Mabuhay Manila

Perjalanan gw ke Manila itu berawal dari iseng buka website cebupacificair.com, sebenere nggak ada rencana ke wilayah Filipina waktu itu, eh pas buka halaman muka website-nya tertulis promo Jakarta ke Manila Cuma 1 USD, wowww ….. langsung aja gw iseng liat kalender, kapan enaknya pergi ke Manila, terus gw cek tanggal, ketemu tuh tanggal 21-23 Februari 2015, dan waktu gw cek harga tiketnya, harganya bener2 Cuma 1 USD one way, tapi pulangnya gak 1 USD, tapi tetep murah banget, setelah plus ini plus itu, terus gw konsultasi sama temen yg biasa gw jalan, ternyata harganya oke banget, murah, yaudah langsung aja gw pesen tiket cebu pacific sekalian menikmati  penerbangan budget lain selain yang udah sering digunakan saat traveling.

Kenapa tiga hari aja? Karena cuti udah nggak punya, wis entek, rencana Cuma keliling kota Manila, terus emang ternyata kalo Cuma Manila cukup deh tiga hari doank, apalagi setelah melihat jam penerbangannya, kami bener2 dapet full 3 hari penuh, bukan 3 hari bo’ong, maksudnya kadang kan suka ada trip 3 hari, tetapi efektifnya Cuma 2 hari karena jam terbangnya udah masuk tengah hari.

Sabtu dini hari, 21 Februari 2015, Jam terbang ke Manila dari Jakarta itu jam 00:35 bbwi, sampe Manila jam 05:30, ada beda waktu 1 jam dengan Jakarta. Sengaja emang ambil sabtu sampe senin, jadi hanya cukup ijin nggak  masuk kerja 1 hari aja di senin, terus tiket murahnya di 3 hari itu, kalo jumat sampe minggu gak dapet yg semurah kalo sabtu-senin. Setelah pulang kantor hari jumat, gw sengaja stand by d kantor dulu sampe agak maleman, gw numpang mandi dan ganti pakaian di kantor, setelah jam 8 gw baru berangkat ke gambir untuk naik damri ke bandara, pas sampe gambir gw cek kok nggak ada damri, gw tungguin sampe jam 9 juga nggak ada, terus gw Tanya ke loket damri, ternyata damri ke bandara terakhir jam 8 malam, doooooh, bĂȘte banget, udah gt sopir taksi pada seneng aja nawar2in ongkos borongan ke bandara yang pasti mahal, gw bengong2 dulu, gak lama ada sopir omprengan nawarin transport ke bandara, harganya sih emang dua kali lipat dari harga damri, tapi nggak lebih mahal daripada naik taksi borongan, tapi masalahnya gw bisa dapet harga segitu dengan catatan harus bawa satu orang lagi biar ongkosnya lebih murah, dilalah ada satu penumpang yang ternyata nasibnya sama dengan gw, kehabisan damri, terus gw tawarin aja ikut barengan, tadinya dia sok jual mahal karena katanya mahal, tapi akhirnya dia luluh juga setelah cari2 alternatif yang lain nggak ada yg lebih murah, setelah nego dikit akhirnya sopir mau juga nurunin harga lebih murah lagi, jadi deh kita ke bandara.




Spt yang gue bilang, jam terbang pukul 00:35, jadi udah masuk sabtu dinihari, sampe di Ninoy Aquino International Airport (NAIA) Manila jam 05:30 waktu sono, hari masih gelap, bandara juga belum rame, gw numpang shalat subuh dulu di musholla bandara terus istirahat bentar sampe matahari udah terangan dikit. Setelah agak terangan dikit, baru deh kami keluar bandara, karena waktu itu turun di Aiport Terminal 3, dari pintu kedatangan keluar ke arah kanan, di ujung sudah menunggu semacam bus damri, tapi ini ukurannya lebih kecil, kek kopaja gt deh, gw Tanya petugas disana, bus yang ke terminal EDSA, petugas langsung nunjukkin bus yang dimaksud lalu gw naik, ongkos busnya sampe EDSA sekitar 20 Peso, nanti bilang aja minta tolong turun di EDSA, atau Tanya ke penumpang sebelah minta d kasih tau kalau mau turun di EDSA. Karena kadang sopir bus nya suka lupa kasih tau, EDSA ini semacam perempatan tapi luas, dimana EDSA adalah akan dilintasi dua jalur kereta, yang satu MRT, yang satunya LRT, agar jangan sampai salah, untungnya saat di bus ada anak muda Pinoy yang baik hati nunjukin dimana EDSA, lalu ketika dia bertanya kami mau kemana, kami tunjukkan lokasi hostel yang sudah kita booking, dan dia dengan baik hati menunjukkan arah ke stasiun mana kita berhenti nanti dan sekaligus dibayarin untuk tiketnya baek banget tuh orang, jadi kami disuruh turun di Pedro Grill LRT Station, dari situ berbekal peta yang sudah kami cetak sewaktu di Jakarta, kami ikuti arah jalannya, sekitar 500 meter dari lokasi LRT Station, sampailah kami di Where 2 Next Hostel Manila di kawasan Malate, kawasan tempat hiburan yang kalau malam hari ramai banget.


Di depan penginapan


Setiba disana hari masih pagi sekitar jam 9 pagi, waktu check in pun kita belum diperbolehkan masuk kamar karena memang belum waktunya check in, akhirnya setelah urusan check in beres kami minta izin untuk bersih2 di toilet yang tersedia untuk sekedar membersihkan badan biar segar dan meniitp tas di lobby resepsionis sblm bisa masuk kamar mulai pukul 13:00 siang. Gak lama setelah bersih2 selesai, kami memutuskan untuk langsung menuju lokasi tujuan kami yang pertama, dengan menggunakan Jeepney dari jalan seberang hostel, jeepney ini semacam mobil jeep yang dimodifikasi menjadi berpenumpang banyak, awalnya jeepney ini adalah bekas kendaraan militer Amerika Serikat saat mereka mempunya pangkalan militer d sana, lalu jeep2 yang sudah d anggap tidak produktif kemudian diubah peruntukkannya menjadi semacam angkot dengan sebutan Jeepney, tariff Jeepney sekitar 20 peso tergantung jaraknya juga sih, modelnya spt yang gw bilang ke angkot tapi lebih panjang sehingga memuat penumpang lebih banyak, satu hal yg gw tangkap dari etika berpenumpang d sana, mereka mempunyai kesadaran untuk tidak bergerombol di pinggir pintu, tidak ada yg merokok d dalam jeepney, seperti kebanyakan penumpang di Indonesia, sehingga tidak ada kesan semrawut.

Model jeepney yang sempet gue foto




Kembali ke tujuan jalan2nya yaitu Monumen KKK, entah apa maksud monument KKK tersebut, tidak ada yang menjelaskan tentang monument tersebut, namun kalau dilihat dari ornament di monument tersebut, kita dapat mengira bahwa monument tersebut seperti monument untuk mengenang sejarah pergerakan kemerdekaan rakyat Philippina. Di sebelahnya terdapat Manila Katedral, namun kami tidak sempat masuk, hanya melihat dari luar saja, setelah puas berkeliling disekitar itu barulah kami ke kawasan utama lainnya yaitu kawasan INTRAMUROS, kawasan ini semacam Kota Tua-nya Manila, namun dengan kondisi bangunan yang lebih terawat, dikelilingi oleh tembok yang tinggi yang memisahkan kawasan tersebut dengan kawasan sekelilingnya, merupakan bekas wilayah khusus orang Spanyol semasa mereka menjajah Philippina, di dalam kawasan itu banyak bangunan2 tua yang di dominasi oleh bangunan Gereja Khatolik dengan interior yang klasik dan tetap terawatt dan bahkan tetap dipergunakan untuk kegiatan ibadah, selain itu juga kita dapat temukan bangunan2 tua lainnya yang berasitektur Eropa, juga terdapat Casa Manila Museum, tempat salahsatu perhentian Amazing Race, sebuah acara reality show di AXN.



Di dalam Kawasan INTRAMUROS








Dari situ dengan jarak yang tidak terlalu jauh, masih dalam kompleks yang sama, kita bisa mengunjungi FORT SANTIAGO, sebuah bekas benteng Spanyol untuk mengawasi keberadaan musuh pada saat itu, juga diajak untuk napak tilas jejak pahlawan nasional mereka, Yose Rizal, dimana di dalam kawasan tersebut, terdapat sebuah  bagian, sebuah tempat dilengkapi dengan jejak-jejak kaki terakhir Yose Rizal sebelum ditembak oleh penjajah Spanyol.



 




Setelah puas keliling di kawasan tersebut, selanjutnya kami, dengan berjalan kaki menuju Rizal Park Monumen, dimana monument tersebut berada dalam lingkungan taman yang luas dan pada monument tersebut setiap saat selalu dijaga oleh dua orang petugas dalam posisi siap, gak tau juga kenapa monument tersebut dijaga begitu ketatnya, sehingga kami dan para pengunjung yang lain tidak bisa melihat dengan lebih dekat monument tersebut, hanya bisa melihat dari kejauhan, padahala kalau diperhatikan tidak ada sesuatu yang menarik atau berharga d monument tersebut, hanya sebuah monument dengan patung pahlawan mereka Yose Rizal saja, munkin itu salah satu bentuk penghormatan yang sangat besar kepada beliau. Entahlah …….




Setelah capek dan belum mandi juga, akhirnya kami balik ke hotel, langsung masuk kamar, istirahat, molorrrrrr, sempet bangun juga buat makan malam, habis itu langsung tepar, sempetin juga ngedongkrok di lobby buat wifi-an, habis itu molorrrrrr  ……………………..

Minggu, 22 Februari 2015, setelah sarapan pagi, sekitar jam 10 kami keluar dari hotel untuk mengunjungi lokasi lainnya di Manila, salahsatunya adalah Kawasan Muslim di Manila di daerah Quiapo. Untuk menuju kesana kita naik LRT dari Pedro Grill, lalu turun di LRT Station Carriedo, lokasi station LRT tepat berada di pusat keramaian semacam kombinasi pasar modern dan pasar basah, jadi untuk menuju kawasan Muslim tersebut, kita akan melewati deretan toko dan pasar yang menjajakan aneka macam jualan, satu yang bisa diamati, kekumuhan pasar d sana sama dengan kekumuhan pasar di Jakarta, namun untuk beberapa tempat memang lebih kumuh daripada Jakarta. Gak lama kami berjalan tibalah kami di Gerbang Kawasan Muslim, dari sana berjalan sedikit lagi sampai juga di Golden Mosque.



Umat Muslim di Phillipina umumnya dan Manila khususnya, merupakan minoritas di Negara tersebut dengan mayoritas Kahtolik, selain Islam, ada beberapa agama lainnya yang juga minoritas. Muslim yang berada di Manila kebanyakan berasal dari Mindanao, wilayah paling selatan Phillipina, dengan mayoritas orang Melayu dan bahkan beberapa diantara mereka bisa berbahasa Melayu, satu yang gw temui ketika hendak shalat subuh sewaktu di Airport, pengurus musholla-nya pun orang Melayu dari Mindanao. Kawasan Quiapo ini didominasi pasar kaki lima yang menjajakan barang dagangan berupa pakaian yang mereka jajakan dalam bentuk lapak kayu yang sangat sederhana, entah kenapa ketika kami memasuki wilayah ini ada suasana yang kurang nyaman di hati, entah apakah karena kondisi lingkungannya yang boleh gw bilang agak kumuh, dan juga banyak sekali tatapan mata orang2 yang melihat kami yang membuat kami merasa tidak nyaman, segera setelah menunaikan shalat dhuhur dan jamak dengan ashar, kami secepatnya meninggalkan kawasan tersebut untuk mengurangi kekhawatiran kami, tidak lupa sebelum pulang balik ke hotel kami sempatkan membeli beberapa cenderamata khas sana sebagai kenang2an dan penanda kami pernah ke Manila.



Dari daerah Quiapo, gw ke kawasan orang kaya-nya Manila, Makati, dari LRT Carriedo kami meunju EDSA, lalu darisana naik MRT turun di MRT Ayala Station, turun d sana, udah sampe deh kawasan Makati, kawasan ini sangat teratur, tertib dan mewah, bisa d bilang begitu karena kawasan ini memang kawasan komersial, kombinasi perkantoran, apartemen dan mall yang tertata dengan rapi, semua barang yang d jual ada d dalam mall yang modern, sehingga tidak akan kita temukan jualan kaki lima d sana, pemda sana sangat menjaga kawasan ini untuk tetap tertib dan nyaman. Sempet beli kaos Hard Rock Café Makati buat oleh2, makan malam, lalu lanjut pulang ke hotel dengan cara dari MRT Ayala, kita menuju EDSA, lalu darisana kita ganti LRT untuk turun di Pedro Grill, tetapi sebelum sempet sampe hotel, kita mampir dulu ke kawasan Pasay yang katanya kawasan orang Manila suka kumpul2, gitu deh, sampe selesai, malam baru balik hotel, istirahat.




Senin, 23 Februari 2015, setelah selesai sarapan, jam 10 kita check out, terus rencana hari ini mau santai aja, jadi kita pergi ke Mall yang katanya salahsatu mall terbesar di Asia, namanya Mall of Asia, dari hotel kita menuju LRT Station Pedro Grill untuk ke EDSA, dari EDSA kita naik jeepney bilang aja yg mau ke Mall of Asia, bayarnya kalo nggak salah 20 peso, sampe sana tuh Mall baru aja buka operasional, karena masih jam 11, udah gitu hari senin, orang2 pada berangkat kerja, kami malah nge-mall, Mall-nya emang luas, penataan pencahayaan juga bagus, bahkan ada beberapa tempat menurut gue malah mirip Pondok Indah Mall 2, makan siang sekalian keliling Mall, menurut gw sih isi d dalamnya biasa aja, tapi gw emang ke MOA ini selain pengen tau Mall yang katanya terbesar, juga mau ke KULTURA, itu pusat jualan souvenir Manila yang bagus barang2nya, gw beli beberapa kaos harga murah dan beberapa gantungan kunci buat oleh. Setelah itu makan di KFC-nya Pinoy, yaitu Jollybee …. Itu franchise merata d seluruh Manila, makannya sih kek ayam goreng dengan bumbu kek ayam Lotte, manis2 pake wijen gt, buat yang suka pasti enak, buat gw ya standar lah, makan ayam goreng tapi bumbunya manis, nggak seruuuu ……



Selesai dari Mall of Asia, kami lanjutkan perjalanan  menuju Greenhills Shopping Centers, caranya, dari MOA naik jeepney lagi ke EDSA, darisana naik MRT turun di Santolan MRT, setelah sampai santolan ikuti petunjuk arah ke Greenhills, kalo jalan kaki lumayan jauh sekitar 700 meter -1 KM, tapi kalo mau cepet gak jauh dari situ ada jeepneey ke arah Greenhills, kenapa gw mau ke Greenhills, karena d sana itu kek ITC Mangga Dua-nya Manila, semua jenis jualan ada dan lengkap, terus tempat jualannya juga nyaman, kita bisa nawar dengan harga yang wajar, Alhamdulillah saat di sana gw sempet beli beberapa kaos yang ada tulisan phillipines buat kenang2an, dan coba beberapa makanan yang d jual d sana.



Setelah puas keliling, balik lagi ke hostel untuk beberes, karena emang udah sore, sementara penerbangan kami jam 9 malam, karena udah males kemana-mana, stay dulu di hostel, update status, lanjut ke airport, caranya, dari jalan seberang hostel, kita naik jeepney yang jurusan ke airport, harus perhatikan jurusannya atau kalo bingung Tanya aja jeepney ke airport, nanti mereka akan kasih tau, nggak usah bingung, rata2 penduduk Phillipina, terutama di Manila bisa bahasa inggris.



Senin malam, jam 23:45 bbwi kami mendarat dengan selamat di Soetta Airport.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Berlari