaus kaki, entah karena udaranya atau karena tradisinya, gue nggak tau, dan gue takjub banget dengan ketertiban dan kebersihan mereka yang akan melakukan shalat, coba deh kalo elu shalat di mesjid di Indonesia, elu pake kaos kaki dng kaki masih dalam keadaan basah, gak lama kemudian pasti aroma bau kaki akan menebar ke seluruh ruangan. Masjid2 d Turki itu dilapisi dengan karpet Turki yang tebal dan sangat lembut, membuat siapapun akan merasa nyaman dan ingin berlama-lama duduk di dalamnya, seperti juga di Yeni Cami ini.














Selesai shalat jumat, gw jalan2 ke Misir Carsisi, Misir – Mesir, Carsisi – Pasar, pasar mesir kurang lebih, lokasinya berdampingan dengan Yeni Cami, bentuk pasar ini hampir sama dengan Grand Bazzar, namun dalam luas yang lebih kecil, pasar ini utamanya menjajakan rempah-rempah yang menjadi bumbu masakan, selain itu juga menjual aneka macam makanan khas Turki, Turkish Delight, Baklava, dan macam2 jenis kue semua tersedia, souvenir, kaos2 juga dijual, dan yang menarik, harga jual di pasar ini lebih murah daripada di Grand Bazzar, makanya gw rekomen kalo mau belanja souvenir mending di pasar ini aja, nggak kaget kalo pasar ini menjadi penuh sesak karena memang banyak sekali yg datang ke pasar itu, local dan turis campur aduk jadi satu.
















Disekitar masjid dan pasar ini terbentang lapangan yang luas tempat orang2 berkumpul, diseberangnya terdapat Eminonu Train Station dan juga selat Bosphorus. Selesai makan siang, gw lanjut perjalanan ke Galata Tower, melewati Galata Bridge yang membentang disepanjang selat Bosphorus ini, jembatannya nggak terlalu panjang, dan pemandangannya sangat menakjubkan karena langsung berhadapan dengan dua daratan, Eropa dan Asia.















Kawasan Istanbul yang gw jelajahi sekarang ini masih di wilayah Eropa, sementara Istanbul wilayah Asia belum sempat gw jelajah. mengikuti petunjuk arah, sampelah gw di Galata Tower, menara ini dulunya menara yang tertinggi untuk dapat mengamati keseluruhan wilayah di sekitar selat Bosphorus, lokasinya berada di atas bukit, berada ditengah perkampungan, jadi waktu menuju kesana, kita harus melewati rumah2 penduduk dan yang nggak kalah melelahkan karena agak curam, kita harus melewati anak tangga yang banyak, menanjak curam, cukup melelahkan. Bangunan ini juga sudah berdiri ratusan tahun dan tetap kuat kokoh sampai skrg karena memang terbuat dari material batu yang sangat kuat, untuk naik keatas, harus ikut antrian yang panjang, apalagi kalo pas weekend, tambah panjang aja antrriannya, padahal kalo udah sampe atas juga gak bisa berbuat banyak selain menikmati pemandangan indah Asia dan Eropa, Nampak dari kejauhan Haghia Sophia, Blue Mosque, Topkapi Palace, Yeni Cami dan keseluruhan wilayah yang sangat indah dipandang mata. Seharian gw habiskan waktu jalan2 disekitar Bosphorus area.
















Hari ke-11, Sabtu, tanggal 11 Mei 2013, melakukan kunjungan ke kawasan Taksim Square, Yeni Cami, Misir Carisi, makan siang 11 YTL, makan malam 5 YTL, membeli souvenir seharga 135 YTL, sempat membeli tiket bus ke Edirne seharga 50 YTL, namun tidak sempat terpakai.

Pagi ini rencananya gw mau one day trip ke kota paling dekat dengan Yunani, Edirne, tiket udah gw beli dan udah gw siapin itinerary-nya, namun besok subuhnya enggak tau kenapa badan berasa rontok, kecapean, gw hanya sempet shalat subuh, d tambah udara disana masih sangat dingin banget membuat gw  jadi malas beranjak, seharusnya gw udah siap berangkat jam 6 dari hotel karena bus gw berangkat jam 8 pagi, tapi ya sudahlah gw ikhlasin tiket angus tapi gw bisa memulihkan kondisi badan gw biar nggak jatuh sakit. Selepas sarapan gw masih baring2 d tempat tidur, sementara turis yang lain satu per satu udah berangkat ke tujuan masing2.

Akhirnya gw putuskan untuk ke wilayah Taksim Square, wilayah paling Favorit turis bule untuk jalan2 di Istanbul, namanya Taksim Square dengan icon Istiklal Cadesi. Kawasan ini sangat meriah, setelah Taksim Square yang ada patung ditengah lapangan, kita jalan aja ke arah yang ramai orang, jalan ini memang tidak diperuntukkan untuk kendaraan mobil lalu lalang, namun khusus untuk orang, orangpun sudah sangat sesak jalan d sana, padahal jalannya lebar, apalagi kalo ada mobil, namun ada kendaraan khusus yang boleh melintas, semacam Trem dengan warna merah yang khas melintasi bolak balik sepanjang jalan Istiklal. Kiri kanan jalan berdiri banyak toko branded international maupun local, siap2 lupa kalo udah shopping disini, gw sempetin kesini beli Kaos Hard Rock Café Istanbul sebagai oleh2 pribadi gue.















Setelah puas disini, gw balik lagi ke wilayah Bosphorus, karena emang sangat nyaman berlama-lama d sana, gw balik lagi ke Yeni Cami, Misir Carsisi cari souvenir yng blm sempet gw beli lalu balik ke Sultanahmet untuk menikmati sore disana.

Kalo gue perhatikan selama di Turki, untuk makanan, jarang sekali gw menemukan franchise barat macam Mcd, KFC dan sebagainya, gw menemukan itu hanya di Istanbul dan itu dalam jumlah yang bisa d hitung dengan jari. Dengan Istanbul sebagai salahsatu kota Besar di dunia sekaliber dengan kota macam Tokyo, London, NY atau Singapore, gw takjub banget karena mereka berhasil menjadikan makanan asli mereka menjadi tuan rumah di negeri mereka sendiri, lebih banyak restaurant atau café yang menjajakan makanan khas turki daripada makanan ala barat dan sejenisnya, seandainya Indonesia bisa se-bangga mereka, munkin Indonesia bisa lebih dikenal lagi.

Hari ke-12, Minggu, tanggal 12 Mei 2013, check out dari penginapan, membayar penginapan seharga 131 YTL. Lanjut menuju Istanbul airport utk penerbangan siang hari pukul 13.20 menuju Doha, Qatar untuk penerbangan selama 4 jam, tiba di Doha pukul 17:30 sore bermalam di Doha untuk penerbangan transit besok pagi, beli souvenir seharga 345 Qatar Riyal

Hari ini hari terakhir gw di Turki, segera setelah sarapan, gw check out, lalu ke airport untuk segera balik ke Indonesia. Suatu perjalanan yang sangat menyenangkan selama di Turki, karena gw berhasil menuntaskan perjalanan gw dengan sangat menyenangkan, membawa kenangan yang gak bisa d lupain, bertemu dengan orang2 yang menakjubkan dan peristiwa2 yang bisa menambah kekayaan bathin gw yg gak bisa gw ungkapkan ditulisan. Berharap bisa kembali lagi kesini.

Hari ke-13, Senin, tanggal 13 Mei 2013, penerbangan dari Doha Qatar pukul 09:30, tiba di Jakarta pukul 22:10 malam, perjalanan berakhir.


ALHAMDULILLAHIROBBIL ‘ALAMIN …..

Komentar

  1. Alhamdulillah ....saya sangat bersyukur Allah menunjukkan tulisan ini. Insha Allah saya akan ke turkey dan nyari referensi yang detail.

    Semoga menjadi ladang amal ya mas. Dan semakin rajin menulis.

    Menurut saya tulisannya ringan tapi bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah juga, terima kasih atas komentar dan doa-nya, semoga tulisan saya bisa bermanfaat dan bisa segera melakukan perjalanan ke Turki :-)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari